Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Google Lens Mampu Membaca Tulisan 'Unik' Dokter

Andrew FrancoisAndrew Francois - Selasa, 20 Desember 2022
Google Lens Mampu Membaca Tulisan 'Unik' Dokter

Teknologi baru Google. (Foto: Unsplash/Claudio Schwarz)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SEBAGIAN besar dokter menulis resep obat dengan 'seni', sehingga hampir tidak mungkin bagi pasien mereka untuk memahami apa yang mereka tulis. Masalah ini telah ada selama beberapa dekade dan banyak perusahaan teknologi telah berusaha menyelesaikannya meski tidak memberikan banyak hasil.

Berangkat dari isu tersebut, Google mencoba menerjemahkan teks tulisan tangan yang sangat sulit dibaca mata manusia biasa itu. Laman Tech Crunch melansir, bahwa raksasa search engine tersebut telah bekerja sama dengan apoteker untuk mencari cara menguraikan tulisan tangan dokter.

Kerja sama Google dengan apoteker itu menghasilkan Google Lens, sebuah alat besutan Google yang mampu memecahkan kode catatan medis yang ditulis dengan berantakan. Google Lens merupakan alat pengenalan objek multiguna bertenaga AI yang dapat mendeteksi objek, seperti produk, tumbuhan, spesies, satwa, hingga bahasa.

Baca juga:

Mengenal Google Collection, Fitur Baru yang Resmi Diluncurkan Hari Ini

Tulisan dokter terkenal sulit dibaca. (Foto: Pexels/Pavel Danilyuk)

Fitur tersebut saat ini masih dalam tahap prototipe penelitian dan belum siap untuk umum. Namun bila sudah siap digunakan, fitur ini memungkinkan pengguna untuk mengambil gambar resep atau mengunggahnya dari galeri foto ponsel. Setelah diproses, aplikasi akan mendeteksi dan menyorot obat-obatan yang disebutkan dalam catatan dokter itu.

“Fitur ini akan bertindak sebagai teknologi bantuan untuk mendigitalisasikan dokumen medis tulisan tangan, namun tidak ada keputusan yang akan dibuat hanya berdasarkan hasil bacaan yang disediakan oleh teknologi ini,” kata seorang eksekutif dari perusahaan itu.

Seluruh presentasi tentang teknologi baru tersebut dipresentasikan di sebuah acara tahunan Google di India. Acara tersebut memang rutin digelar untuk memaparkan lusinan perkembangan teknologi baru dari Google. Perusahaan itu juga tengah mengembangkan teknologi yang mampu memadukan 100 bahasa di India.

Baca juga:

Google Resmi 'Membuang' Stadia?

Google masih mengembangkan teknologinya. (Foto: Unsplash/ThisisEngineering RAEng)

India memang dikenal sebagai pasar utama bagi Google, atas kontribusinya yang telah mengumpulkan lebih dari setengah miliar pengguna di negara tersebut. Namun, pasar itu juga menjadi salah satu yang terberat bagi Google di pasar Asia Selatan, di mana mereka telah ditampar dua kali oleh regulator antimonopoli India dalam beberapa bulan terakhir.

Namun, kembali ke teknologi baru Google yang tadi, sayangnya perusahaan belum berencana untuk meluncurkan fitur tersebut dalam waktu dekat. Saat ini, Google masih mengembangkan teknologinya, dan belum ada rencana maupun penetapan tanggal tetap untuk fitur itu bisa dirilis ke publik. (waf)

Baca juga:

Inilah Google Doodle dari Masing-masing Negara yang Ikut Piala Dunia

#Teknologi #Google
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Andrew Francois

