MerahPutih.com - Adikara kembali menghadirkan karya terbaru berupa Extended Play (EP) berjudul Spotless Dove, sebuah rilisan yang lahir dari proses refleksi yang sangat personal.
EP ini merekam fase penting dalam hidupnya saat dia mulai mempersiapkan diri menyambut peran baru sebagai seorang ayah. Kabar akan kelahiran anak pertamanya, seorang putri, membawa perubahan besar dalam cara pandangnya terhadap kehidupan.
Baca juga:
Maskulinitas dalam Perspektif Baru
Adikara pun mulai memikirkan kembali arti tanggung jawab dan kasih sayang, serta menyadari bahwa setiap anak hadir ke dunia dalam keadaan yang benar-benar murni, tanpa pernah memilih untuk dilahirkan. Dari pemahaman itu, tumbuh keinginan dalam dirinya untuk memastikan sang anak tumbuh dengan cinta yang utuh sejak awal, bahkan sebelum ia benar-benar hadir.
Dalam proses perenungan itu, Adikara juga teringat pada sebuah kutipan: “The most masculine I have ever felt is when I held my own daughter.”
Kalimat ini membawanya pada pemaknaan baru tentang maskulinitas—bukan hanya soal kekuatan, tetapi juga tentang kelembutan, perlindungan, dan kesiapan untuk menjadi tempat pulang bagi keluarga. Seluruh perjalanan emosional itu dituangkannya ke dalam musik melalui Spotless Dove.
Baca juga:
Cerminan Pengalaman Pribadi Seorang Adikara Tertuang dalam Album 'Klise'
Hadiah Pertama
EP ini menjadi wadah bagi Adikara untuk mengekspresikan proses batinnya secara jujur, menggambarkan perjalanan seorang pria yang tengah belajar memahami peran barunya sebagai ayah.
Lebih dari sekadar karya musik, EP ini juga menjadi hadiah pertama yang dia persembahkan untuk putrinya—sebuah pengingat bahwa bahkan sebelum dia lahir, cinta itu sudah hadir secara utuh dan akan selalu ada.
Di masa depan, ketika jarak mungkin memisahkan, lagu-lagu dalam Spotless Dove diharapkan tetap menjadi ruang untuk kembali, mengingat bahwa dirinya selalu dicintai. (Far)