Ghufron dan Tanak Daftar Capim KPK, Siapa yang Lebih Kaya?

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Rabu, 17 Juli 2024
Ghufron dan Tanak Daftar Capim KPK, Siapa yang Lebih Kaya?

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron (MP/Ponco)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nurul Ghufron dan Johanis Tanak memutuskan maju lagi sebagai calon pimpinan (Capim) KPK 2024-2029. Di antara keduanya terungkap Ghufron "lebih kaya" ketimbang Tanak di tahun 2023.

Berdasarkan laman elhkpn.kpk.go.id yang diakses MerahPutih.com, Rabu (17/7), Johanis Tanak sudah menyetorkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) untuk periode 2023 pada 26 Februari 2024.

Isinya menyebutkan Tanak punya harta Tanah dan Bangunan sebesar Rp.5.964.200.000. Aset tanah Tanak ini berada di Kabupaten/Kota Karawang dan Jakarta Timur.

Adapun harta Tanak yang berupa alat transportasi senilai Rp 685.000.000. Tanak memiliki Mobil Toyota Corolla Sedan, Mobil Willys Universal Cj 7, Motor, KTM 350 Cc, Dan Mobil Honda Crz Sedan.

Baca juga:

Pansel: Pelamar Capim dan Dewas KPK Totalnya 525 Orang

Kemudian Tanak mempunyai harta bergerak Lainnya sebesar Rp.139.000.000 dan Kas atau setara kas sejumlah Rp. 4.423.350.499. Dengan demikian total harta keseluruhan Tanak ialah Rp 11.211.550.499.

Di sisi lain Ghufron ternyata punya harta yang lebih banyak dari Tanak. Hal itu didasarkan LHKPN yang dilaporkan Ghufron untuk periode 2023.

Tercatat total harta tanah dan bangunan Ghufron mencapai Rp. 14.060.000.000 yang sebagian besar berada di Jember, Jawa Timur. Adapun sisanya di Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Bogor.

Baca juga:

Daftar Capim KPK, Sudirman Said Singgung soal Membayar 'Utang' kepada Rakyat

Sedangkan kekayaan Ghufron di sektor alat transportasi sebesar Rp. 410.000.000 terdiri dari Mobil Toyota Innova Reborn Tahun 2016 dan Mobil Mitsubishi Minibus Tahun 2022.

Adapun harta bergerak lainnya dan surat berharga yang dimiliki Ghufron masing-masing sebesar Rp 122.769.600 dan Rp 300.000.000. Kemudian harta kas dan setara kas yang dipunyai Ghufron sebanyak Rp. 2.998.604.532 plus harta lainnya Rp 313.600.000.

Tapi Ghufron memiliki hutang sebesar Rp 410.000.000. Dengan begitu, total harta kekayaan Ghufron mencapai Rp 17.794.974.132. (Pon)

#KPK #Capim KPK
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
KPK Seret Dedi Congor Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai, Siapa Menyusul?
KPK resmi menetapkan Ahmad Dedi alias Dedi Congor sebagai tersangka baru dalam pusaran kasus suap pejabat Bea Cukai Kemenkeu. Simak update selengkapnya di sini!
Angga Yudha Pratama - Jumat, 30 Oktober 2026
KPK Seret Dedi Congor Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai, Siapa Menyusul?
Indonesia
KPK Geledah Kantor DLH Klaten Selama 7 Jam, Sejumlah Dokumen Disita
KPK menggeledah kantor DLH Klaten pada Kamis (29/10). Penyidik KPK membawa dua koper berisi barang bukti.
Soffi Amira - Jumat, 30 Oktober 2026
KPK Geledah Kantor DLH Klaten Selama 7 Jam, Sejumlah Dokumen Disita
Indonesia
KPK Hanya Geledah Kantor Bea Cukai Kudus, Tidak Bawa Pegawai
Ruwiya mengaku belum memperoleh informasi secara lengkap mengenai barang atau data yang dibawa tim KPK dari kantor tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Oktober 2026
KPK Hanya Geledah Kantor Bea Cukai Kudus, Tidak Bawa Pegawai
Indonesia
KPK Geledah Bea Cukai dan Pabrik Rokok di Kudus
Di tengah kegiatan penggeledahan, aktivitas pelayanan dan pekerjaan pegawai di kantor tersebut masih berlangsung.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Oktober 2026
KPK Geledah Bea Cukai dan Pabrik Rokok di Kudus
Indonesia
KPK Masih Tutup Rapat Jadwal Panggilan Pemeriksaan Ketiga Nusron Wahid
KPK masih merahasiakan jadwal pemanggilan ketiga Menteri ATR/BPN Nusron Wahid terkait dugaan suap HGB Summarecon Bogor. Cek info selengkapnya!
Wisnu Cipto - Rabu, 28 Oktober 2026
KPK Masih Tutup Rapat Jadwal Panggilan Pemeriksaan Ketiga Nusron Wahid
Indonesia
KPK Periksa Sestama BNPB Rustian sebagai Saksi Kasus Dugaan Korupsi
Ia menjalani pemeriksaan selama kurang lebih tujuh jam sebagai saksi dalam perkara dugaan korupsi di lingkungan BNPB.
Dwi Astarini - Selasa, 27 Oktober 2026
KPK Periksa Sestama BNPB Rustian sebagai Saksi Kasus Dugaan Korupsi
Indonesia
Dilepas Pasca-OTT, Sestama BNPB Rustian Kembali Diperiksa KPK Lagi Hari Ini
Sestama BNPB Rustian kembali diperiksa KPK terkait dugaan korupsi dana siap pakai penanganan bencana usai sempat dilepas saat OTT. Cek faktanya di sini!
Wisnu Cipto - Selasa, 27 Oktober 2026
Dilepas Pasca-OTT, Sestama BNPB Rustian Kembali Diperiksa KPK Lagi Hari Ini
Indonesia
Usul Cerdas KPK di RUU Perampasan Aset: Harta Pejabat di Luar LHKPN Bisa Dirampas Negara
KPK mengusulkan RUU Perampasan Aset agar berwenang menyita harta pejabat yang tidak dilaporkan di LHKPN. Simak ulasan dan fakta hukum lengkapnya di sini!
Wisnu Cipto - Selasa, 27 Oktober 2026
Usul Cerdas KPK di RUU Perampasan Aset: Harta Pejabat di Luar LHKPN Bisa Dirampas Negara
Berita Foto
Suhendrik Jalani Pemeriksaan Lanjutan Kasus Korupsi Iklan Bank BJB
Tersangka Direktur PT Wahana Semesta Bandung Ekspres (WBE) Suhendrik, usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (23/10/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 23 Oktober 2026
Suhendrik Jalani Pemeriksaan Lanjutan Kasus Korupsi Iklan Bank BJB
Indonesia
Geledah Kantor BPK dan 2 Rumah di Jateng, KPK Menyita Uang Diduga Hasil Korupsi
Kasus tersebut bermula ketika KPK melakukan operasi tangkap tangan dengan menangkap Hamenang, Kepala Perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan Jawa Tengah
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 23 Oktober 2026
Geledah Kantor BPK dan 2 Rumah di Jateng, KPK Menyita Uang Diduga Hasil Korupsi
Bagikan