Golkar: Prabowo Butuh Waktu untuk Evaluasi Menteri, Reshuffle Belum Mendesak
Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Muhammad Sarmuji saat memberikan keterangan kepada awak media di kawasan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (7/5/2025). ANTARA/Narda Margaretha Sinambela
Merahputih.com - Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Muhammad Sarmuji menilai keputusan Presiden Prabowo Subianto untuk tidak merombak kabinet (reshuffle) dalam waktu dekat adalah karena ia masih memerlukan waktu untuk mengevaluasi kinerja para menteri.
"Presiden masih membutuhkan waktu untuk mengevaluasi menteri-menterinya," kata Sarmuji, Senin (16/6).
Menurut Sarmuji, evaluasi kinerja kementerian tidak bisa dilakukan dalam jangka pendek.
Baca juga:
Tidak Adanya Reshuffle Dalam Waktu Dekat, Kerja Menteri Tidak Menimbulkan Kontroversi
Ia menganalogikannya dengan menanam pohon atau buah yang tidak bisa langsung dipetik hasilnya dalam beberapa bulan, apalagi buah durian, yang membutuhkan waktu lebih lama untuk berbuah.
Sarmuji juga mengemukakan kemungkinan lain, yaitu Presiden Prabowo mungkin menilai kinerja para menteri di Kabinet Merah Putih sudah cukup baik, sehingga reshuffle tidak mendesak.
Namun, ia menegaskan bahwa reshuffle kabinet sepenuhnya adalah hak prerogatif presiden. Oleh karena itu, publik diminta menunggu keputusan Presiden Prabowo terkait siapa yang akan dirombak, kapan, dan bagaimana komposisinya.
Baca juga:
Tanggapi Isu Reshuffle Kabinet, Ketum Golkar: Jangan Ambil yang Bukan Hak Kita
"Hanya Presiden yang tahu dan hanya Presiden yang punya kewenangan mutlak itu," katanya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto sendiri telah menegaskan bahwa tidak ada rencana reshuffle karena ia menilai timnya bekerja dengan baik. Ia menambahkan bahwa kritik terhadap kinerja pemerintah adalah hal yang wajar dalam sistem demokrasi, dan para menterinya saat ini bekerja dengan solid.
Bagikan
Angga Yudha Pratama
Berita Terkait
Penertiban Kawasan Hutan Jadi Prioritas, Prabowo Gelar Ratas di Sela Lawatan ke London
Prabowo Tiba di London, Dijadwalkan Bertemu PM Keir Starmer dan Raja Charles III
Presiden Prabowo Subianto Tiba di Inggris Perkuat Kemitraan Strategis dan Diplomasi Ekonomi Global
Presiden Prabowo Akan Bertemu PM Inggris, Juga Raja Charles III Bahas Pelestarian Alam dan Lingkungan Sebelum ke Swiss
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Pecat Sejumlah Menteri ketika Retret di Hambalang
[HOAKS atau FAKTA]: Seperti Venezuela, Donald Trump Ancam Tangkap Prabowo jika Lakukan Perusakan Terhadap Alam
Prabowo Instruksikan Yusril dan Menkum Bikin UU Tangkal Propaganda Asing
UKT Mahal Jadi Sorotan, DPR Apresiasi Pertemuan Prabowo dengan Para Guru Besar
[HOAKS atau FAKTA]: Pengaruh Menkeu Purbaya, Presiden Prabowo Sepakat Harga BBM Turun jadi Rp 7 Ribu Per Liter
Prabowo Kumpulkan 1.200 Rektor dan Guru Besar, Bahas Geopolitik dan Pendidikan