Evaluasi Haji 2025: Gus Irfan Soroti Data tak Sinkron dan Tingginya Kematian Jemaah

Soffi AmiraSoffi Amira - Rabu, 27 Agustus 2025
Evaluasi Haji 2025: Gus Irfan Soroti Data tak Sinkron dan Tingginya Kematian Jemaah

Jemaah haji Indonesia di Arab Saudi. (Foto: Dok. Kemenag)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kepala Badan Penyelenggara Haji (BP Haji), Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan, menyampaikan sejumlah catatan penting hasil evaluasi penyelenggaraan haji 2025.

Evaluasi ini sekaligus menjadi dasar perbaikan untuk penyelenggaraan haji pada 2026.

Menurut Gus Irfan, salah satu persoalan utama yang menjadi sorotan adalah sinkronisasi data antara Indonesia dan pihak syarikah di Arab Saudi.

"Koordinasi dengan pihak-pihak syarikah, seperti data dari kami sebelum berangkat dengan data yang diterima syarikat beda, sehingga itu menyulitkan di sananya. Sehingga banyak-banyak yang terpisah-pisah itu yang jadi salah itu karena tidak sinkronnya data kita dengan mereka," kata Gus Irfan dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (27/8).

Baca juga:

PCO Tegaskan Kementerian Haji Tunggu Perpres dari Prabowo

Sosok yang disebut-sebut kandidat Menteri Haji ini juga menyoroti tingginya kasus kematian jemaah asal Indonesia tahun ini.

Ia menilai, persoalan kesehatan jemaah harus menjadi prioritas utama dan bakal diatur lebih tegas dalam Rancangan Undang-Undang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah (revisi UU Haji) yang baru disahkan.

"Kita ingin SOP kesehatan kita benar-benar kita terapkan. Kemarin kita sudah punya, tapi tidak maksimal karena ada beberapa hal yang agak mengganggu, sehingga tahun ini kita akan mengupayakan walaupun risikonya kami menjadi orang yang tidak populer," tegasnya.

Selain itu, persoalan fasilitas dan koordinasi di Arafah serta Mina juga masuk dalam catatan evaluasi. Gus Irfan menyoroti kapasitas tenda yang tidak sesuai dengan jumlah jamaah, keterbatasan kendaraan, hingga pengaturan keberangkatan dari hotel menuju Arafah yang sempat menimbulkan kekhawatiran.

Baca juga:

Layanan Haji Satu Atap di Bawah Kementerian Haji dan Umrah, Pengelolaan Tabungan Jemaah Tetap dipisah

“Soal Arafah dan Mina ada enam poin catatan. Walaupun seluruh jamaah akhirnya masuk Arafah tepat waktu, ada yang baru tiba menjelang zuhur. Itu membuat kami berdebar-debar karena waktunya sangat mepet,” tambahnya.

Terkait persiapan 2026, Gus Irfan menyatakan pihaknya akan memulai lebih dini, termasuk dalam pembayaran paket masyair, tenda, dan layanan Arafah-Mina.

Melihat waktu persiapan lebih panjang, ia optimistis penyelenggaraan haji tahun depan akan lebih baik.

“Persiapan lebih awal sangat krusial. Tahun ini kami sudah mulai lebih cepat agar pelaksanaan lebih sempurna dibanding tahun kemarin yang banyak mepet waktunya,” ujarnya.

Baca juga:

Perangkat dan Struktur Kementerian Haji dan Umrah Bakal Sampai Daerah, Ini Tugas Detailnya

Sementara itu, mengenai masa tunggu haji yang bisa mencapai 40 tahun, Gus Irfan menyebut hingga kini belum ada penambahan kuota dari pemerintah Arab Saudi. Kuota resmi yang digunakan masih sama dengan tahun lalu, yakni 221 ribu jamaah.

“Memang masa tunggu sangat panjang karena kuota terbatas. Sampai sekarang belum ada penambahan kuota dari Saudi. Kita masih komunikasi, tapi jawabannya masih standar yang sama,” jelasnya.

Gus Irfan juga menegaskan pentingnya koordinasi dengan DPR dan pemerintah daerah terkait pembagian kuota haji. Sesuai Undang-Undang, kuota per daerah nantinya akan diatur melalui peraturan menteri agar lebih adil.

