Film

Film Tanah Air Berkompetisi di Festival Film Cannes 2023

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Sabtu, 29 April 2023
Film Tanah Air Berkompetisi di Festival Film Cannes 2023

Flim pendek karya Khozy Rizal. (Foto: Youtube@Lights On)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

FILM pendek karya sineas asal Makassar berjudul Basri & Salma in a Never-Ending Comedy akan menjadi film Indonesia pertama yang berkompetisi di Festival Film Cannes 2023. Ajang bergengsi itu akan diselenggarakan pada 16-27 Mei mendatang.

Film itu digarap oleh sutradara Khozy Rizal dan produser John Badalu yang berasal dari Makassar. Basri & Salma in a Never-Ending Comedy menjadi salah satu dari 11 film yang memperebutkan penghargaan Short Film Palme d'Or.

Seperti dilansir ANTARA, Kamis (27/4), Basri & Salma in a Never-Ending Comedy menjadi film Indonesia pertama yang berkompetisi di Festival Film Cannes sekaligus menjadi satu-satunya perwakilan dari Asia.

Film berdurasi 15 menit itu mengisahkan sepasang suami istri yaitu Basri (Arham Rizky Saputra) dan Salma (Rezky Chiki) yang bekerja bersama sebagai tukang odong-odong. Meskipun telah menikah selama lima tahun, mereka belum dikaruniai anak.

Baca juga:

Anggun dan Raline Tampil Cantik di Cannes Film Festival


Hal tersebut pun membuat keduanya mendapat tekanan dari keluarga dan saudara. Basri dan Salma pun akhirnya mengungkapkan alasan mengapa mereka belum juga memiliki anak.

Khozy mengaku mendapatkan inspirasi untuk cerita film buatannya dari kekagumannya dengan odong-odong yang sering dilihatnya di jalanan Kota Makassar. Khozy juga resah terhadap ekspektasi dari keluarga yang sering ia dapatkan ketika kumpul keluarga.

“Jadi, inspirasinya menggabungkan kekagumanku dengan odong-odong dan semacam keresahanku terhadap keluarga dengan segala ekspektasi kultural yang sering aku temui setiap kumpul keluarga,” kata Khozy.

Baca Juga:

Selebritas yang Pernah jadi Mak Comblang

Film Tanah Air Berkompetisi di Festival Film Cannes 2023
Siap berlaga di Festival Film Cannes 2023. (Foto: Instagram@Khozy Rizal)


Pembuatan film Basri & Salma in a Never-Ending Comedy melibatkan tim produksi dan pemain yang merupakan putra-putri Makassar. Film tersebut merupakan karya Khozy yang ketiga setelah film berjudul Makassar is a City for Football Fans (2021) dan Ride to Nowhere (2022).

John Badalu menjelaskan untuk distribusi dan pemutaran film Basri & Salma in a Never-Ending Comedy di beberapa festival lain akan diurus oleh salah satu perusahaan agen pemasaran dari Italia.

Penayangannya di Indonesia, lanjut John, akan membuka kesempatan bagi komunitas atau penyelenggara festival film yang tertarik. Sedangkan penayangan di Asia Tenggara akan memprioritaskan tayang di Singapura karena permintaan dari Singapore International Film Festival selaku sponsor film.

"Jadi, kita harus menunggu mereka dulu baru bisa memutar (film) di Asia Tenggara termasuk Indonesia,” tutup John. (and)

Baca Juga:

Dua Aksi Protes Warnai Festival Film Cannes

#Festival Film Cannes
Bagikan
Ditulis Oleh

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.

