MerahPutih.com - Massa gabungan Aliansi Peduli Citra Ulama Indonesia dan Front Penegakan Keadilan Sosial (F-PKS) mengepung gedung Balai Kota DKI untuk menuntut Gubernur Anies Baswedan melarang Persaudaraan Alumni (PA) 212 yang akan menggelar "Aksi 67 Tegakkan Keadilan" Jumat (6/7) siang.
Larangan ini untuk menghormati pertemuan ulama dan Da'i Internasional dengan tema "Sinergi Untuk Harmoni" mulai dari tanggal 3 -6 Juli 2018 di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat. "Kami minta Anies segera membujuk menstop gerakan yang diinisiasi oleh PA 212," kata kodinator Aksi Ustaz Dullah di atas mobil komando, Kamis (5/7).
Menurut Dullah, Anies memiliki kekuatan untuk menghentikan aksi tersebut. Pasalnya, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu memiliki kedekatan dengan PA 212, karena sejak awal ia dikawal menjadi Pemimpin DKI Jakarta. "Sampaikan ke Anies Sandi untuk membujuk menghentikan agenda yang dilakukan PA 212 atau aksi besar-besar yang dilakukan oleh eks relawan Anies," jelasnya.
Tak hanya itu, dalam orasinya Dullah juga meminta Polda Metro Jaya untuk mencabut izin aksi PA 212. "Hormati pertemuan ulama di Indonesia, jangan coreng nama baik ulama Indonesia dengan demo-demo," jelasnya.
Sebelumnya, massa juga menggelar aksi simpatik di depan Hotel Grand Cempaka, Jakarta. Tujuannya mengajak para ulama Indonesia yang ikut dalam pertemuan da'i dan ulama Internasional itu turut tergerak mencegah dan menghentikan aksi PA 212 demi menjaga marwah dan citra ulama Indonesia.
"Demi menjaga citra ulama Indonesia di mata ulama dunia, kami mengharapkan para ulama Indonesia bisa ikutan menstop aksi 67 tersebut karena memiliki agenda politik didalamnya, tidak murni aspirasi umat," tandas Dullah. (Asp)