Harga dan Pasokan Gandum ke Jakarta Terimbas Perang Rusia Ukraina

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Jumat, 04 Maret 2022
Harga dan Pasokan Gandum ke Jakarta Terimbas Perang Rusia Ukraina

Seorang warga menyiapkan bom molotov untuk mempertahankan kota, setelah Rusia meluncurkan operasi militer besar besaran di Ukraina, di Uzhorod, Ukraina, Minggu (27/2/2022). (ANTARA/Reuters/Serhii Huda

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Perang antar Rusia dan Ukraina yang sudah terjadi saat ini, diyakini akan berimbas pada kenaikan harga bahan pangan Jakarta.

Salah satu bahan yang komoditas yang terganggu ialah gandum, karena didatangkan langsung dari negara Ukraina.

"Kita itu mengimpor bahan gandum yang besar sekali dari Ukraina. Kita juga akan berdampak," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Jumat (4/3).

Baca Juga:

Menteri BUMN Puji Garuda dalam Misi Kemanusiaan Evakuasi WNI dari Ukraina

Selain itu, tingginya harga bahan pokok ini terjadi atas tingginya permintaan masyarakat, pasokan yang kurang, hingga faktor cuaca.

Orang nomor dua di Jakarta ini menegaskan, untuk kenaikan harga kedelai sebagai bahan baku tahu dan tempe karena faktor menjelang bulan ramadan. Knaikan harga tersebut wajar terjadi saat memasuki hari-hari besar keagamaan.

"Setiap tahun ketika memasuki bulan suci ramadhan, idul fitri, natal, tahun baru memang selalu diikuti dengan adanya peningkatan harga sembako atau pangan," ucap dia.

Mantan Anggota DPR RI Fraksi Gerindra ini mengaku, Pemerintah DKI akan mengupayakan sejumlah strategi agar harga komoditas tersebut bisa terjangkau.

Tetapi, lanjut ia, hal tersebut harus dikoordinasikan kepada pemerintah pusat, agar bisa bersama-sama menyelesaikannya.

Baca Juga:

Perang Rusia dan Ukraina, Industri Maritim Indonesia Berpotensi Dapat Untung

"Tentu kami nanti bersama pempus mengupayakan berbagai solusi terkait dengan kebutuhan dan harga yang dapat terjangkau sesuai dengan daya beli masyarakat. Dan juga operasi pasar terus akan dilakukan," katanya.

Ekonom Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan pemerintah harus mulai mengantisipasi kenaikan harga gandum yang menjadi bahan baku makanan olahan sebagai dampak konflik antara Rusia dan Ukraina.

"Efek dari kelangkaan gandum atau terganggunya rantai pasok gandum dari Rusia dan Ukraina bisa membuat produsen meneruskan kenaikan harga gandum kepada konsumen. Artinya mie instan dan roti, itu harganya akan lebih mahal," kata Bhima kepada Antara di Jakarta, Selasa.

Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) perlu mencari alternatif pemasok gandum yang berasal dari negara lain seperti Australia, Amerika Serikat, dan China, dengan penandatanganan kontrak jangka panjang untuk memastikan pasokan dan harga gandum tetap stabil.

"Peran pemerintah dan Bulog penting untuk membantu dan memfasilitasi importir guna mencari negara-negara yang siap untuk memasok gandum. Kemendag juga diharapkan memfasilitasi importir gandum untuk mengamankan harga," katanya. (Asp)

Baca Juga:

