Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Enggak cuma Bandung, Serabi dari Berbagai Daerah ini Sama Enaknya

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 05 Desember 2018
Enggak cuma Bandung, Serabi dari Berbagai Daerah ini Sama Enaknya

Serabi yang kini jadi jajanan trendi punya banyak variasi. (foto: Instagram @cari_makan_yuk)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KALAU ditanya serabi, kamu pasti menjawab asalnya dari Bandung. Memang Surabi Bandung lebih kesohor ketimbang sajian serupa dari daerah lain.

Faktanya, berbagai daerah di Indonesia juga punya sajian sejenis surabi. Bentuknya sama, bundar dan empuk. Citarasa yang ditawarkan pun hampir mirip, manis dan legit.

Berikut beberapa serabi dari berbagai daerah di Nusantara.

1. Serabi Solo

serabi solo
Serabi Solo merupakan bentuk klasik kue khas ini. (foto: Instagram @sincerelyoliv)

Dari semua jenis serabi yang ada di Nusantara, kue khas Solo inilah yang paling mendekati bentuk klasiknya. Serabi Solo dibuat dengan tepung beras, gula, garam, dan santan.

Perpaduan rasanya lebih legit daripada serabi Bandung, sehingga disantap tanpa saus pun sudah nikmat. Namun, beberapa orang menambahkan taburan meises, parutan keju, atau kacang supaya makin bercitarasa.
Selain rasa yang lebih legit, serabi Solo juga punya bentuk unik. Bagian pinggirnya bertekstur garing dengan warna kecoklatan, sedangkan tengahnya cenderung basah dan lembut dengan warna putih. Saat disajikan, kue serabi digulung dalam daun pisang. Penyajian itu bikin aroma serabi makin kuat.

2. Serabi Jakarta

kue ape, serabi jakarta
Di Jakarta, serabi dikenal dengan nama kue ape. (foto: Instagram @denny_ritonga)

Belum tahu serabi Jakarta? Wajar saja, karena nama kue serabi Jakarta lebih dikenal dengan kue ape atau kue tetek.

Bentuknya memang mirip serabi Solo, tapi bagian tengah kue ape lebih kecil, menggembung, dan padat. Kalau serabi Solo identik dengan adonan putih, kue ape bisa dibuat dengan dua warna, yaitu hijau dan putih.

Kue ape dibuat dari terigu, telur, santan, bahan pengembang, dan perasa vanili. Rasanya yang gurih dengan tekstur pinggiran renyah. Dinikmati tanpa taburan pun sudah enak. Kamu bisa dengan mudah menemukan jajanan ini penjaja kaki lima banyak menjualnya di sudut-sudut jalan kota.

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me
Bagikan