Gunung Lawu Terbakar, Pemkab Karanganyar Tetapkan Status Tanggap Darurat 14 Hari

Dwi AstariniDwi Astarini - 1 jam, 51 menit lalu
Gunung Lawu Terbakar,  Pemkab Karanganyar Tetapkan Status Tanggap Darurat 14 Hari

Petugas berusaha padamkan karhutla di Gunung Lawu, Karanganyar, Jateng, Senin (19/10). (Dok.BPBD Karanganyar)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - BUPATI Karanganyar Rober Cristanto menetapkan status tanggap darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Gunung Lawu. Status tanggap darurat bencana karhutla tersebut berlangsung selama 14 hari terhitung berlaku mulai Sabtu (17/10) malam.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Karanganyar Sugiharjo mengatakan status tanggap darurat bencana karhutla Gunung Lawu ini dilakukan setelah beberapa hari kebakaran tak kunjung padam.

“Penetapan status ini dilakukan untuk memaksimalkan upaya penanganan kebakaran yang memasuki hari keempat ini,” ujar Sugiharjo, Senin (19/10).

Ia mengatakan petugas gabungan dari TNI-Polri, relawan, Perhutani, Basarnas, dan unsur terkait lainnya sejauh ini masih terus berupaya memadamkan titik api di kawasan Gunung Lawu.

“Kami juga telah berkoordinasi dengan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) dan pemerintah provinsi terkait dengan status tanggap darurat,” katanya.

Baca juga:

Kebakaran Hutan, Jalur Pendakian Gunung Lawu Ditutup




Dia mengatakan jumlah titik api sudah mulai berkurang. Hal itu terlihat dari pemantauan thermal drone. "Berdasarkan pemantau drone termal, titik api yang masih terpantau berada di atas Begodani. Kami memusatkan upaya penanganan dari pos induk di daerah tersebut untuk padamkan api," paparnya.

Jumlah personel yang terlibat dalam penanganan karhutla, kata dia, sejauh ini cukup banyak. Di pos induk tercatat sekitar 115 personel, sedangkan di Pos 2 Cemoro Kandang terdapat sekitar 40 personel.


"Di pos Tambak terdapat sekitar 133 personel, termasuk tambahan personel dari Brimob. Kami memaksimalkan semua petugas,” katanya.


Sugiharjo mengaku petugas menghadapi sejumlah kendala dalam proses pemadaman karena kondisi medan yang terjal, kawasan hutan, serta angin kencang menyulitkan upaya penanganan kebakaran. "Kami gunakan untuk pemadaman masih bersifat konvensional atau manual. Petugas melakukan pemadaman dengan membuat sekat api atau aliran serta menggunakan peralatan gepyok," pungkasnya.

Diketahui, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lereng Gunung Lawu, wilayah Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, mencapai 100 hektare. Atas kejadian tersebut Kapolda Jateng Irjen Pol Roy Hardi Siahaan mendorong status tanggap darurat bencana

Hal itu diungkapkan Roy saat meninjau Posko Penanganan Karhutla Gunung Lawu di Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Sabtu (17/10).

Kapolda mengapresiasi kerja keras satgas gabungan yang terus melokalisasi pergerakan api. Pemadaman darat di atas lereng saat ini sangat terbatas karena hanya mengandalkan peralatan konvensional.

"Kita sudah mulai melokalisasi, tetapi memang kondisinya untuk naik ke atas itu tidak memungkinkan dengan menggunakan alat-alat apapun selain alat-alat konvensional sehingga kita menggunakan alat apa adanya," kata Roy, Sabtu (17/10).(Ismail/Jawa Tengah)

Baca juga:

