MerahPutih.com - Berselang beberapa hari setelah merilis album penuh keduanya bertajuk Berusaha di Bawah Hujan pada 15 Mei 2026, Idgitaf langsung melanjutkan langkah kreatifnya dengan menghadirkan video musik untuk lagu kolaborasinya bersama Hindia berjudul Masih Ada Cahaya.
Video musik ini menjadi materi visual pertama yang diperkenalkan Idgitaf dari era album terbarunya tersebut.
Masih Ada Cahaya hadir sebagai lagu reflektif yang berbicara mengenai proses pendewasaan dalam sebuah hubungan.
Melalui liriknya, lagu ini menggambarkan upaya seseorang memahami masa lalu pasangannya, termasuk menerima luka dan pengalaman hidup yang membentuk pribadi orang tersebut di masa kini.
Lagu Tentang Pendewasaan dan Menerima Luka Masa Lalu
Idgitaf mengungkapkan lagu tersebut dibuat untuk merepresentasikan dinamika hubungan antara laki-laki dan perempuan dalam sebuah relasi.
Dalam lagu itu, ia seolah berbicara langsung kepada sang kekasih, mencoba menenangkan dan meyakinkan bahwa harapan selalu ada, meski perjalanan menuju titik tersebut tidak mudah.
Kehadiran Hindia dinilai semakin memperkuat emosi dan narasi yang dibangun, baik secara musikal maupun visual.
Baca juga:
Hindia Hadirkan Single 'Kids', Terinspirasi Ikatan dengan Kucing Peliharaan
Dari sisi musikalitas, lagu emosional tersebut diproduseri duo Yupiter yang terdiri dari Rama Harto dan Luthfi Adianto.
Keduanya menghadirkan aransemen megah namun tetap terasa intim sehingga emosi dalam lagu tetap tersampaikan dengan kuat.
Visual Sinematik Garapan Yustinus Kristianto
Untuk penggarapan visual, Idgitaf mempercayakan kursi sutradara kepada Yustinus Kristianto.
Menariknya, konsep cerita dan pendekatan visual dalam video musik ini juga diarahkan langsung oleh Idgitaf agar terasa lebih personal dan dekat dengan pengalaman yang ingin ia sampaikan.
Bersama Hindia, kisah hubungan ibu dan anak yang mencoba menemukan cahaya di tengah luka diterjemahkan melalui visual emosional dan sinematik.
Video musik Masih Ada Cahaya juga membawa pesan mengenai trauma yang dapat hadir tanpa diduga, baik dari bentuk maupun waktunya.
Lagu dan visualnya memperlihatkan bahwa menghadapi trauma bukan perkara mudah karena luka batin sering kali menetap dalam perjalanan hidup seseorang.
Baca juga:
Lewat tangan Yustinus Kristianto dan arahan cerita dari Idgitaf, video musik ini dikemas dengan visual penuh kontras yang memperlihatkan benturan antara bayang-bayang trauma dan secercah harapan baru yang perlahan muncul di tengah perjalanan emosional seseorang. (Far)