Google Mewajibkan Iklan Politik yang Memakai AI untuk Mengungkapkan Aspeknya
Ada beberp bagian yang harus ditandai bila menggunakan AI. (Unsplash/Steve Johnson)
BERANGKAT dari pilpres Amerika Serikat di tahun 2024 yang berpotensi memakai teknologi kecerdasan buatan (AI). Dengan perkembangan teknologi AI yang sedang naik daun belakangan ini, Google mengeluarkan kebijakan baru yang berhubungan dengan penggunaan AI.
Dalam upaya untuk membendung arus disinformasi menjelang pemilu yang diperkirakan akan menjadi pemilu yang penuh perdebatan. Maka Google pada hari Rabu 6 September mengumumkan mewajibkan para pengiklan politik untuk mengungkapkan secara gamblang setiap kali iklan mereka memakai AI, termasuk alat-alat AI yang digunakan.
Baca Juga:
Aturan baru ini akan didasarkan pada kebijakan memanipulasi media yang sudah ada dan akan mulai berlaku pada bulan November tahun ini.
Menngutip dari The Hill, Google menyebut bahwa mengingat semakin maraknya alat yang menghasilkan konten sintetis, mereka memperluas kebijakannya selangkah lebih maju. Mereka mewajibkan pengiklan untuk mengungkapkan iklan pemilu dengan menyertakan materi yang telah diubah atau dibuat secara digital.
Pengeditan kecil seperti seperti mengubah ukuran gambar, perubahan minor pada latar belakang atau koreksi warna akan tetap diizinkan. Pengeditan yang ditandai adalah menggambarkan orang atau sesuatu yang melakukan hal-hal yang tidak pernah dilakukan atau yang mengubah yang sebenarnya terjadi.
Baca Juga:
Iklan yang menggunakan aspek AI harus memberi label dengan 'jelas dan mencolok' yang mudah dilihat oleh pengguna, sesuai dengan kebijakan Google. Iklan akan dimoderasi terlebih dahulu melalui sistem penyaringan otomatis Google dan kemudian ditinjau oleh staf sesuai kebutuhan.
Tindakan Google ini berlawanan dengan perusahaan-perusahaan lain di media sosial. Twitter atau sekarang dikenal dengan nama X, baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka akan mengizinkan iklan politik di situsnya. Sementara Meta terus mendapat sorotan atas upaya moderasi iklan yang kurang baik.
The Federal Election Commission mulai mempertimbangkan masalah ini. Bulan lalu badan ini meminta opini publik untuk mengubah peraturan yang sudah ada. Mereka melarang kandidat atau agen untuk berlaku curang, salah mengartikan kandidat atau partai politik lain. Untuk mengklarifikasi bahwa larangan hukum terkait juga berlaku untuk iklan kampanye Kecerdasan Buatan yang tujuannya untuk menipu. (aqb)
Baca Juga:
Bagikan
Berita Terkait
Tutorial Mudah Bikin Tren Photomontage Feed Sosmed Ala 'Zootopia 2' Pakai OPPO Reno 15 Series
OPPO Reno 15 Series Usung Desain 'Dancing Aurora', Terinspirasi dari Fenomena Alam Langka
OPPO Reno 15 Perkenalkan Fitur AI Flash Photography 2.0, Selfie Minim Cahaya Jadi Lebih Maksimal!
POCO X8 Pro Max Muncul di Sertifikasi BIS, Sudah Siap Meluncur Global?
Vivo X300 Ultra Siap Masuk Indonesia, Sudah Kantongi Sertifikasi TKDN!
Simak Nih! Cara Pakai StandBy Mode iPhone iOS 17: Tips dan Kustomisasi
Desain Layar iPhone 18 Mulai Terungkap, Model Pro Alami Perubahan Besar
Apple Makin Dekat Rilis iPhone Lipat, Dikabarkan Meluncur September 2026
Xiaomi 17 Max Bakal Bawa Baterai 8.000mAh, ini Spesifikasi Lengkapnya
OPPO Reno 15 FS 5G Akhirnya Meluncur, Bawa Baterai 6.500mAh dan 3 Kamera 50MP!