Gunung Marapi di Sumbar Alami Peningkatan Fluktuatif Selama Dua Pekan, Aktivitas Erupsi Menurun

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Kamis, 20 Februari 2025
Gunung Marapi di Sumbar Alami Peningkatan Fluktuatif Selama Dua Pekan, Aktivitas Erupsi Menurun

Ilustrasi: Gunung Marapi Sumatera Barat saat mengalami erupsi. ANTARA/Al Fatah

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Aktivitas Gunung Marapi di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat, mengalami peningkatan secara fluktuatif. Peningkatan terjadi pada periode 1-15 Februari 2025.

"Berdasarkan evaluasi data-data pemantauan aktivitas Gunung Marapi mengalami peningkatan secara fluktuatif," kata Kepala Badan Geologi Muhammad Wafid dalam keterangannya, Kamis (20/2).

Potensi terjadinya letusan/erupsi masih tetap ada, dan dapat terjadi sewaktu-waktu sebagai bentuk pelepasan dari akumulasi tekanan (energi). Adanya erupsi dan seringnya terjadi hembusan diharapkan akumulasi tekanan akibat pasokan fluida dari kedalaman dapat dilepaskan.

Baca juga:

Gunung Marapi kembali Erupsi dengan Kolom Abu tak Tampak, PVMBG Imbau Masyarakat Menjauh dari Radius 3 Km

Dalam evaluasi rutin tersebut Badan Geologi mencatat terjadinya aktivitas erupsi, namun secara visual tidak teramati. Aktivitas hembusan juga lebih sering dengan tinggi asap yang lebih rendah dibandingkan dua minggu sebelumnya yakni maksimum 200 meter di atas puncak.

"Aktivitas erupsi menurun, sebaliknya aktivitas hembusan meningkat," kata Kepala Badan Geologi.

Kemudian, untuk data kegempaan cenderung meningkat dalam dua pekan terakhir. Badan Geologi juga mencatat gempa hembusan meningkat dari 93 naik menjadi 194 kali. Sedangkan gempa erupsi menurun dari 11 menjadi tiga kali.

Baca juga:

Aktivitas Gunung Marapi di Sumatera Barat Meningkat, Masyarakat Diminta Tak Masuk ke Area Radius 3 KM

Tidak hanya itu gempa yang berkaitan dengan pasokan magma juga meningkat di mana gempa vulkanik dangkal naik menjadi 42 kali, dan gempa vulkanik dalam tercatat sebanyak 37 kali. Selain itu, gempa tektonik lokal juga mengalami kenaikan dalam dua pekan terakhir dari 27 menjadi 40 kali.

Dalam laporan evaluasi itu nilai dv/v (variasi kecepatan seismik) Gunung Marapi diketahui masih rendah termasuk koherensi. Hal ini diinterpretasikan tekanan pada tubuh gunung api masih tinggi dan kondisi medium tidak stabil.

"Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi secara menyeluruh hingga 16 Februari 2025 tingkat aktivitas Gunung Marapi tetap pada Level II atau waspada," ujar dia menegaskan.

#Erupsi #Gunung Marapi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Ada Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan, Badan Geologi Ingatkan Ancaman Bahaya
Badan Geologi mengonfirmasi tingkat aktivitas Gunung Papandayan saat ini masih dipertahankan pada Level I (Normal).
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Ada Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan, Badan Geologi Ingatkan Ancaman Bahaya
Indonesia
Kru Kapal Jurnalis Hilang Ditemukan di Enggano, Jenazah Diberangkatkan ke Banten Pakai Pesawat
Berdasarkan hasil pemeriksaan DNA operasi DVI Pusdokkes Polri terhadap jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano, secara genetik dengan kode PM/62/P.Enggano/01, teridentifikasi sebagai Sukarman,
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
Kru Kapal Jurnalis Hilang Ditemukan di Enggano, Jenazah Diberangkatkan ke Banten Pakai Pesawat
Indonesia
Erupsi Gunung Semeru pada Selasa Dini Hari Disertai Suara Gemuruh yang Kuat
Gunung Semeru kembali erupsi sejak Selasa, 15 September dini hari.
Frengky Aruan - Selasa, 15 September 2026
Erupsi Gunung Semeru pada Selasa Dini Hari Disertai Suara Gemuruh yang Kuat
Indonesia
Gunung Semeru Erupsi 3 Kali Senin (14/9) Pagi, Letusan Sampai 1 Km
Saat ini aktivitas vulkanis Gunung Semeru berada pada status Level III atau Siaga.
Dwi Astarini - Senin, 14 September 2026
Gunung Semeru Erupsi 3 Kali Senin (14/9) Pagi, Letusan Sampai 1 Km
Indonesia
Abu Gunung Anak Krakatau Mengarah ke Samudra Hindia, ini Penjelasannya
Perubahan arah dan kecepatan angin pada lapisan atmosfer berbeda dapat mendorong abu bergerak ke barat daya.
Dwi Astarini - Kamis, 10 September 2026
Abu Gunung Anak Krakatau Mengarah ke Samudra Hindia, ini Penjelasannya
Indonesia
Abu Erupsi Lewotolok Lumpuhkan Bandara Wunopito, Penerbangan Ditutup Mulai Hari Ini
AirNav Indonesia menutup Bandara Wunopito, Lewoleba, NTT, 8–9 September 2026 akibat abu vulkanik erupsi Gunung Lewotolok. Kolom abu mencapai 800 meter
Wisnu Cipto - Selasa, 08 September 2026
Abu Erupsi Lewotolok Lumpuhkan Bandara Wunopito, Penerbangan Ditutup Mulai Hari Ini
Indonesia
Anak Krakatau Erupsi, DPR Minta Pemerintah Perkuat Peringatan Dini
Kesiapsiagaan dini dinilai akan mengurangi risiko negatif baik dari jumlah korban maupun kerusakan material. 

Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
Anak Krakatau Erupsi, DPR Minta Pemerintah Perkuat Peringatan Dini
Indonesia
Gunung Anak Krakatau 23 Kali Gempa Hybrid, Catat Rekor Tertinggi
Gunung Anak Krakatau mencatat 23 kali gempa hybrid dalam periode pukul 06.00 hingga 12.00 WIB.
Yusuf Abdillah - Senin, 07 September 2026
Gunung Anak Krakatau 23 Kali Gempa Hybrid, Catat Rekor Tertinggi
Indonesia
Erupsi Gunung Anak Krakatau Berakhir, Dinamika Kegempaan Masih Tinggi
Potensi bahaya utama berupa lontaran batu pijar dan hujan abu lebat, serta potensi aliran lava jika erupsi menerus kembali terjadi
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 07 September 2026
Erupsi Gunung Anak Krakatau Berakhir, Dinamika Kegempaan Masih Tinggi
Indonesia
Hujan Abu Melanda? Ini Pilihan Pakaian dan Skincare Tepat untuk Melindungi Kulit dari Abu Vulkanik
Hujan abu melanda? Jangan panik dan asal gosok kulit! Temukan cara melindungi kulit dari abu vulkanik lewat trik berpakaian dan skincare langsung dari dokter spesialis di sini
Angga Yudha Pratama - Senin, 07 September 2026
Hujan Abu Melanda? Ini Pilihan Pakaian dan Skincare Tepat untuk Melindungi Kulit dari Abu Vulkanik
Bagikan