Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Musik

Empat Tahun Berkarier di Industri Musik, Diskoria Rilis Single Perdana 'Balada Insan Muda'

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Kamis, 14 Februari 2019
Empat Tahun Berkarier di Industri Musik, Diskoria Rilis Single Perdana  'Balada Insan Muda'

Diskoria akan luncurkan single perdana yang bertajuk 'Balada Insan Muda' (Foto: Mp/Raden Yusuf Nayamenggala)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MEMASUKI 4 tahun perjalannya di belantika musik Indonesia. Grup Diskoria yang terdiri dari Merdi Simanjuntak dan Fadli akhirnya merilis single perdana bertajuk Balada Insan Muda.

Diskoria merupakan duo selektor yang memiliki ciri khas memainkan lagu-lagu hit Indonesia dari era 80an hingga saat ini.

Dalam single perdananya, Diskoria menggandeng tiga komposer bernama Laleilmanino. Laleimanino, penulis lagu dan komposer bentukan Lale dan Ilman (Maliq & D'Essentials) dan Nino (RAN).

Menurut salah satu personel Diskoria, Merdi Simanjutak, Balada Insan Mudat tak lepas dari Inspirasinya pada lagu-lagu musisi jaman dahulu.

"Inspirasi kita sih datang dengan beberap referensi yah. Seperti Chrisye, Chandra Darusman, Muss Mudjiono. Jadi kaya lagu-lagu cinta yang catchy dan groove. Terus ada juga dari grup klasik disko," jelas Merdi saat ditemui merahputih.com pada jumpa media launching single itu di kawasan Jakarta Selatan, Rabu (13/2).

1. Awal Mula Kolaborasi

Kolaborasi bermula pada pertemuan di tahun 2015 (Foto: MP/Raden Yusuf Nayamenggala)

Berawal dari penampilan Merdi dan Aat di Acara Disko Pertama yang digelar pada tahun 2015. Saat itu menjadi titik pertemuan dengan Laleimanino yang hadir sebagai tamu acara.

Hingga akhirnya Merdi dan Aat sering tampil dari panggung ke panggung. Mere pun kerap berada dalam satu acara dengan grup musik, dari Laleilmanino.

Dari situlah muncul perbincangan dan ketertarikan mereka terhadap estetika musik pop di era 80-an. Lalu mereka pun sempat mengisi acara seminar tentang musik pop bersama Proud Project.

Hal itulah yang menjadi landasan mereka berkolaborasi dan merilis lagu pada tanggal 14 Februari 2019. Lagu itu akan dirilis oleh Suara Disko & Locker Media.


2. Balada Insan Muda Interpretasi Diskoria Terhadap Musik Pop Indonesia

Single terbaru dari Diskoria menjadi interpretasi terhadap musik Pop Indonesia (Foto: MP/Raden Yusuf Nayamenggala)

Single perdana Diskoria itu digambarkan sebagai interpretasi mereka terhadap musik pop Indonesia, di era 80an. Khususnya dari segi aransmen musik dan penulisan lirik.

Liriknya diterjemahkan dengan sangat baik oleh Laleilmanino. Alat musik yang digunakan adalah alat musik yang relevan di zaman tersebut. Seperti synthesizer analog dan kibor Rhodes. Tentunya dimaksudkan untuk menghasilkan suara yang sesuai ekspektasi.

"Untuk mencapai estetika lagu ini (kita) menggunakan instrumen-instrumen analog yang sejalan dengan Diskoria lakukan. Jadi estetikanya betul-betul diperhatikan pada kolaborasi ini," ungkap Merdi.

Pada penulisan liriknya, pemilihan kata yang pun tak sembarangan. Nino (RAN) yang jadi penulis lirik menggunakan bahasa jaman dulu. Namun sesuai dengan kaidah KBBI saat ini.

"Kalau kata-kata dan kalimatnya dari jaman dulu in sya Allaj relate yah sama jaman sekarang. Tapi gue cocokin lagi sama KBBI untuk memastikan artinya. Pokoknya dipilih agar pendengar masuk kembali ke lorong waktu era tersebut," tutur Nino

3. Pesan yang Ingin Disampaikan Dalam Lagu

Diskoria akan merilis lagu baru pada 14 Februari 2019 (foto: [email protected])

Menurut Merdi, pesan yang ingin disampaikan kepada para pendengar ialah, musik Indonesia memiliki musik pop yang berkualitas tiap era-nya.

Selain itu, lagu Balada Insan Muda diharapkan dapat menjadi pilihan untuk mendengarkan lagu pop berkualitas, yang sebenarnya sangat luas. Hingga tak perlu menjadi pilihan terakhir untuk didengarkan ketimbang lagu pop mancanegara.