I write everything about cars, bikes, MotoGP, Formula 1, tech, games, and lifestyle.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Tekno
Samsung Galaxy Z Flip 8 Meluncur dengan Fitur AI Baru, Segini Harga dan Spesifikasinya
Samsung Galaxy Z Flip 8 resmi meluncur. HP tersebut hadir dengan fitur-fitur AI terbaru.
Soffi Amira - Kamis, 23 Juli 2026
Samsung Galaxy Z Flip 8 Meluncur dengan Fitur AI Baru, Segini Harga dan Spesifikasinya
Tekno
POCO X8 Kantongi Sertifikasi NBTC dan IMDA, Bakal Bawa Baterai 9.000 mAh?
POCO X8 kini muncul di sertifikasi NBTC dan IMDA. HP tersebut merupakan rebranding dari Redmi Note 17 5G.
Soffi Amira - Rabu, 22 Juli 2026
POCO X8 Kantongi Sertifikasi NBTC dan IMDA, Bakal Bawa Baterai 9.000 mAh?
Tekno
Redmi Note 17 Pro Max Kantongi Sertifikasi NBTC, Bawa Baterai Super Besar!
Redmi Note 17 Pro Max muncul di sertifikasi NBTC Thailand. HP itu membawa kamera 200MP dan baterai 10.000mAh.
Soffi Amira - Selasa, 21 Juli 2026
Redmi Note 17 Pro Max Kantongi Sertifikasi NBTC, Bawa Baterai Super Besar!
Tekno
OPPO Find X10 Lolos Sertifikasi, Spesifikasi dan Jadwal Rilisnya Mulai Terungkap
OPPO Find X10 kabarnya meluncur September 2026. HP ini sudah lolos sertifikasi dan siap diluncurkan.
Soffi Amira - Sabtu, 18 Juli 2026
OPPO Find X10 Lolos Sertifikasi, Spesifikasi dan Jadwal Rilisnya Mulai Terungkap
Indonesia
Keuntungan Ekonomi dari AI tak Boleh hanya Dirasakan Pengusaha Besar
Pemerintah diharap dapat memastikan distribusi manfaat ekonomi dari AI berlangsung lebih adil.
Dwi Astarini - Kamis, 16 Juli 2026
Keuntungan Ekonomi dari AI tak Boleh hanya Dirasakan Pengusaha Besar
Tekno
Bocoran Redmi Note 17 Global Terungkap, Spesifikasinya Berbeda dari Versi China
Redmi Note 17 versi global kini sudah bocor. Namun, HP tersebut akan meluncur sebagai POCO M8 Power.
Soffi Amira - Kamis, 16 Juli 2026
Bocoran Redmi Note 17 Global Terungkap, Spesifikasinya Berbeda dari Versi China
Indonesia
Ingat! Hal Ini Yang Tidak Ada Tergantikan Oleh AI
AI pada dasarnya bekerja berdasarkan data dan instruksi yang diberikan manusia sehingga cenderung hanya mampu bereaksi terhadap apa yang dipelajarinya.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 16 Juli 2026
Ingat! Hal Ini Yang Tidak Ada Tergantikan Oleh AI
Tekno
Redmi Note 17 Pro Meluncur dengan Baterai Jumbo 9.000 mAh, Harganya Mulai Rp 4,2 Juta
Redmi Note 17 Pro resmi meluncur di Tiongkok. HP ini membawa baterai 9.000mAh. Berikut spesifikasi lengkapnya.
Soffi Amira - Rabu, 15 Juli 2026
Redmi Note 17 Pro Meluncur dengan Baterai Jumbo 9.000 mAh, Harganya Mulai Rp 4,2 Juta
Tekno
Redmi Note 17 Resmi Meluncur, Bawa Layar OLED 7 Inci dan Baterai Jumbo 8.000 mAh
Redmi Note 17 resmi meluncur di Tiongkok. HP ini memadukan layar dan baterai besar. Berikut spesifikasi lengkapnya.
Soffi Amira - Rabu, 15 Juli 2026
Redmi Note 17 Resmi Meluncur, Bawa Layar OLED 7 Inci dan Baterai Jumbo 8.000 mAh
Lifestyle
Indonesia Masuk Wilayah Tercepat Penggunaan Gemini, Prompt Gunakan Bahasa Lokal
Laporan menunjukkan 75 persen permintaan kepada Gemini di kawasan berasal dari perangkat seluler. Lebih dari 40 persen perintah telah menggunakan masukan multimodal berupa suara, foto, atau video
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 15 Juli 2026
Indonesia Masuk Wilayah Tercepat Penggunaan Gemini, Prompt Gunakan Bahasa Lokal
Bagikan