Berita Terkait

ShowBiz
Modal Rp 590 Miliar, Paramount Pecahkan Rekor Cannes Kalahkan Sony di Lelang Film Novel The Midnight Library
Paramount Pictures resmi memenangkan hak distribusi film adaptasi novel laris The Midnight Library senilai Rp 590 miliar.
Wisnu Cipto - Senin, 01 Juni 2026
Modal Rp 590 Miliar, Paramount Pecahkan Rekor Cannes Kalahkan Sony di Lelang Film Novel The Midnight Library
Fun
Neon Koleksi 7 Palme d'Or Lewat “Fjord”, Kukuhkan Status Raja Festival Film Cannes
Berbeda dengan penghargaan Oscar yang menekankan kelayakan rilis komersial, Palme d'Or lebih menitikberatkan pada kekuatan narasi dan visi artistik.
Wisnu Cipto - Kamis, 28 Mei 2026
Neon Koleksi 7 Palme d'Or Lewat “Fjord”, Kukuhkan Status Raja Festival Film Cannes
Fun
Fjord Sukses di Festival Cannes Sabet Penghargaan Palme d'Or, Sinopsisnya Bikin Merinding
Film besutan rumah produksi Neon berjudul 'Fjord' sukses mencuri perhatian saat diputar di ajang Cannes Film Festival 2026.
Wisnu Cipto - Rabu, 27 Mei 2026
Fjord Sukses di Festival Cannes Sabet Penghargaan Palme d'Or, Sinopsisnya Bikin Merinding
ShowBiz
Film 'Colony' Debut di Festival Cannes 2026, Karya Baru Sutradara 'Train to Busan' Laris Manis Diborong Distributor Dunia
Film Korea Colony karya Yeon Sang-ho sukses terjual ke berbagai negara jelang debut di Festival Film Cannes 2026. Dibintangi Gianna Jun dan Ji Chang-wook.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 13 Mei 2026
Film 'Colony' Debut di Festival Cannes 2026, Karya Baru Sutradara 'Train to Busan' Laris Manis Diborong Distributor Dunia
ShowBiz
4 Film Pendek Sineas Indonesia Siap Unjuk Taring di Festival Film Cannes 2026
Sejumlah film pendek karya sineas Indonesia dipastikan tampil di Festival Film Cannes 2026. Mulai dari karya Reza Rahadian hingga film yang dibintangi Prilly Latuconsina.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 12 Mei 2026
4 Film Pendek Sineas Indonesia Siap Unjuk Taring di Festival Film Cannes 2026
Fun
Heretiks Tayang Perdana di Festival Cannes, Film Horor Paling Ditunggu 2026
Film horor terbaru Heretiks karya Gregg Bishop siap debut di Festival Film Cannes.
Wisnu Cipto - Selasa, 05 Mei 2026
Heretiks Tayang Perdana di Festival Cannes, Film Horor Paling Ditunggu 2026
ShowBiz
'Zona Merah: Dead City' Siap Tembus Pasar Global, Debut di Cannes Film Market
Film Zona Merah: Dead City siap menembus pasar global dengan debut di Cannes Film Market. Simak cerita, pemain, dan fakta menariknya.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 02 Mei 2026
'Zona Merah: Dead City' Siap Tembus Pasar Global, Debut di Cannes Film Market
ShowBiz
Film Animasi Folk Prancis 'Twisted' Laris Manis di Festival Cannes 2025
Film animasi Twisted akan didistribusikan ke sejumlah negara pada 2027.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 22 Mei 2025
Film Animasi Folk Prancis 'Twisted' Laris Manis di Festival Cannes 2025
ShowBiz
Sineas Palestina Suarakan Peran Film di Cannes 2025, Dokumenter Bisa Jadi Senjata Perlawanan terhadap Genosida
Empat film dokumenter karya pembuat film Palestina didiskusikan Cannes Docs 2025.
Hendaru Tri Hanggoro - Selasa, 20 Mei 2025
Sineas Palestina Suarakan Peran Film di Cannes 2025, Dokumenter Bisa Jadi Senjata Perlawanan terhadap Genosida
Fashion
Beberapa Bintang Asia 'Diusir' dari Red Carpet oleh Petugas Festival Film Cannes 2025, Dianggap Melanggar Dress Code dan Kelamaan Berpose
Aktris Tiongkok Zhao Yingzi diminta pergi dari karpet merah Cannes 2025 karena busananya dianggap terlalu terbuka. Warganet pun ramai memperdebatkan perlakuan terhadap seleb Asia.
Hendaru Tri Hanggoro - Selasa, 20 Mei 2025
Beberapa Bintang Asia 'Diusir' dari Red Carpet oleh Petugas Festival Film Cannes 2025, Dianggap Melanggar Dress Code dan Kelamaan Berpose
Bagikan