Dengan kekuatan pada musik dan pesan yang terdapat pada lagunya. Besar harapan dari Diskoria jika Balada Insan Muda bisa menjadi anthem musik pop dan akan dikenang dikemudian hari. Lagu ini sudah bisa didengarkan diberbagai platform musik seperti spotify pada tanggal 15 Februari 2019. (ryn)

Baca juga yuk artikel menarik yang lainnya 3 Fakta Menarik Tergantinya Posisi Yovie Widianto di Yovie & Nuno

#Grup Musik #Indonesia #Musisi Indonesia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Setelah 20 Tahun, Discus Resmi Merilis 'Live in Switzerland 2005' dalam Format CD
Lebih dari 20 tahun tersimpan sebagai rekaman legendaris, penampilan bersejarah Discus di ProgSol Festival Swiss akhirnya resmi dirilis dalam format CD.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 Juli 2026
Setelah 20 Tahun, Discus Resmi Merilis 'Live in Switzerland 2005' dalam Format CD
Fun
Aisyah Chustiya Bawa Indonesia Juara Stick Nation Wood Cup lewat Kayu Berbentuk Unik
Secara sepintas, tampilannya menyerupai tongkat atau kail berukuran besar dengan lengkungan alami yang hampir membentuk huruf 'U'.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Aisyah Chustiya Bawa Indonesia Juara Stick Nation Wood Cup lewat Kayu Berbentuk Unik
ShowBiz
Supple Rilis Album 'Nothing Can Explain', Hadirkan Eksplorasi Musik yang Lebih Matang
Supple membuka fase baru lewat album Nothing Can Explain. Delapan lagu dalam rilisan ini membawa pendengar menyusuri penyangkalan, obsesi, tekanan sosial, hingga survivor's guilt.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
Supple Rilis Album 'Nothing Can Explain', Hadirkan Eksplorasi Musik yang Lebih Matang
ShowBiz
The Jansen Tutup Trilogi Lewat Album 'Romantisasi Impulsif', Angkat Kisah Johan dan Marni
The Jansen resmi memperkenalkan album kelima, Romantisasi Impulsif, sebagai penutup trilogi setelah Banal Semakin Binal dan Durja Bersahaja.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
The Jansen Tutup Trilogi Lewat Album 'Romantisasi Impulsif', Angkat Kisah Johan dan Marni
Indonesia
MUI Khawatir Warga Palestina Dideportasi dari Indonesia Ujungnya Diserahkan ke Zionis Israel
MUI mengkhawatirkan deportasi warga Palestina Abdul Karim Raeq Miqdad dari Indonesia ke Siprus berujung penyerahan ke Israel. MUI menilai kasus ini bisa merusak reputasi Indonesia sebagai negara pendukung Palestina.
Wisnu Cipto - Rabu, 22 Juli 2026
MUI Khawatir Warga Palestina Dideportasi dari Indonesia Ujungnya Diserahkan ke Zionis Israel
Indonesia
MUI Kritik Penangkapan dan Deportasi Miqdad dari RI, Reputasi Indonesia Pro-Palestina Taruhannya
MUI mengkritik penangkapan dan deportasi warga Palestina Abdul Karim Raeq Miqdad dari Indonesia ke Siprus. MUI menilai kasus ini bisa merusak reputasi Indonesia sebagai negara pendukung Palestina.
Wisnu Cipto - Rabu, 22 Juli 2026
MUI Kritik Penangkapan dan Deportasi Miqdad dari RI, Reputasi Indonesia Pro-Palestina Taruhannya
ShowBiz
Det-Plag Lust Hadirkan 'Glass Season', Single Baru yang Meramu Kritik Sosial dan Eksperimen Industrial Rave
Det-Plag Lust kembali dengan single 'Glass Season' yang memadukan kritik sosial, eksistensialisme, kultur rampak lokal, dan karakter industrial rave.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 21 Juli 2026
Det-Plag Lust Hadirkan 'Glass Season', Single Baru yang Meramu Kritik Sosial dan Eksperimen Industrial Rave
ShowBiz
Imanine Gandeng Shenyliega di Single 'Maumu Apa', Padukan Pop, Jazz, dan Nuansa Broadway
Imanine kembali lewat single 'Maumu Apa', sebuah lagu kolaborasi bersama Shenyliega yang memadukan pop, jazz, dan sentuhan Broadway.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 18 Juli 2026
Imanine Gandeng Shenyliega di Single 'Maumu Apa', Padukan Pop, Jazz, dan Nuansa Broadway
ShowBiz
Nuh... Rilis Album 'Sarapan di Hari Minggu', Cerita Sederhana dengan Makna yang Dalam
Nuh... resmi merilis album kedua "Sarapan di Hari Minggu". Album berisi sembilan lagu ini memadukan Pop Jazz dan musik Melayu dengan cerita personal.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 16 Juli 2026
Nuh... Rilis Album 'Sarapan di Hari Minggu', Cerita Sederhana dengan Makna yang Dalam
ShowBiz
UTY Rilis EP Perdana 'Pacar Virtual', Hadirkan Identitas Musik Lewat Topeng Misterius
Penyanyi solo UTY merilis EP perdana 'Pacar Virtual'. Karya ini menjadi langkah baru perjalanan musiknya dengan identitas panggung melalui topeng.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 15 Juli 2026
UTY Rilis EP Perdana 'Pacar Virtual', Hadirkan Identitas Musik Lewat Topeng Misterius
Bagikan