“Kami tentu akan mendengarkan aspirasi DPR dan daerah dalam penyusunan aturan pembagian kuota. Prinsipnya harus adil dan transparan,” tutupnya. (Pon)

#Petugas Penyelenggara Ibadah Haji #Petugas Haji #Revisi UU Haji Dan Umrah #Jemaah Haji
Bagikan
Ditulis Oleh

Ponco Sulaksono

Berita Terkait

Indonesia
15.086 Jemaah dan Petugas Haji Telah Tiba di Tanah Air, Kemenhaj Pantau Paspor Jemaah
Seluruh jemaah haji Indonesia yang akan kembali ke Tanah Air untuk menjaga paspor dengan sebaik-baiknya selama fase kepulangan.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 05 Juni 2026
15.086 Jemaah dan Petugas Haji Telah Tiba di Tanah Air, Kemenhaj Pantau Paspor Jemaah
Indonesia
Penerbangan Kepulangan Jemaah Haji Alami Keterlambatan, Garuda Indonesia Meminta Maaf
Garuda Indonesia menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami para jamaah, serta turut menyampaikan terima kasih atas kesabaran, pengertian, dan kerja sama seluruh jemaah
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 05 Juni 2026
Penerbangan Kepulangan Jemaah Haji Alami Keterlambatan, Garuda Indonesia Meminta Maaf
Indonesia
6.397 Jemaah dan Petugas Haji Indonesia Gelombang Pertama Pulang ke Tanah Air, Kepulangan Berjalan Lancar
Sebanyak 6.397 jemaah dan petugas haji Indonesia telah dipulangkan ke Tanah Air. Kemenhaj mengingatkan aturan bagasi dan distribusi air zamzam.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 03 Juni 2026
6.397 Jemaah dan Petugas Haji Indonesia Gelombang Pertama Pulang ke Tanah Air, Kepulangan Berjalan Lancar
Indonesia
Fase Kepulangan Jemaah Haji Indonesia Sudah Dimulai, Kemenhaj Ingatkan Tidak Bawa Air Zamzam dalam Koper
Air zamzam tidak boleh dimasukkan ke koper bagasi maupun kabin dalam bentuk apa pun.
Frengky Aruan - Rabu, 03 Juni 2026
Fase Kepulangan Jemaah Haji Indonesia Sudah Dimulai, Kemenhaj Ingatkan Tidak Bawa Air Zamzam dalam Koper
Indonesia
Satgas Tangani 59 Kasus Terkait Pelaksanaan Haji 2026, Ada 26 Tersangka Diciduk
Dari 59 kasus haji tersebut, kata dia, jumlah korban tercatat 550 orang dan total kerugian masyarakat sebesar Rp 21,7 miliar.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 02 Juni 2026
Satgas Tangani 59 Kasus Terkait Pelaksanaan Haji 2026, Ada 26 Tersangka Diciduk
Indonesia
Proses Imigrasi Kepulangan Jemaah Haji Cuma 30 Menit, Diperiksa Juga Kondisi Kesehatan
Jemaah Kloter JKG-01, Saefullah, menyampaikan apresiasi atas pelayanan yang diterimanya selama menjalankan ibadah haji di Tanah Suci.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 02 Juni 2026
Proses Imigrasi Kepulangan Jemaah Haji Cuma 30 Menit, Diperiksa Juga Kondisi Kesehatan
Indonesia
Jemaah Haji Tidak Dizinkan Bawa Air Zamzam Dalam Koper, Tiba di Indonesia Dapat 1 Galon Isi 5 Liter
Setiap jemaah haji Indonesia akan menerima air zamzam sebanyak 1 galon berisi 5 liter per orang di debarkasi masing-masing setelah tiba di Tanah Air, sesuai mekanisme resmi yang telah ditetapkan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 02 Juni 2026
Jemaah Haji Tidak Dizinkan Bawa Air Zamzam Dalam Koper, Tiba di Indonesia Dapat 1 Galon Isi 5 Liter
Indonesia
Jemaah Haji Mulai Tiba di Indonesia, Jika Sakit Dipulangkan Setelah Sembuh
Hingga saat ini terdapat 34 jamaah haji asal Indonesia yang dilaporkan wafat di Arab Saudi. Di mana, ahli waris jemaah yang meninggal akan memperoleh santunan asuransi.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 02 Juni 2026
Jemaah Haji Mulai Tiba di Indonesia, Jika Sakit Dipulangkan Setelah Sembuh
Indonesia
Proses Pemulangan Berlangsung 1 Bulan, Jemaah Haji Diminta Tetap Jaga Kesehatan
Kemenhaj bersama DPR RI berkomitmen memperkuat sinergi dalam mempersiapkan operasional haji 2027 secara lebih matang.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 01 Juni 2026
Proses Pemulangan Berlangsung 1 Bulan, Jemaah Haji Diminta Tetap Jaga Kesehatan
Indonesia
Proses Pemulangan Jemaah Haji Dimulai, Berakhir di 30 Juni 2026
Pemulangan jemaah haji Indonesia ke Tanah Air akan mulai berlangsung pada 1 Juni hingga 30 Juni 2026 secara bertahap.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 01 Juni 2026
Proses Pemulangan Jemaah Haji Dimulai, Berakhir di 30 Juni 2026
Bagikan