MerahPutih.com - F1 GP Monako kembali menjadi sorotan dunia balap saat sirkuit jalan raya legendari Monte Carlo menggelar seri ke-72 pada akhir pekan 5-7 Juni 2026. Balapan yang dikenal sebagai salah satu ajang paling prestisius dalam kalender Formula 1 ini, kembali menghadirkan tantangan unik yang sulit ditemukan di sirkuit lain.
Berbeda dengan sebagian besar seri lain dalam kalender balap musim ini, F1 GP Monako 2026 tetap menjadi satu-satunya balapan yang tidak memenuhi ketentuan jarak minimum FIA sejauh 305 kilometer. Musim ini, total jarak tempuh balapan hanya mencapai 260,286 kilometer yang ditempuh dalam 78 putaran.
Kembalinya Format Pit Stop Klasik
F1 GP Monako 2026 hadir dengan sejumlah perubahan regulasi dibanding musim sebelumnya. Setelah sempat menerapkan aturan penggunaan tiga set ban pada edisi lalu, FIA kini menghapus ketentuan tersebut dan mengembalikan format strategi klasik dengan satu kali pit stop.
Selain itu, FIA juga memutuskan untuk meniadakan penggunaan fitur Straight Mode (SM) pada akhir pekan balapan kali ini. Keputusan tersebut diambil karena karakteristik Sirkuit Monte Carlo yang minim trek lurus serta tidak memiliki area penyelamat (run-off area) yang memadai.
Baca juga:
Sirkuit jalan raya Monte Carlo memiliki panjang 3.337 meter dengan total 19 tikungan yang terdiri dari delapan tikungan kiri dan 11 tikungan kanan.
Tingkat kesulitan lintasan semakin meningkat karena beberapa bagian trek baru saja mendapatkan lapisan aspal baru. Area dari Tikungan 19 menuju Tikungan 1, serta sektor Tikungan 7 hingga pintu masuk terowongan (tunnel) menjadi titik yang mendapat perhatian khusus.
Permukaan baru tersebut berpotensi memunculkan fenomena graining pada ban, sehingga pengelolaan ban menjadi salah satu faktor penting yang dapat menentukan hasil balapan.
Karakter sirkuit Monte Carlo yang sempit membuat peluang menyalip sangat terbatas. Karena itu sesi kualifikasi pada Sabtu (6/6), diperkirakan akan menentukan sekitar 90 persen peluang kemenangan pembalap.
Strategi Ban Jadi Senjata Utama

Guna menghadapi karakteristik aspal jalan raya Monte Carlo, pemasok ban tunggal menyediakan tiga pilihan kompon paling lunak, yakni C3 (Hard), C4 (Medium), dan C5 (Soft).
Kembalinya format regulasi normal membuat strategi pergantian ban kembali menjadi elemen vital. Kesalahan kecil dalam menentukan waktu masuk pit lane dapat berdampak besar terhadap posisi di lintasan.
Keunikan lain Monako terletak pada pit lane yang sangat sempit. Karena alasan tersebut, batas kecepatan dibatasi hanya 60 km/jam, lebih rendah dibanding mayoritas sirkuit Formula 1 yang menggunakan batas 80 km/jam.
Kondisi itu membuat waktu drive-through mencapai sekitar 20 detik dan menjadi pertimbangan penting dalam perhitungan strategi tim.
Baca juga:
Jadwal F1 GP Monako 2026: Antonelli Pimpin Klasemen, Duel Sengit Siap Tersaji di Monte Carlo
Selain faktor teknis, cuaca juga menjadi salah satu variabel yang paling sulit diprediksi di Monte Carlo.
Jika hujan turun saat balapan berlangsung, risiko kecelakaan dan insiden meningkat drastis. Situasi tersebut dapat memicu keluarnya Safety Car maupun bendera merah yang berpotensi mengubah jalannya perlombaan dalam sekejap. (*)