Guys! Ternyata Ada Sekeping Surga di Ekor Kalimantan, Tempat yang Keren Abis
Salah satu home stay yang keren di Temajuk, Kalimantan Barat. (Ist/Yohannes)
MerahPutih.com – Bisa jadi belum banyak orang tahu soal Temajuk. Termasuk Kamu (bener nggak)? Desa kecil di sudut utara Provinsi Kalimantan Barat itu masih jauh dari kata megah. Buktinya, listrik baru bisa dinikmati selama 6 jam sehari. Begitu juga dengan sinyal selular. Baru bisa dinikmati di beberapa titik. Internet juga belum mampir ke desa ini. Tapi untuk urusan pariwisata, penduduknya sangat melek Sapta Pesona.
Destinasinya sangat komplit. Dari mulai bukit, pantai, underwater, mangrove, hingga deretan homestay nan cantik. Semua itu ada di Temajuk. Saking istimewanya, orang Kalimantan Barat menyebutnya sebagai sekeping surga di ekor Kalimantan.
“Saya punya keyakinan ke depannya. Temajuk bakal jadi destinasi wisata kelas dunia. Terbaik di dunia,” tutur Bupati Kabupaten Sambas Atbah Romin Suhaili.
Untuk Kalian ketahui, modal keindahan alam Temajuk memang di atas rata-rata. Kondisi pantainya masih alami. Pasir putihnya terhampar luas. Belum lagi gugusan bebatuan granit yang indah seperti di Tanjung Kelayang, Belitung. Keren banget!
Di Temajuk, Kamu juga bisa menikmati indahnya matahari terbenam di dermaga panjang yang ada di dusun Camar Bulan. Bisa juga berwisata di pusat peneluran penyu terpanjang di Indonesia. Panjangnya 63 km dari total 90 km garis pantai Temajuk. Atau bila yang ingin mencari nuansa yang unik-unik, kamu bisa langsung melihat panen ubur-ubur.
Gimana nih dengan aksesnya? Tenang, sekarang sudah mulai digarap Kementerian PUPR bersama Zeni TNI dan kontraktor BUMN.
Di sana, Kementerian PUPR sudah membuka jalan paralel di sepanjang area perbatasan dengan Malaysia. Jalannya membentang dari Kalimantan Utara (Kaltara) hingga Temajuk, Kalimantan Barat (Kalbar) sepanjang 1.900 Km. Pembangunan fisiknya sudah terlihat.
Kalau ini sudah jadi, Temajuk diprediksi bakal kebanjiran wisatawan.
Soal atraksinya? Sudah mulai disentuh Kementerian Pariwisata! Cerminannya bisa dilihat dari Festival Pesisir Paloh, 5-11 November 2017.
Di Festival ini, sekitar 15 ribu orang langsung menyerbu Temajuk. Kawasan yang tadinya sepi berubah jadi lautan manusia. “Temajuk itu indah. Saya sempat menyambangi pos observasi Penyu di Temajuk. Tempatnya bagus. Jadi kalau mau berwisata nggak perlu repot-repot ke luar negeri. Di Indonesia sudah cukup kok karena ada banyak destinasi indah yang bisa dieksplor,” tutur pedangdut Nita Thalia yang ikut meramaikan Festival tersebut.
Selain itu, Temajuk sudah punya 60 homestay berasitektur keren. Mau cari rumah terbalik? Homestay kayu dengan view pantai yang panjang? Homestay high end dengan view batu-batu granit sebesar gajah? Semuanya ada! Gokil!
Pelopor homestaynya bernama Atong. Rumah terbalik dan homestay di bibir pantai yang panjang digarap Asong. Sementara homestay modern digarap Akong. Ketiganya selalu saling support. Saling menguatkan.
Desainnya dipikirkan dengan sangat matang dan terkonsep. Desain rumah disesuaikan dengan typologi rumah dan bangunan khas yang ada di Temajuk dan Nusantara. “Ide awalnya adalah mencari sumber pendapatan lain di luar berkebun dan nelayan. Karena Temajuk itu indah, saya mulai kepikiran membuat homestay,” tutur Atong, pelopor homestay Temajuk.
Lalu untuk menyiasati keterbatasan listrik, homestay pun didesain dengan prinsip hemat energi. Dinding homestay di set berongga. Jadi, cahaya dan udara bisa terasa hingga di dalam rumah. "Itu untuk mengakrabkan wisatawan dengan nuansa Temajuk yang masih sangat alami. Sengaja saya tidak kasih televisi agar wisatawan dapat berinsteraksi sekaligus belajar mengenai keindahan alam dan kebudayaan Temajuk,” bebernya.
Menpar Arief Yahya pun tak segan melayangkan pujian. Baginya, Temajuk adalah sebuah surga. Surga yang indah untuk diabadikan dalam sebuah gambar, surga yang eksotik untuk digali keindahan setiap sudut panoramanya. Dan surga yang menjadi agenda wajib dalam daftar
kunjungan.
“Ini potensi pariwisata yang besar. Kami akan terus bantu pasarkan agar makin banyak yang berkunjung ke Temajuk. Saya kira even-even crossborder bisa jadi solusi. Mudah-mudahan ini bisa jadi destinasi wisata bagi warga perbatasan di Malaysia,” harap Menteri Pariwisata Arief Yahya. (*)
Bagikan
Thomas Kukuh
Berita Terkait
Resorts World Genting Jalin Kemitraan Kemitraan Strategis dengan Stakeholder Pariwisata, Bersiap Kenalkan Eufloria
Whoosh Jadi Incaran Turis Asing, Hampir 300 Ribu WNA Malaysia Datang Cuma Buat Naik
Promo Ancol 2026: Tiket Masuk Rp 35 Ribu, Gratis Voucher Makan Rp 20 Ribu
Syahbandar Larang Kapal Wisata Labuan Bajo Berlayar Malam Hari
Kereta Panoramic Jadi Favorit Wisata Nataru 2025-2026, Pelanggan Capai 11.819 Orang
Cirebon Jadi Tujuan Pariwisata Baru saat Nataru 2026, KAI Catat 274 Ribu Penumpang Kereta Api Turun dan Naik
Penumpang KA Panoramic Tembus 150 Ribu Orang per Tahun, Bukti Naik Kereta Jadi Tren Baru Berlibur
Menikmati Keindahan Senja di Pantai Pattaya, Wajah Lain Wisata Alam Thailand
Teater Bintang Planetarium Buka Sampai April 2026, Fasilitas Canggih Siap Bikin Pemuda Jakarta Pintar
Setelah Kemalingan, Museum Louvre Alami Kebocoran yang Merusak Koleksi Buku