Headline

Gabung Kabinet Jokowi, Pengamat Prediksi Gerindra Akan Ditinggalkan Para Pendukungnya

Eddy FloEddy Flo - Kamis, 17 Oktober 2019
Gabung Kabinet Jokowi, Pengamat Prediksi Gerindra Akan Ditinggalkan Para Pendukungnya

Pengamat politik Asep Warlan Yusuf (Foto: antaranews)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Partai Gerindra diprediksi akan ditinggalkan para pendukungnya dan bisa tergerus secara signifikan jika kadernya masuk dalam Kabinet Jokowi-Ma'ruf.

Hal ini disampaikan pengamat politik dari Universitas Parahyangan Bandung Asep Warlan Yusuf.

Baca Juga:

Gerindra Disebut Bakal Masuk Kabinet, Istana Minta Publik Tak Perlu Takut dan Panik

Lebih lanjut, Asep menilai para pendukung loyal Gerindra tentu kecewa lantaran partainya tidak menjadi oposisi.

"Ketika Gerindra bergeser dari posisi oposisi masuk ke dalam pemerintahan, mereka akan kecewa. (Pengaruhnya) Bisa jadi signifikan loh," kata Asep Warlan Yusuf saat dihubungi dari Jakarta, Rabu (16/10).

Guru Besar Fakultas Hukum Unpar itu melihat ada dua model pendukung pada Partai Gerindra, yakni pertama adalah mereka yang hanya mendukung Prabowo dalam Pilpres 2019, tanpa melihat partainya.

Pendukung tersebut, kata dia, tidak akan terlalu peduli sikap politik yang diambil Gerindra, baik di oposisi maupun koalisi karena orientasi mereka ke pilpres, bukan pemilihan anggota legislatif.

Prabowo dan Gerindra akan ditinggalkan pendukungnya jika masuk dalam Kabinet Jokowi-Ma'ruf
Presiden Joko Widodo bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subiyanto/Foto: Biro Pers Setpres

Menurut Asep Warlan, berbeda dengan tipe kedua yakni pendukung yang melihat sosok Prabowo dan Gerindra sebagai satu paket sehingga apapun langkah politik Gerindra sangat berpengaruh bagi mereka.

Ia mengatakan bukan tidak mungkin banyak kader-kader loyalis tipe kedua itu yang akan bergeser ke partai politik lain jika Gerindra mengambil langkah bergabung dengan pemerintahan. Apalagi, sambung dia, perolehan suara Gerindra di beberapa daerah unggul pada Pemilu 2019 yang didominasi pemilih yang melihat Prabowo dan Gerindra sebagai satu paket.

Meski hanya sedikit partai politik di kubu oposisi, Asep melihat kekuatan oposisi tetap akan berjalan karena masyarakat atau publik memiliki peranan mengkritisi kebijakan pemerintah yang tidak sejalan.

"Memang tidak ada istilah rakyat oposisi, tetapi masyarakat memang harus 'mengawal', kritis. Bantuan publik ini membuat kekuatan oposisi di parlemen akan lebih berperan," katanya.

Selain itu, kata dia, PDI Perjuangan juga telah menjalankan peran oposisi secara efektif selama sekitar 10 tahun pada pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

"PDI Perjuangan kan pernah mengalami hal sama (oposisi) selama 10 tahunan. Tetapi, mereka tidak kehabisan energi dan sumber daya, namun justru semakin kuat," kata Asep.

Baca Juga:

Gerindra Akui Belum Ada Deal Menteri dengan Presiden Jokowi

Prabowo bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (11/10), membahas masalah-masalah kebangsaan, serta membahas kemungkinan Partai Gerindra masuk dalam koalisi pendukung pemerintah.

Usai pertemuan tersebut, Prabowo secara berturut-turut melakukan safari politik ke Partai Nasdem (13/10), PKB (14/10) dan Partai Golkar (15/10).

Sementara itu, Juru bicara Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak sebagaimana dilansir Antara menyebutkan bahwa Prabowo telah menyodorkan konsepsi yang merupakan tiga poin yang disebut sebagai dorongan besar bagi Jokowi dan pemerintah.

Dahnil mengatakan dorongan besar untuk Jokowi dan pemerintahannya, meliputi ketahanan pangan, ketahanan energi, pertahanan, dan keamanan.

Menurut Dahnil, Gerindra tidak menutup diri jika konsepsi yang disodorkan itu berujung masuknya Gerindra ke koalisi partai pemerintahan.(*)

Baca Juga:

Prabowo Beberkan Tiga Sikap Politiknya dalam Rapimnas Gerindra, Apa Saja?

