HIPOTENSI atau darah rendah tidak selalu harus diatasi dengan suplemen makanan. Perbaikan nutrisi justru lebih sehat jika diterapkan secara konstan.
Hipotensi bisa disebabkan berbagai kemungkinan, sehingga penanganannya pun bisa bermacam-macam, tergantung pada penyebabnya. Metode terapi untuk satu orang belum tentu efektif untuk orang lain. Akan tetapi, secara umum tingkat keparahan hipotensi bisa dikurangi dengan beberapa perubahan pola makan dan pola hidup seperti berikut.
Perbanyak Konsumsi Air
Tensi darah di pembuluh sangat dipengaruhi volume cairan yang mengalir di dalamnya. Jika jumlah cairan terlalu banyak, tekanan darah akan meningkat, mirip selang kecil dengan aliran air yang deras. Sebaliknya, jika kita mengalami kekurangan cairan, tekanan darah akan turun, mirip kondisi selang lebar dengan aliran air yang lambat. Kurangnya volume cairan mungkin disebabkan banyak faktor. Namun apa pun penyebabnya, terapinya tetap sama, yaitu memperbanyak minum air.
Tambahkan Garam ke Menu Sehari-Hari
Pada penderita hipertensi, konsumsi garam harus dibatasi. Pasalnya, komponen utama garam ialah natrium klorida, zat yang sangat menyukai air. Di dalam pembuluh, garam akan mengikat cairan darah. Makin banyak garam beredar di pembuluh darah, makin banyak air yang tertahan di sana sehingga menyebabkan tekanan darah pun menjadi lebih tinggi.
Jika Anda kekurangan garam, misalnya saat menjalani program diet ketat, tekanan darah bisa menurun. Agar bisa naik ke level normal, Anda perlu menambahkan garam sedikit lebih banyak ke dalam makanan sehari-hari.
Penambahan garam berarti harus juga ada penambahan konsumsi air. Jika Anda hanya menambah garam, sementara konsumsi air tidak ditingkatkan, bisa saja Anda justru mengalami ketikdakseimbangan cairan dan elektrolit.
Konsumsi Makanan yang Mengandung Zat Besi
Agar terhindar dari masalah kurang darah, penderita hipotensi dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang banyak mengandung zat besi, asam folat, dan vitamin B12. Zat-zat gizi itu banyak terdapat di dalam hati, daging (sapi, kambing, ayam), ikan, kacang-kacangan, dan sayuran berwarna hijau tua seperti bayam dan brokoli. Jadi, tidak harus makan kambing walau protein hewani akan cukup membantu.
Umumnya orang yang menghindari makanan hewani punya kemungkinan lebih besar mengalami anemia daripada orang yang makan secara bervariasi, baik sumber nabati maupun hewani. Sayuran, biji-bijian, dan buah sebetulnya banyak mengandung zat besi. Akan tetapi zat besi paling mudah diserap dari daging hewani.(*)