Foxconn Masuk ke Dunia Otomotif
Foxconn mengambil diversifikasi usahanya di bidang otomotif. (Foto: Nikkei Asia)
PERAKIT iPhone Foxconn mengungkapkan tiga prototip kendaraan listrik yang merupakan bagian dari upaya mereka untuk menjadi pemain utama di industri otomotif.
Konglomerat Taiwan itu memamerkan SUV yang disebut Model C, sedan yang disebut Model E, dan bus yang dijuluki Model T, semuanya di bawah merek Foxtron.
Baca Juga:
Mengutip dari Verge, tampaknya Foxconn tidak berencana untuk membuat kendaraan ini sendiri. Sebaliknya, mereka ingin desainnya itu menjadi referensi. Yakni sebagai contoh kendaraan yang dapat dibangun di platform EV. Kemudian dapat disesaki dengan perangkat lunak otomotif yang rencananya akan di jual. Faktanya, Foxconn bukan pembuat prototipe itu. Mobil itu dibuat oleh perusahaan mobil Taiwan Yulun Motor. Sementara Foxconn sebagai pelanggan pertama untuk platformnya.
Terlepas dari itu kabarnya mobil yang dinamakan Model E itu dapat menempuh jarak 750 kilometer dengan sekali pengisian daya. Dalam uji kecepatan kendaraan ini kabarnya digeber mencapai 100 kilometer per jam dalam waktu kurang dari tiga detik. Sementara Model C menembus jarak tempuh 700km. Sementara uji kecepatannya hanya lebih lambat satu detik dari Model E.
Foxconn telah menghabiskan lebih dari setahun berbicara tentang ambisi besar yang dimilikinya untuk menjadi pemain di dunia otomotif. Ini merupakan bagian dari upaya melakukan diversifikasi dari ponsel, laptop, dan elektronik konsumen lainnya. Liu mengatakan dia ingin memiliki teknologi Foxconn di dalam lima persen dari semua kendaraan listrik yang dibuat pada tahun 2025.
Baca Juga:
Di samping upayanya sendiri, Foxconn telah membuat kesepakatan dengan pembuat mobil lain, pemasok, dan perusahaan rintisan kendaraan listrik.
Foxconn mengumumkan rencana untuk membeli bekas pabrik General Motors dari startup EV Lordstown Motors seharga USD230 juta (Rp3,2 triliun). Foxconn mengatakan akan memproduksi massal truk pickup listrik Lordstown Motors dan juga menggunakan beberapa ruang pabrik untuk membangun EV lainnya.
Foxconn memiliki kesepakatan strategis dengan pembuat mobil swasta terbesar di China, Geely, serta Fisker Inc., startup EV lainnya. Foxconn adalah salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia, tetapi menjadi terkenal karena gagal mengeksekusi beberapa ekspansi internasional besar. (jhn)
Baca Juga:
Bagikan
Berita Terkait
180 Brand Otomotif Siap 'Perang' Inovasi di IIMS 2026, Intip Bocorannya
IIMS 2026 Pecah Rekor Komunitas Terbanyak: Ada Drifter Amerika Hingga Iwan Fals, Cek Harga Tiketnya Di Sini
IIMS 2026 Siap Genjot Ekonomi Nasional Lewat Inovasi Otomotif, Target Transaksi Capai Rp 8 Triliun
Pemerintah Belum Putuskan Insentif Bagi Industri Otomotif, Fokus Kembangkan Mobil Nasional
Honda Ubah Logo H Legendaris, Desain Baru Debut Mulai 2027
Penutupan Feders Gathering 2025 Jadi Ajang Temu Komunitas Motor Matic
Peduli Bencana Sumatera Utara: Bantuan Pakaian dan Layanan Penggantian Oli Gratis untuk Warga Terdampak
VinFast Resmikan Pabrik Kendaraan Listrik di Subang, Tegaskan Komitmen Lokalisasi di Indonesia
Riding Bareng hingga Sharing Session, 'Sowan Nyaman' Rangkul Komunitas Motor Matic
Menilik Deretan Mobil Baru Mejeng di Ajang Otomotif Gaikindo Jakarta Auto Week 2025