Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Enggak cuma Satu, Ada Sembilan Jenis Kondom! Ada yang Terbuat dari Kulit Hewan

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 24 November 2017
Enggak cuma Satu, Ada Sembilan Jenis Kondom! Ada yang Terbuat dari Kulit Hewan

Ilustrasi. (Foto: pixabay)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

YA! Ada sembilan.

Anda mungkin hanya mengenal satu jenis kondom, yakni jenis yang biasa Anda gunakan. Namun tahukah Anda, karet pelindung itu dibuat dalam berbagai warna, ukuran, dan bentuk?

Wah, membingungkan ya? Tenang, Lauren Streicher, penulis Sex Rx: Hormones, Health and Your Best Sex Ever, menyebut bahwa kondom terbaik ialah yang biasa Anda gunakan.

"Dalam hal kontak kulit dalam seks, selalu gunakan kondom untuk menghindari penyakit menular seksual. Dalam hal mencegah kehamilan, keberhasilan kondom mencapai 98%," jelas Streicher.

Ia juga menekankan bahwa memilih kondom bagusnya berdasarkan preferensi pribadi saja, bukan merek tertentu. Lazimnya sih, ada sembilan jenis kondom yang tersedia di pasaran di penjuru dunia. Apa saja ya?


Lateks

Kondom yang paling umum ialah yang berbahan lateks standar. Kondom jenis ini bisa diandalkan untuk mencegah infeksi menular seksual juga kehamilan. Namun, Anda juga perlu berhati-hati jika muncul tanda-tanda alergi lateks, seperti gatal, kemerahan atau munculnya ruam.


Nonlateks

Jika Anda punya alergi terhadap lateks, ada banyak pilihan lain. Meskipun demikian, efektivitasnya mungkin tidak sebagus lateks. WHO melaporkan efektivitas kondom nonlateks hanyalah 95%.

Karena tidak terbuat dari lateks, kondom ini menggunakan polyurethane, polyisoprene, nitrile, bahkan kulit domba sebagai bahan pembuatnya.


Lambskin

Ini nih jenis kondom yang paling kontroversial. Terbuat dari bahan alami kulit domba membuat kondom ini memberikan kenikmatan yang lebih baik ketimbang kondom lateks.

Meskipun demikian, kondom jenis ini tidak terlalu bagus dalam perlindungan. Pori-pori dalam kulit domba memungkinkan virus, seperti HIV dan herpes, terserap. Demikian juga dalam hal mencegah kehamilan, kondom amatlah tidak bisa diandalkan.

Namun, jika Anda merasa tertantang, silakan coba kondoom ini. Pastikan Anda paham dan mengatisipasi risikonya ya.

Spermisidal

Sebagai cadangan dalam pencegah kehamilan, para ahli menyarankan tidak hanya kondom, tapi juga menggunakan spermisida.

Spermisida adalah senyawa kimia yang menghentikan gerak sperma dan menghancurkannya. Bentuknya bisa beragam, seperti jeli, foam, krim, hingga lembaran tipis.

Penggunaan spermisida saja sudah 70%-80% efektif untuk mencegah kehamilan. Jika digunakan bersama dengan kondom, efektivitasnya meningkat jadi 97%. Sekali lagi, Anda tetap harus mewaspadai reaksi alergi yang mungkin timbul dari pemakaian kondom spermisidal. Hentikan pemakaian jika gejala alergi muncul.

Kondom untuk perempuan

Alasan utama kondom jenis ini tidak banyak terdengar dan digunakan ialah pelindung ini tidak seefektif penggunaan kondom pada pria. Selain itu, pemasangannya pun amatlah sulit.

Jika ingin menggunakan kondom untuk perempuan, dokter menyarankan kombinasikan dengan pil KB atau IUD untuk mencegah kehamilan. Nilai plus kondom ini ialah bisa dipasang hingga delapan jam sebelum berhubungan seksual, sehingga Anda tidak perlu berhenti untuk memasang kondom di tengah-tengah sesi bercinta.

Lubricated

Kondom dengan lubrikasi menawarkan kenyamanan dan mengurangi kemungkinan kondom sobek atau terlepas.

Namun, jika Anda ingin menggunakan pelumas sendiri, pastikan menggunakan yang berbahan dasar air.

Ekstra tipis

Banyak orang mengaku kondom ekstra tipis tidak mengurangi sensasi yang mereka rasakan. Meskipun tipis, kondom jenis ini tidak serta-merta rawan ruask. Jenis kondom tidak memengaruhi kegagalan kondom dalam mencegah kehamilan. Cara pakainya lah membuat kondom itu efektif atau tidak.

Kondom novelty

Pernah lihat kondom yang glow in the dark? Nah, kondom itu termasuk ke jenis kondom khusus ini. Kondom jenis ini terlihat seperti bahan lelucon. Namun, efektivitasnya sama dengan kondom lateks biasa, mengingat biasanya bahan pembuat kondom ini ialah lateks.

Jadi jika Anda dan pasangan ingin membuat suasana ranjang lebih 'bersinar' silakan coba kondom jenis ini.

Berperisa

Sama halnya dengan kondom khusus, pelindung lateks berperisa juga punya efektivitas yang sama dengan kondom biasa. Kelebihan kondom ini terletak hanya pada rasa atau aroma yang dibawanya.

Karena ada bahan tambahan berupa perasa atau aroma, Anda haruslah mewaspadai gejala alergi yang mungkin timbul. Kembalilah ke kondom biasa jika reaksi alergi timbul akibat kondom berperisa ini.

Jenis karet pelindung ini memang banyak, preferensi Anda lah yang menentukan mana kondom yang cocok dan bagus untuk Anda.

Jadi apa kondom pilihan Anda?(*)

Baca juga Makan Mentimun Bikin Keputihan. Ah, Masak Sih?

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me
Bagikan