MerahPutih.com - Laporan laba rugi terbaru Ferrari menunjukkan hasil luar biasa pada akhir 2023, yakni meraih omset mencapai 5,9 miliar euro atau setara Rp 100 triliun (naik 17,2%).
Selain itu, laba operasional (EBIT) yang disesuaikan meningkat menjadi 1,6 miliar Euro atau setara Rp 27 triliun (+31,8%), dan laba bersih mencapai 1,2 miliar Euro atau setara Rp 20 triliun (+34%). Jumlah mobil yang dikirimkan pada tahun tersebut mencapai 13.663 unit.
Baca juga: Lewis Hamilton Resmi Gabung Ferrari pada Musim 2025
CEO Ferrari, Benedetto Vigna mengatakan, keberhasilan tahun lalu menjadi prestasi luar biasa dengan laba bersih yang melampaui 1 miliar euro untuk pertama kalinya atau meningkat 34%, demikian diberitakan Motor1, Jumat (2/2).
Margin EBIT juga naik 300 basis poin menjadi 27,1%. Kemitraan teknis dengan Porsche pun memperkuat merek melalui pengembangan ban Michelin Pilot Sport Cup N3/N3R, yang digunakan pada Porsche 992 GT3 Cup.
Meski ada penurunan dalam penjualan mesin (-18%) dan penjualan di Tionkok, Hong Kong, dan Taiwan (-4%), pengiriman secara keseluruhan meningkat. Purosangue memberikan dorongan signifikan pada pengiriman dan peningkatan pengiriman keluarga 296 dan SF90 juga berperan.
Ferrari menunjukkan keberlanjutan komitmennya terhadap keberlanjutan dengan produk-produk baru yang meliputi mesin pembakaran internal dan model hibrida. Panduan pada 2024 juga memperkirakan pendapatan bersih lebih dari 6,4 miliar euro (Rp 108 triliun) dan margin EBIT lebih dari 27%.
Vigna juga mengumumkan rencana pembangunan gedung elektronik pada Juni 2024. Kemudian, meluncurkan tiga model baru sebagai bagian dari strategi pengembangan bisnis Ferrari. Kesuksesan pada 2023 juga memberikan kepercayaan diri untuk mencapai target pada tahun 2026. (waf)
Baca juga: Hamilton ke Ferrari, Sainz: Saya Tetap Berikan yang Terbaik hingga Akhir Musim