MERAHPUTIH.COM - FILLER dan botox merupaka dua tindakan medis kecantikan yang banyak diminati. Namun, masih ada yang tidak bisa membedakan antara filler dan botox. Meski sama-sama berguna mempercantik penampilan, nyatanya dua tindakan ini berbeda.
Pada dasarnya, baik filler ataupun botox berguna memperbaiki penampakan kondisi kulit dan struktur kulit tanpa perlu teknik bedah. Namun, secara khusus, dua hal ini punya perbedaan mendasar. Dokter spesialis bedah plastik rekontruksi dan estetik Qori Haly mengatakan botox dilakukan untuk menghilangkan kerutan dan garis halus di wajah dengan menggunakan toksin kuman.
"Toksin kuman ini dari Clostridium botulinum," katanya saat ditemui di Klinik Utama dr Indrajana, Jakarta Pusat, Kamis (27/6).
Ia mengatakan, dalam tindakan botox, Clostridium botulinum disuntikkan di area wajah tertentu yang gunanya melumpuhkan otot. Area wajah itu, kata Qori, biasanya ditandai kondisi kerutan, gari-garis halus. "Jadi kerutannya hilang, berkurang. Itu botox, bukan untuk tujuan lain," katanya.
Untuk filler, Qori menjelaskan tindakan ini bertujuan menambah volume di bagian kulit tertentu. "Misalnya ada cekungan seperti kayak garis di bawah mata itu bisa kita filler. Misalnya ada bekas jerawat yang cekung," katanya.
Untuk filler, kata Qori, jenis kandungan yang disuntikkan ke kulit juga beragam. Seperti contoh, untuk daerah wajah yang bertulang seperti dagu dan pipi, filler yang digunakan ialah kalsium oksalat yang tahan lama. "Karena dia ada kandungan kalsiumnya," katanya.
Sementara itu, untuk mengisi garis-garis halus dengan kandungan asam hialuronat, ia akan cepat diserap kulit dan tahan 4-6 bulan untuk mengisi garis-garis tadi.(ayu)