Pendaki Gunung Lawu Ditemukan Tewas di Atas Aliran Sungai Bukit Mitis

#Kawasan Wisata Gunung Lawu #Kebakaran Hutan Dan Lahan (Karhutla) #Kabupaten Karanganyar
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Gunung Lawu Terbakar, Pemkab Karanganyar Tetapkan Status Tanggap Darurat 14 Hari
TNI-Polri, relawan, Perhutani, Basarnas, dan unsur terkait lainnya sejauh ini masih terus berupaya memadamkan titik api di kawasan Gunung Lawu.
Dwi Astarini - 1 jam, 51 menit lalu
Gunung Lawu Terbakar,  Pemkab Karanganyar Tetapkan Status Tanggap Darurat 14 Hari
Indonesia
Asap Karhutla Menjauh dari Jabodetabek, Kualitas Udara masih tak Sehat
Asap karhutla sempat memasuki wilayah Jawa bagian barat, termasuk Jabodetabek, pada Jumat (16/10).
Dwi Astarini - 2 jam, 19 menit lalu
Asap Karhutla Menjauh dari Jabodetabek, Kualitas Udara masih tak Sehat
Indonesia
Kapolri Usut 98 Kasus Karhutla, Ungkap Dugaan Keterlibatan Pihak Asing
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menyebut Polri mengusut 98 kasus karhutla dan mendalami dugaan keterlibatan pihak asing, termasuk dari negara tetangga.
Ananda Dimas Prasetya - 2 jam, 52 menit lalu
Kapolri Usut 98 Kasus Karhutla, Ungkap Dugaan Keterlibatan Pihak Asing
Indonesia
Mendagri Tito Karnavian Ungkap Sejumlah Langkah Tangani Karhutla, dari Surfaktan hingga Dry Ice
Tito Karnavian menjelaskan penggunaan surfaktan dan modifikasi cuaca untuk menangani karhutla di lahan gambut. Dry ice dimanfaatkan untuk bantu mengurangi asap.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
Mendagri Tito Karnavian Ungkap Sejumlah Langkah Tangani Karhutla, dari Surfaktan hingga Dry Ice
Indonesia
DKI Lakukan Pemantauan Real Time Hadapi Dampak Asap Karhutla Masuk Jakarta
Pemprov DKI menyiapkan dan mengaktifkan penyemprotan water must (kabut air) yang terpasang di 179 perangkat pada 145 gedung di berbagai lokasi.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Oktober 2026
DKI Lakukan Pemantauan Real Time Hadapi Dampak Asap Karhutla Masuk Jakarta
Indonesia
Prabowo Panggil Beberapa Menteri ke Istana Bahas Karhutla
Pemanggilan para pejabat tersebut untuk mengikuti rapat terbatas yang akan membahas mengenai perkembangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah di Indonesia.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Oktober 2026
Prabowo Panggil Beberapa Menteri ke Istana Bahas Karhutla
Indonesia
Terpapar Asap Karhutla, Warga Non DKI Bisa Gunakan Fasilitas Kesehatan Jakarta
31 rumah sakit yang dimiliki Pemda DKI, 44 Puskesmas, serta 292 Puskesmas Pembantu untuk disiagakan bagi warga yang membutuhkan pertolongan.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Oktober 2026
Terpapar Asap Karhutla, Warga Non DKI Bisa Gunakan Fasilitas Kesehatan Jakarta
Indonesia
BMKG Prediksi Sejumlah Wilayah Masih Kering hingga 24 Oktober, Waspadai Karhutla
BMKG memperkirakan kondisi relatif kering masih berlanjut di sejumlah wilayah Indonesia pada 17–24 Oktober 2026. Masyarakat juga diminta membatasi aktivitas di luar ruangan apabila kualitas udara memburuk akibat asap karhutla.
Frengky Aruan - Senin, 19 Oktober 2026
BMKG Prediksi Sejumlah Wilayah Masih Kering hingga 24 Oktober, Waspadai Karhutla
Indonesia
Asap Karhutla Dirasakan di Jakarta, Pemprov Minta Warga Pakai Masker N95 atau KN95
warga juga diminta memantau kualitas udara melalui kanal resmi BMKG, Kementerian Lingkungan Hidup, atau Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Oktober 2026
Asap Karhutla Dirasakan di Jakarta, Pemprov Minta Warga Pakai Masker N95 atau KN95
Indonesia
Karhutla Meluas, 2.458 Penerbangan Domestik dan Internasional Alami Delay dan Pembatalan
Selama 13–17 Oktober 2026, dampak kabut asap meluas hingga Sulawesi, Maluku, dan Maluku Utara, selain di Kalimantan, Papua, dan Sumatera
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Oktober 2026
Karhutla Meluas, 2.458 Penerbangan Domestik dan Internasional Alami Delay dan Pembatalan
Bagikan