#Partai Gerindra #Pengamat Politik #Prabowo Subianto #Kabinet Kerja
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Berita Foto
Momen Presiden Prabowo Lantik Jenderal TNI Maruli Simanjuntak Sebagai Wakil Panglima TNI
Presiden Prabowo Subianto (kanan) memasang tanda pangkat kepada Jenderal TNI Maruli Simanjuntak saat pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Oktober 2026
Momen Presiden Prabowo Lantik Jenderal TNI Maruli Simanjuntak Sebagai Wakil Panglima TNI
Indonesia
Prabowo Lantik Dua Wamenhan Baru, Ini Pembagian Tugas Yusuf Jauhari dan Richard Tampubolon
Prabowo melantik Yusuf Jauhari dan Richard Tampubolon sebagai Wamenhan. Maulana Bungaran dan Alim Setiawan Slamet juga mendapat jabatan baru.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Oktober 2026
Prabowo Lantik Dua Wamenhan Baru, Ini Pembagian Tugas Yusuf Jauhari dan Richard Tampubolon
Indonesia
Kampung Ambon dan Kampung Boncos Digerebek Polisi, Perintah Langsung dari Prabowo
Kampung Ambon dan Boncos digerebek polisi. Hal itu berdasarkan perintah langsung Presiden RI, Prabowo Subianto.
Soffi Amira - Jumat, 09 Oktober 2026
Kampung Ambon dan Kampung Boncos Digerebek Polisi, Perintah Langsung dari Prabowo
Indonesia
Polemik Ijazah Gibran Masih Berlanjut, Pengamat Tekankan Pentingnya Kepastian Hukum
Polemik ijazah Wapres RI, Gibran Rakabuming Raka, kini belum mereda. Direktur P3S, Jerry Massie, menilai setiap calon pejabat negara harus memenuhi persyaratan.
Soffi Amira - Jumat, 09 Oktober 2026
Polemik Ijazah Gibran Masih Berlanjut, Pengamat Tekankan Pentingnya Kepastian Hukum
Indonesia
Pengamat Sebut Polemik Ijazah Gibran Belum Tertutup, Ada Peluang Pembahasan di DPR
Polemik ijazah Wapres RI, Gibran Rakabuming Raka, kemungkinan berlanjut ke DPR. Hal itu diungkapkan Direktur P3S, Jerry Massie.
Soffi Amira - Jumat, 09 Oktober 2026
Pengamat Sebut Polemik Ijazah Gibran Belum Tertutup, Ada Peluang Pembahasan di DPR
Indonesia
Kapasitas Listrik IWIP dan IMIP Lampaui Singapura, ini Dampaknya bagi Industri EV
IWIP dan IMIP memiliki kapasitas listrik yang melampaui Singapura. Lalu, apa dampaknya bagi industri EV?
Soffi Amira - Jumat, 09 Oktober 2026
Kapasitas Listrik IWIP dan IMIP Lampaui Singapura, ini Dampaknya bagi Industri EV
Berita Foto
Presiden Prabowo Subianto Luncurkan Program Hilirasisasi di Malut
Presiden Prabowo Subianto (tengah) meluncurkan program hilirisasi di kawasan industri Weda Bay, Halmahera Tengah, Maluku Utara, Kamis 8/10/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 08 Oktober 2026
Presiden Prabowo Subianto Luncurkan Program Hilirasisasi di Malut
Indonesia
Bongkar Isi Pertemuan 2 Jam dengan Prabowo, Jokowi: Bahas Bola, Ekonomi, hingga Politik
Jokowi mengungkap isi pertemuan dua jam dengan Prabowo di Kertanegara. Mereka membahas sepak bola, ekonomi, politik, hingga isu Pemilu 2029.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 08 Oktober 2026
Bongkar Isi Pertemuan 2 Jam dengan Prabowo, Jokowi: Bahas Bola, Ekonomi, hingga Politik
Indonesia
Pemerintah Belum Bahas Putusan MK soal Ijazah Gibran, Masih Tunggu Perkembangan
Istana belum bahas putusan MK soal ijazah Wapres RI, Gibran Rakabuming Raka. Hal itu diungkapkan Wamensesneg, Bambang Eko Suhariyanto.
Soffi Amira - Kamis, 08 Oktober 2026
Pemerintah Belum Bahas Putusan MK soal Ijazah Gibran, Masih Tunggu Perkembangan
Indonesia
Prabowo Luncurkan 11 Proyek Hilirisasi Rp 180 Triliun di IWIP Malut, Ekspor Perdana Baterai EV
Presiden RI, Prabowo Subianto, segera meluncurkan 11 proyek hilirisasi di IWIP Maluku Utara. Nantinya, ada ekspor perdana baterai EV.
Soffi Amira - Kamis, 08 Oktober 2026
Prabowo Luncurkan 11 Proyek Hilirisasi Rp 180 Triliun di IWIP Malut, Ekspor Perdana Baterai EV
Bagikan