GP Ansor Bakal Kirim 1.000 Kader ke Jepang. Ada Apa, Ya?
Ilustrasi GP Ansor. (Istimewa)
MerahPutih.com - Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sulawesi Selatan di bawah bimbingan LPK Ashabi bekerja sama Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi meluncurkan program Magang bagi 1.000 kader Ansor untuk dikirim ke Japan selama tiga tahun.
"Ini bertujuan memberi pelatihan sambil bekerja guna mempersiapkan tenaga kerja terampil, kompeten, dan produktif, agar sekembalinya di tanah air bisa mengembangkan potensinya," kata Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Sulsel Rusdi Idrus di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (4/12).
Sementara, Ketua LPK Ashabi Arsyad Mubarak pada pertemuan di kantor BLKI Sulsel mengemukakan, pemagangan diartikan sebagai bagian dari sistem pelatihan kerja yang diselenggarakan oleh GP Ansor Sulsel dan LPK Ashabi Cabang Sulsel.
Pihaknya berusaha untuk menyalurkan potensi Sumber Daya Manusia (SDM) yang akan dilatih menjadi tenaga kerja berkualitas, sesuai dengan standar tenaga kerja di Jepang.
"Para peserta magang dilatih dan dibina tenaga pengajar yang telah terlatih di bidangnya masing-masing untuk meningkatkan kapasitas dan pengetahuannya sebelum berada di Jepan," kata Arsyad.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Makassar, Andi Irwan Bangsawan dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa program magang ke Jepang akan memberikan kontribusi terhadap pengurangan pengangguran.
Bahkan, apabila setelah kepulangan dari Jepang, alumni magang mampu membuka usaha mandiri yang menyerap banyak tenaga kerja.
"Saya bangga dengan Ansor sebuah organisasi yang mendapat kepercayaan penuh dari Pemerintah Pusat untuk program magang ini, meski kami tidak dapat jatah. (*)
Sumber: ANTARA
Bagikan
Berita Terkait
Gus Ulil: Angkatan Muda NU Pelapor Komika Pandji Bukan Organisasi Resmi PBNU
Pemuda Pemidana Komika Pandji Klaim Wakili Suara Anak Muda NU dan Muhammadiyah
Gus Yahya Tegaskan Konflik PBNU Telah Selesai, Kepengurusan Kembali Kesemula
Musyawarah Kubro di Lirboyo Didorong Jadi Jalan Islah Pengurus PBNU
Gus Yahya Tolak Hasil Rapat Pleno, Ingatkan Tertib Anggaran Dasar
Rais Aam Tidak Hadir, Rapat Pleno PBNU Kubu Gus Yahya Ditunda
Pleno Syuriyah Tetapkan Zulfa Mustofa Jadi Pejabat Ketum PBNU Gantikan Gus Yahya
Konflik PBNU Akibat Konsesi Tambang, Gus Yahya: Itu Manuver Politik
Syuriyah PBNU Gelar Rapat Pencopotan, Gus Yahya: Hanya Muktamar Yang Bisa Berhentikan
Sesepuh NU Lihat Kekeliruan Gus Yahya Serius, Tapi Minta Pleno Tetapkan Pj Ketum PBNU Ditunda