Indonesia Setujui Resolusi Majelis Umum PBB Bela Ukraina Tuai Pujian

#Harga Bahan Pokok #Harga Sembako #Sembako
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Mendag Tegaskan Program MBG tak Picu Kenaikan Harga Bahan Pokok
Program MBG turut mendukung penyerapan pasokan bahan pokok.
Dwi Astarini - Senin, 21 September 2026
Mendag Tegaskan Program MBG tak Picu Kenaikan Harga Bahan Pokok
Berita
Cara Cek Bansos KTP dan Desil DTSEN, Bisa Lewat HP
Cara cek bansos KTP menggunakan NIK di situs dan aplikasi Cek Bansos Kemensos. Simak arti desil 1-10 dan cara memperbarui data DTSEN.
ImanK - Rabu, 16 September 2026
Cara Cek Bansos KTP dan Desil DTSEN, Bisa Lewat HP
Indonesia
Update Harga Pangan Nasional Terbaru 21 April 2026: Cabai Rawit Merah 'Meledak' Nyaris Rp 90 Ribu, Daging Sapi Kualitas Wahid Dekati Rp 150 Ribu
PIHPS mencatat harga cabai rawit merah menyentuh angka Rp89.650 per kilogram (kg).
Angga Yudha Pratama - Selasa, 21 April 2026
Update Harga Pangan Nasional Terbaru 21 April 2026: Cabai Rawit Merah 'Meledak' Nyaris Rp 90 Ribu, Daging Sapi Kualitas Wahid Dekati Rp 150 Ribu
Indonesia
Inflasi Diproyeksikan Lebih Tinggi Didorong Peningkatan Harga Bahan Bakar
Terdapat tiga jenis inflasi yang berpotensi mendorong peningkatan Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Maret 2026, yakni demand-pull inflation, cost-push inflation, serta imported inflation.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 01 April 2026
Inflasi Diproyeksikan Lebih Tinggi Didorong Peningkatan Harga Bahan Bakar
Indonesia
Harga Bahan Pokok Masih Tinggi Usai Lebaran, Pemerintah Siapkan Operasi Pasar
beberapa harga kebutuhan pokok memang belum turun sepenuhnya karena belum semua pedagang kembali berjualan dan sebagian distributor masih belum pulih.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 28 Maret 2026
Harga Bahan Pokok Masih Tinggi Usai Lebaran, Pemerintah Siapkan Operasi Pasar
Indonesia
5 Komoditas Pangan dengan Permintaan Tertinggi Jelang Lebaran 2026, Stok Aman
Cabai rawit merah, ayam potong, beras, dan bawang merah mengalami kenaikan harga.
Dwi Astarini - Jumat, 13 Maret 2026
5 Komoditas Pangan dengan Permintaan Tertinggi Jelang Lebaran 2026, Stok Aman
Indonesia
Mendag Pastikan Harga Bahan Pokok di Kudus Stabil Jelang Lebaran 2026
Kementerian Perdagangan turun langsung ke pasar-pasar rakyat untuk memastikan ketersediaan pasokan dan stabilitas harga bapok menjelang Idul Fitri 2026.
Dwi Astarini - Kamis, 12 Maret 2026
Mendag Pastikan Harga Bahan Pokok di Kudus Stabil Jelang Lebaran 2026
Indonesia
Pramono Anung Pastikan Harga Pangan Jakarta Terkendali Jelang Lebaran 2026
Gubernur DKI Pramono Anung memastikan stok pangan di Jakarta aman dan harga komoditas diupayakan tidak naik melebihi inflasi menjelang Idulfitri 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 12 Maret 2026
Pramono Anung Pastikan Harga Pangan Jakarta Terkendali Jelang Lebaran 2026
Indonesia
Jelang Lebaran 2026, Mendag Pastikan Pasokan Bahan Pokok di Jakarta Aman
Menteri Perdagangan Budi Santoso memastikan harga dan pasokan bahan pokok di Jakarta masih stabil menjelang Lebaran 2026 setelah meninjau Pasar Kramat Jati.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 12 Maret 2026
Jelang Lebaran 2026, Mendag Pastikan Pasokan Bahan Pokok di Jakarta Aman
Indonesia
Ekonomi Global Goyang, Aksi Borong Barang Malah Bikin Rakyat Buntung
Beberapa komoditas seperti bawang merah, bawang putih, hingga cabai rawit tercatat mengalami kontraksi harga
Angga Yudha Pratama - Selasa, 10 Maret 2026
Ekonomi Global Goyang, Aksi Borong Barang Malah Bikin Rakyat Buntung
Bagikan