MerahPutih.com - Para pelaku pasar yang menimbun HP lipat pertama Apple, iPhone Duo, dengan harapan meraup keuntungan besar justru harus menanggung kerugian yang cukup telak.
Harga di pasar sekunder kini anjlok jauh lebih cepat daripada yang diperkirakan oleh kebanyakan orang.
iPhone Duo mulai dijual sekitar seminggu yang lalu setelah melewai spekulasi intens selama berbulan-bulan. Banyak pengecer, yang di Tiongkok sering disebut sebagai scalper, membeli unit dalam jumlah besar atau harga tinggi.
Baca juga:
iPhone Duo Diterpa Masalah Layar, Samsung Malah Pamer Ketangguhan Galaxy Z Fold 8
Para Penimbun iPhone Duo Rugi Besar imbas Harga Anjlok
Mereka berharap, pasokan awal yang terbatas akan menciptakan kelangkaan yang mendongkrak harga, seperti yang pernah terjadi pada peluncuran produk unggulan sebelumnya.
Namun, pertaruhan tersebut tidak membuahkan hasil. Permintaan justru mereda dengan cukup cepat begitu perangkat tersebut sampai ke tangan pembeli.
Laporan dari para pedagang lokal menggambarkan perubahan situasi yang drastis. Masalah pada engsel serta perangkat lunak yang terasa belum rampung telah meredupkan minat pembeli.
Harga jual kembali anjlok dengan cepat, kemudian mengubah produk yang tadinya diharapkan mendatangkan keuntungan justru menjadi sumber kerugian pada hampir setiap unitnya.
Baca juga:
Bocoran Samsung Galaxy S27 Ultra Ungkap Desain Kamera Baru, ini Bedanya dengan S26 Ultra
Mengutip Gizmochina, salah satu pedagang di Yigao Digital City, Hangzhou, mengungkapkan bahwa hampir semua spekulan (pelaku pasar) yang memperdagangkan iPhone Duo kini mengalami kerugian.
Beredar kabar di kalangan pelaku industri, bahwa beberapa pedagang yang lebih berpengalaman telah kehilangan puluhan ribu hingga ratusan ribu yuan akibat stok barang yang mereka miliki.
Pada kondisi seperti ini, siapa pun yang masih bisa balik modal dianggap sebagai pengecualian yang beruntung.
Informasi mengenai perangkat Apple ini baru tersebar hampir seketika melalui media sosial, sehingga kesenjangan informasi, yang dulu memungkinkan pengecer mendapatkan keuntungan dari kelangkaan, kini sebagian besar telah tertutup.
Baca juga:
Layar iPhone Duo Retak di Titik yang Sama, Komponen Engsel ini Diduga Jadi Penyebabnya
Jumlah Peminat iPhone Duo Mulai Berkurang
Pasokan juga meningkat lebih cepat dari perkiraan banyak pihak, yang semakin mempersempit peluang untuk menetapkan harga jual kembali yang jauh lebih tinggi.
Para analis dan pedagang lokal mencatat, bahwa harga awal yang sudah tinggi sejak awal membatasi jumlah pembeli yang benar-benar berminat. Akibatnya, begitu gelombang rasa ingin tahu awal mereda, permintaan untuk pembelian smartphone ini pun praktis menghilang.
Para spekulan yang menganggap iPhone Duo sebagai komoditas yang hampir pasti akan langka kini harus menanggung kerugian nyata.
Hal ini menegaskan bahwa penimbunan spekulatif di pasar digital yang transparan, saat ini membawa risiko kerugian yang jauh lebih besar dibandingkan masa lalu. (sof)