Merahputih.com - Mantan pelatih AC Milan, Fabio Capello, mendesak manajemen Rossoneri segera menjual Rafael Leao pada bursa transfer musim panas ini. Capello menilai penyerang asal Portugal tersebut kehilangan hasrat besar untuk terus berkembang di San Siro.
Sikap tegas Capello muncul menyusul laporan mengenai keinginan terbuka Rafael Leao meninggalkan AC Milan. Pemain berusia 26 tahun tersebut tercatat telah membela Rossoneri selama tujuh tahun sejak kepindahannya dari Lille pada 2019.
Baca juga:
Rafael Leao Tolak Galatasaray, Masih Sabar Tunggu Arsenal dan Manchester United
Saat menghadiri program Calciomercato L'Originale di Sky Sport, Capello menyatakan bahwa manajemen baru AC Milan harus menjadikan penjualan sang pemain sebagai prioritas utama. Penurunan performa dalam dua musim terakhir menjadi alasan kuat di balik restu penjualan tersebut.
Apa harus dilakukan Milan? Sangat sederhana. Saya akan mencari tim mau merekrutnya segera. Terutama karena dalam 2 tahun terakhir, ia bukan lagi Leao kita ingat, bersama Milan meraih gelar Scudetto,
Fabio Capello.
Penurunan Performa Rafael Leao
Capello menilai perubahan posisi bermain ikut memengaruhi kontribusi Rafael Leao di lapangan. Namun, penurunan ketajaman juga terlihat saat sang pemain beroperasi di posisi alaminya.

"Ia telah kehilangan kecepatan itu, hasrat untuk berkembang itu. Posisi baru sebagai striker tengah mungkin juga menjadi formula hibrida tidak membantunya. Tapi bahkan ketika ia dimainkan di kiri, ia tidak lagi punya kecepatan seperti dulu," tutur pria berusia 79 tahun tersebut.
Rumor Transfer Pemain Target Klub Rival
Kabar mengenai ketertarikan klub-klub raksasa Eropa ditengarai menjadi pemicu utama sang penyerang sayap ingin segera angkat kaki dari Serie A Italia.
Baca juga:
Sudah Cukup Puas di AC Milan, Rafael Leao Pergi untuk Cari Babak Baru Kariernya
"Ia dulu tidak terbendung, kini ia tidak lagi bisa menjadi penentu. Dan kemudian ada rumor ia ingin pergi. Jelas seseorang telah membisikkan sesuatu ke telinganya, soal ketertarikan klub-klub lain, sehingga ia mencari perpisahan," pungkas Capello.