MerahPutih.com - Mantan pelatih Manchester United, Erik ten Hag, telah memperingatkan bahwa mereka bisa terdegradasi setelah mereka merosot ke peringkat ke-17 klasemen Premier League 2026/27.
Kemenangan 2-0 Chelsea atas tim asuhan Michael Carrick pada Sabtu (31/10) lalu, membuat Manchester United gagal meraih kemenangan dalam sembilan pertandingan berturut-turut.
Hal itu juga sekaligus menempatkan mereka di posisi yang sangat rawan, tepat di atas zona degradasi.
Baca juga:
Hasil dan Klasemen Premier League: Manchester City DIbekuk Brighton, MU Dekati Zona Degradasi
Erik ten Hag Sebut Manchester United Terancam Degradasi dari Premier League
Degradasi bukanlah sesuatu yang biasanya terlintas di benak para petinggi maupun penggemar Setan Merah. Namun, Ten Hag, yang telah memenangi Piala Carabao dan Piala FA bersama klub tersebut, memperingatkan bahwa hal itu merupakan kemungkinan yang sangat nyata.
Ia juga memperingatkan klub mengenai “lingkaran setan” yang bisa menjerat mereka. Berdasarkan bukti musim ini, mereka tampaknya sudah terjebak di dalamnya.
Saat berbincang dalam program Goedemorgen Eredivisie di ESPN, pelatih asal Belanda itu mengatakan: “Di Premier League, hal itu tentu saja mungkin terjadi, karena semua tim memang kuat.
Semuanya memiliki skuad yang tangguh dan manajer-manajer yang hebat. Jika Anda sekali saja berada di posisi yang salah dan benar-benar terjebak dalam lingkaran setan tersebut, ya, maka situasinya bisa menjadi sangat, sangat sulit.
kata Ten Hag
Manchester United bisa saja terperosok ke dalam tiga posisi terbawah klasemen akhir pekan lalu. Namun, Crystal Palace, Nottingham Forest, dan Sunderland, gagal meraih kemenangan yang bisa membuat mereka melampaui posisi Setan Merah.
Carrick dikabarkan diberi waktu setidaknya hingga jeda internasional untuk memperbaiki hasil pertandingan. Namun, kekalahan telak di London bukanlah awal yang baik untuk membalas kepercayaan penuh yang diberikan kepadanya.
MU gagal memenangi satu pun dari tujuh pertandingan tandang pertama mereka di semua kompetisi untuk pertama kalinya sejak musim 1973/74, yakni musim ketika mereka mengalami degradasi.
Baca juga:
Kai Havertz Pecahkan Rekor Pemain Jerman usai Bawa Arsenal Kalahkan Liverpool
Laga Manchester United vs Aston Villa Jadi Penentu Nasib Michael Carrick
Ten Hag pun kini menjabat sebagai direktur teknis di klub Belanda, FC Twente. Para petinggi klub menyatakan, bahwa mereka terkendala oleh kesalahan-kesalahan masa lalu di bursa transfer.
Kemudian, sebagian besar diduga terjadi karena desakan Ten Hag untuk merekrut pemain-pemain berkualitas buruk dengan biaya yang sangat mahal.
Terlepas dari hal tersebut, Ten Hag mengenang masa-masa kiprahnya di Old Trafford dengan pandangan positif.
Menurut saya, tampil cukup baik bersama MU. Bahkan, menurut saya, performa kami lebih dari sekadar cukup baik. Kami tidak mungkin bisa melakukannya dengan lebih baik lagi.
tambah Ten Hag
Pertandingan melawan Aston Villa, yang tengah dalam performa apik, menjadi laga terakhir sebelum jeda internasional.
Jadi, laga ini bisa jadi penampilan terakhir Carrick, terutama jika MU kalah dan akhirnya terperosok ke zona degradasi.
Jika Carrick benar-benar dipecat, maka Ole Gunnar Solskjaer mengaku tidak akan menolak untuk kembali jika diminta, meski ia tetap mendukung mantan asistennya itu untuk memperbaiki keadaan. (sof)