MerahPutih.com - FIFA menaikkan harga tiket tertinggi untuk final Piala Dunia 2026 menjadi 10.990 dolar AS (Rp 187 juta) selama pembukaan kembali penjualan tiket, setelah 48 tim tahun ini sudah ditetapkan.
Sebelumnya, harga tiket tersebut dikenakan 8.680 dolar AS (Rp 147 juta) ketika FIFA menjualnya setelah pengundian turnamen pada Desember 2025 lalu.
Tiket Kategori 2 untuk pertandingan 19 Juli 2026 di Stadion MetLife di East Rutherford, New Jersey, dibanderol 7.380 dolar AS (Rp 125 juta), yang sebelumnya 5.575 dolar AS (Rp 94 juta). Lalu, tiket Kategori 3 dikenakan 5.785 dolar AS (Rp 98 juta), yang naik dari 4.185 dolar AS (Rp 71 juta).
Tiket telah terdaftar untuk 17 dari 72 pertandingan babak penyisihan grup, kemudian masih belum ada tiket untuk pertandingan babak gugur.
Baca juga:
Italia Masih Berpeluang Lolos ke Piala Dunia 2026? Begini Skenarionya
Sistem Harga Dinamis Picu Kenaikan Tiket Piala Dunia 2026
FIFA sendiri menggunakan penetapan harga dinamis untuk turnamen ini, yang akan dimainkan di 11 kota di AS serta tiga di Meksiko dan dua di Kanada.
Hanya tiket seharga 2.735 dolar AS (Rp 46,5 juta), tersedia untuk pertandingan pembuka AS pada 12 Juni 2026 melawan Paraguay di Stadion SoFi di Inglewood, California. Namun, harga tersebut tidak berubah dari Desember sejak 2025.
Tidak ada tiket yang terdaftar untuk pertandingan Amerika pada 19 Juni 2026 melawan Australia di Seattle atau 25 Juni 2026 melawan Turkiye di Inglewood.
Hanya kursi seharga 2.985 dolar AS (Rp 50,8 juta) yang tersedia untuk pertandingan pembuka turnamen antara Meksiko dan Arab Saudi pada 11 Juni 2026 di Mexico City, atau naik dari 2.355 dolar AS (Rp 40 juta) pada Desember 2025.
Baca juga:
Ironi Gianluigi Donnarumma: Selamatkan Bola, Italia Malah Tersingkir di Piala Dunia 2026
Lalu, tiket seharga 2.240 dolar AS (Rp 38,1 juta) tersedia untuk pertandingan pertama Kanada pada 12 Juni 2026 melawan Bosnia-Herzegovina di Toronto, yang naik dari 2.170 dolar AS (Rp 36,9 juta).
FIFA tidak mengumumkan pertandingan dan kategori harga mana yang tersedia, sehingga calon pembeli tiket harus mencari sendiri di situs penjualan resmi yang seringkali membutuhkan waktu berjam-jam untuk diakses.
Selain itu, FIFA menyatakan bahwa tidak semua tiket yang tersisa dijual untuk 104 pertandingan di AS, Meksiko, dan Kanada dari 11 Juni hingga 19 Juli 2026. Namun, tiket tambahan akan dirilis secara bertahap.
Ini adalah fase kelima penjualan tiket setelah undian pre-order Visa dari 10-19 September 2025, undian tiket awal dari 27-31 Oktober 2025, undian seleksi acak dari 11 Desember hingga 13 Januari 2025, dan ketersediaan 48 jam yang tidak terjadwal pada akhir Februari 2026.
FIFA Siapkan Tiket Murah untuk Suporter Timnas Masing-masing
FIFA mengatakan fase ini, yang akan tetap terbuka selama turnamen, menandai pertama kalinya lokasi tempat duduk tertentu dapat dibeli, bukan permintaan tiket dalam kategori tertentu.
Semenara untuk fase penjualan selama sebulan setelah undian 5 Desember 2025, harga tiket berkisar antara 140 dolar AS (Rp 2,3 juta) hingga 8.680 dolar AS (Rp 147 juta).
Setelah adanya keluhan, FIFA mengatakan tiket seharga 60 dolar AS (Rp 1 juta) akan tersedia untuk setiap federasi nasional yang berpartisipasi bagi pendukung setianya, yang kemungkinan besar adalah 400 hingga 700 tiket per tim untuk setiap pertandingan.
Baca juga:
Presiden FIFA Sebut Iran akan Ada di Piala Dunia, Tetap Main di AS
"Penerapan penetapan harga tiket dinamis untuk Piala Dunia 2026 sangat bertentangan dengan misi inti FIFA untuk mempromosikan dan mengembangkan sepak bola secara global yang mudah diakses dan inklusif," tulis 69 anggota Kongres dari Partai Demokrat dalam surat tertanggal 10 Maret 2026 kepada Presiden FIFA, Gianni Infantino.
"Meskipun kota-kota tuan rumah bekerja sama dalam mewujudkan visi Piala Dunia terbesar dan paling global dalam sejarah, konsekuensi dari penetapan harga dinamis akan menjadikan Piala Dunia Sepak Bola 2026 sebagai yang paling eksklusif secara finansial dan tidak terjangkau hingga saat ini."
Suporter Tim yang Tersingkir Bisa Jual Tiketnya
FIFA juga memiliki pasar penjualan kembali tiket sendiri, dengan mengambil 15 persen dari pembeli dan penjual.
Bosnia-Herzegovina, Kongo, Ceko, Irak, Swedia, dan Turkiye melengkapi daftar peserta Piala Dunia 2026. Penggemar tim yang tersingkir bisa menjual kembali tiket yang telah mereka beli, termasuk Italia, Polandia, Denmark, Jamaika, dan Bolivia.
Infantino mengklaim pada Januari 2026 lalu, bahwa jumlah permintaan tiket yang diterima FIFA setara dengan permintaan untuk 1.000 tahun Piala Dunia sekaligus.
Namun, tidak jelas apakah banyak dari permintaan tersebut untuk kursi di kategori harga terendah.
Penggemar telah menyuarakan kekhawatiran atas melonjaknya biaya tiket yang dijual kembali dan salah satunya mengajukan pengaduan resmi kepada Komisi Eropa bulan lalu.