Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Makan Mentimun Bikin Keputihan. Ah, Masak Sih?

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 24 November 2017
Makan Mentimun Bikin Keputihan. Ah, Masak Sih?

Mentimun ternyata bukan biang keladi terjadinya keputihan. (foto: pixabay)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SEBAGIAN besar keputihan itu normal.

Ya benar. Keputihan pada perempuan merupakan hal normal. Keputihan memiliki fungsi kesehatan bagi perempuan, yakni membersihkan dan melindungi vagina dari iritasi dan infeksi.

Keputihan ditandai keluarnya lendir dari vagina. Lendir itulah yang membawa sel mati serta bakteri sehingga vagina tetap terjaga kebersihannya.

Kalau keputihan ialah hal yang wajar, lalu mengapa ada mitos yang menyebut mentimun membuat perempuan mengalami keputihan? Benarkah demikian?

Sayang sekali jika Anda mempercayai mitos itu lalu menjauhi mentimun dari daftar menu harian Anda. Faktanya, mentimun kaya akan vitamin A, B, D, dan mineral. Hal itu tentunya amat baik bagi tubuh.

Meskipun mentimun mengandung banyak air, tak ada penelitian yang menghubungkan konsumsi makanan tertentu sebagai penyebab keputihan pada perempuan. Mengingat keputihan terjadi seiring siklus ovulasi perempuan, jadi 'menyalahkan' mentimun sebagai penyebab keputihan amatlah salah.

Keputihan masih dianggap wajar dan aman bila terjadi pada saat stres, kehamilan, atau aktivitas seksual.

Keputihan tak normal cukup mudah dibedakan dengan dilihat dari warna, konsistensi, volume, dan bau yang tidak seperti biasanya. Selain itu, ada gejala lain yang dialami, sebelum, setelah atau bersamaan keluarnya keputihan, seperti rasa gatal pada vagina.

Keputihan tak normal biasanya disebabkan infeksi dan noninfeksi. Penyebab noninfeksi biasanya berkaitan dengan adanya benda asing seperti kontrasepsi spiral atau penyakit lain. Sementara itu, penyebab infeksi meliputi infeksi bakteri, jamur, dan parasit. Tiga penyebab itulah yang sering dialami prempuan.

Yang perlu diingat, keputihan bukanlah penyakit, melainkan gejala dari suatu penyakit. Keputihan tak normal yang disebabkan infeksi dapat terjadi jika Anda tidak merawat vagina Anda dengan bersih. Salah satu cara menjaga kebersihan vagina dan mencegah infeksi ialah dengan rutin mengganti celana dalam saat sudah lembap dan membersihkan vagina dengan pembersih khusus kewanitaan.(*)

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me
Bagikan