Merahputih.com - Ada-ada saja tingkah George Russell usai menuntaskan sesi kualifikasi sprint F1 Belanda di Sirkuit Zandvoort.
Pembalap Mercedes berusia 28 tahun ini berseloroh bahwa kabar bahagianya bersama sang kekasih, Carmen Montero Mundt, menjadi alasan di balik keberhasilannya menyabet sprint pole F1 Belanda 2026.
Hasil manis di Zandvoort ini seolah menjadi ajang pembuktian Russell usai mengarungi paruh pertama musim yang penuh tekanan.
Baca juga:
Belajar dari F1 yang Pindah ke Sepang, Akankah MotoGP Qatar 2026 Pakai Rencana Cadangan?
Mengandalkan Mercedes-AMG F1 W17 E Performance, pembalap asal Inggris tersebut sukses mempecundangi dua rival terberatnya, Lando Norris dan Charles Leclerc. Torehan ini sekaligus menjadi koleksi sprint pole ketiganya sepanjang musim kompetisi 2026.
Becandaan Beban Cincin dan Angin Segar Usai Liburan

Momen libur musim panas kemarin memang terasa spesial bagi Russell. Pemenang tujuh gelar Grand Prix tersebut resmi melamar Carmen.
Menariknya, lewat percakapan radio tim persis setelah melintasi garis finis, Russell melontarkan kelakar lucu. Ia menyebut mobilnya bisa melaju lebih kencang karena tidak lagi membawa beban cincin pertunangan di kantongnya.
Meskipun kabar bahagia ini sempat jadi bahan perbincangan hangat di paddock, Russell langsung mengalihkan fokus penuh begitu memegang kendali kemudi.
Senang rasanya bisa balapan lagi setelah liburan. Zandvoort selalu punya tempat khusus di hati saya, lintasan ini benar-benar menuntut komitmen penuh dari pembalap,
ungkap George Russell saat diwawancarai seusai keluar dari kokpit.
Ia tidak menampik bahwa periode sebelum jeda musim panas terasa cukup menyiksa, terutama ketika performanya kerap dibandingkan dengan rekan setimnya di Mercedes, Kimi Antonelli.
Jujur saja, akhir paruh pertama musim kemarin terasa sangat berat bagi kami. Rasanya sudah lama sekali saya tidak berdiri di posisi ini untuk melakukan wawancara pemenang. Jadi ya, momen ini terasa sangat luar biasa,
tambah pembalap bernomor mobil 63 tersebut.
Catatan Kunci Kecepatan George Russell di Zandvoort
Mengamankan posisi terdepan pada sesi kualifikasi singkat ini jelas bukan perkara gampang. Russell membeberkan beberapa poin krusial yang menentukan hasil akhir di lintasan:
-
Manajemen Ban Ekstra Cepat: Kualifikasi sprint hanya memberikan satu kesempatan emas menggunakan kompon ban lunak (soft), sehingga tidak ada ruang untuk kesalahan sekecil apa pun.
-
Evolusi Cengkeraman Lintasan: Kondisi aspal Zandvoort terus mengalami peningkatan grip sepanjang sesi, membuat para pembalap harus pintar menentukan timing keluar sarang.
-
Persaingan Ketat Raksasa F1: Skuad McLaren dan Ferrari sejatinya tampil sangat kencang sejak awal, namun Russell mampu mengesekusi lap puncak pada waktu yang paling tepat.
Kemenangan di sesi kualifikasi ini menjadi modal berharga bagi Mercedes untuk mengarungi sisa akhir pekan GP Belanda 2026 dengan kepercayaan diri tinggi.