Harga Bitcoin Terjun Bebas, Buntut Cuitan Bos Tesla?
Ilustrasi (Foto: Unsplash/Dmitry Demidko)
Merahputih.com - Bitcoin mencapai level terendah selama 3,5 bulan terakhir hingga menyentuh USD 40.000 per 1 BTC. Terjerumusnya Bitcoin ikut menyeret koin digital lainnya. Hal ini terjadi setelah Tiongkok memberlakukan pembatasan baru pada transaksi yang melibatkan uang kripto.
Dikutip Antara, Rabu (19/5) malam, nilai koin tersebut saat ini turun 40 persen dari rekor tertinggi USD 64.895 pada 14 April lalu. Sekaligus menuju penurunan bulanan pertama sejak November 2018.
Baca juga:
Berdasarkan pelacak pasar Coingecko, uang kripto lainnya yang juga ikut anjlok yakni Ethereum. Koin yang terhubung ke jaringan blockchain ethereum, turun 15 persen menjadi USD 2.875,36. Sementara dogecoin berbasis meme anjlok 18 persen.
Saham Coinbase, perusahaan yang memperjualbelikan kripto dan terdaftar di bursa Frankfurt, merosot 6 persen. Angka itu turun di bawah harga pencatatan perdana senilai USD 250 pada awal pekan ini.
Anjloknya nilai uang kripto ini tak lepas dari cuitan bos Tesla, Elon Musk. Musk menolak untuk menerima bitcoin sebagai alat pembayaran untuk membeli mobil Tesla.
Kicauan berikutnya menyebabkan kebingungan lebih lanjut mengenai, apakah pembuat mobil itu telah melepaskan kepemilikan koinnya?
Tesla & Bitcoin pic.twitter.com/YSswJmVZhP
— Elon Musk (@elonmusk) May 12, 2021
Penjualan semakin diperburuk dengan pengumuman Tiongkok yang melarang lembaga keuangan dan perusahaan pembayaran bertransaksi dengan mata uang kripto. Pemerintah Tiongkok memperingatkan investor mengenai perdagangan kripto yang spekulatif.
Cryptowatchers memperkirakan penurunan hingga di bawah USD 40.000. Ini dapat menembus batas teknikal utama yang bisa mendorong aksi jual lanjutan.
Menurut analis di JPMorgan dengan mengutip data yang dikumpulkan berdasarkan minat terbuka dalam kontrak berjangka bitcoin CME, investor juga bisa saja beralih dari bitcoin kembali ke emas.
Kondisi ini menunjukkan penurunan paling curam dan lebih berkelanjutan di bitcoin berjangka sejak Oktober lalu. "Gambaran aliran bitcoin terus memburuk dan mengarah pada pengurangan berkelanjutan oleh investor institusional," tulis analis JPMorgan.
Baca juga:
Aksi jual aset kripto tepat pada saat ketakutan inflasi sedang naik daun menghapus kesan kelompok aset kripto sebagai lindung nilai atas inflasi. Sebaliknya, lindung nilai tradisional lebih tersupport dengan emas naik hampir 6 persen pada bulan ini.
Aksi jual baru-baru ini dalam bitcoin dan mata uang digital lainnya telah membuat kapitalisasi pasar semua uang kripto kembali di bawah USD 2 triliun, turun dari rekor USD 2,5 triliun. (*)
Bagikan
Angga Yudha Pratama
Berita Terkait
Cetak Sejarah, Timnas Futsal Indonesia Lolos ke Final untuk Pertama Kali Usai Tumbangkan Jepang 5-3 secara Dramatis
2 Orang Terluka, Macan Tutul Masuk Desa Maruyung Bandung Masih Berkeliaran
Istri Mantan Kapolri Hoegeng Iman Santoso 'Eyang Meri' Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Bahar bin Smith Tersangka Kasus Pemukulan Banser, Dijerat Pasal Berlapis
Susul Dirut BEI, Mahendra Siregar dan Sejumlah Petinggi OJK Mengundurkan Diri
Indonesia Pesta Gol ke Gawang Korsel 5-0 di Laga Pembuka Piala Asia Futsal 2026
Gara-Gara Utang BP Tega Bunuh Ibu Kandung, Jasad Dibakar Dibuang di Jalan
Pesawat Smart Air Jatuh di Perairan Nabire, Seluruh Penumpang Dilaporkan Selamat
Gempa M 5,7 Guncang Pacitan, Getaran Terasa hingga Bali
Hampir Semua Rumah 2 Kampung Tertimbun Longsor Cisarua: 8 Jasad Ditemukan 82 Orang Hilang