Emei Rangkul Sisi Paling Dramatis dalam EP 'Night at the Opera'

Dwi AstariniDwi Astarini - Minggu, 14 Juni 2026
Emei Rangkul Sisi Paling Dramatis dalam EP 'Night at the Opera'

Emei lepas EP baru. (Foto: dok/emei)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - BAGI Emei, sedikit drama bukan sesuatu yang perlu dihindari. Itu justru menjadi ruang untuk mengekspresikan diri sepenuhnya. Hal itu terasa jelas dalam EP terbarunya bertajuk Night at the Opera yang resmi dirilis melalui Atlantic Records dan Nice Life Records. Melalui proyek ini, penyanyi sekaligus penulis lagu berdarah Chinese-American tersebut kembali menghadirkan karakter musik yang selama ini melekat padanya: penuh emosi, jujur, dan dibalut nuansa teatrikal yang kuat.

Night at the Opera menjadi penanda kembalinya Emei pada sisi musikal yang sudah lama membentuk dirinya, yakni kecintaannya terhadap dunia teater. EP ini menjadi ruang bagi Emei untuk menerima seluruh spektrum emosi, mulai dari rasa sakit, kekacauan, kegembiraan, hingga momen-momen yang terasa berlebihan namun sangat manusiawi.

Aku ingin kembali menerima sisi diriku yang mencintai teater. Jadi kalian akan mendapatkan seluruh rasa sakit, emosi, dan drama dariku.

Emei



Lewat pendekatan tersebut, Emei menghadirkan sebuah proyek yang terasa lepas tanpa batas, ekspresif, dan sangat personal. Meski sarat emosi, EP ini tetap dikemas dengan ringan dan menyenangkan untuk dinikmati, sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu wajah baru yang paling menarik di lanskap musik pop saat ini.

Bersamaan dengan perilisan EP, Emei juga memperkenalkan visualizer resmi untuk lagu Noah, sebuah lagu yang ia sebut sebagai diss track versinya sendiri. Lagu tersebut lahir dari refleksi terhadap pengalaman pribadi sekaligus pengamatannya terhadap tipe sosok tertentu yang ia temui.

Baca juga:

Joji Rilis Album 'Piss In The Wind' Deluxe Edition, Hadirkan 9 Lagu Baru dan Kolaborasi Bintang



“Kalau kalian mengenalku, kalian tahu aku selalu menyelipkan diss track. Lagu ini merupakan surat untuk diriku di masa lalu dan untuk siapa pun yang bertemu pria performatif ala Los Angeles yang akan kusebut Noah. Tidak bermaksud menyinggung Noah yang baik di luar sana, tapi ini berbahaya. Ada pria-pria yang menghafal dialog dari The Notebook. Lalu aku sadar bahwa karakter Noah sebenarnya bukan sosok pria idaman seperti yang dibayangkan banyak orang, dia ternyata agak menyebalkan,” jelas Emei.

Dalam pengerjaannya, Emei turut berkolaborasi dengan penulis lagu peraih GRAMMY Awards Justin Tranter, yang sebelumnya pernah bekerja bersama Chappell Roan, Justin Bieber, dan Selena Gomez, serta produser peraih GRAMMY Awards Ricky Reed yang dikenal lewat karya-karyanya bersama Lizzo, Leon Bridges, dan Phantogram.

Kolaborasi tersebut menghasilkan lima lagu yang menampilkan sisi Emei paling teatrikal sepanjang kariernya. Dipenuhi hook pop yang mudah melekat, lirik yang terbuka, dan produksi yang dinamis, Night at the Opera menjadi gambaran bagaimana Emei akhirnya berdamai dengan dirinya sendiri.

Jika sebelumnya ia sempat berusaha menyesuaikan diri dengan standar yang dianggap lebih 'keren', kini Emei justru memilih untuk tampil apa adanya dan menerima seluruh emosinya tanpa rasa malu. “Saat ini aku merupakan versi diriku yang paling jujur. Musiknya menyenangkan, konyol, dan apa adanya. Aku melakukan persis apa yang ingin kulakukan,” imbuhnya.

Perjalanan tersebut terasa semakin bermakna jika melihat perkembangan kariernya. Setelah mulai dikenal luas lewat Late to the Party pada 2022 yang viral di TikTok, Emei semakin mengukuhkan namanya melalui Scatterbrain, lagu yang masuk daftar Spotify Best Pop Songs of 2023 dan bahkan turut muncul dalam serial populer Off Campus.

Kini melalui Night at the Opera, Emei seperti menutup satu fase penting dalam hidupnya: berhenti meminta maaf atas dirinya sendiri. Karena bagi Emei, menjadi terlalu emosional, terlalu peduli, atau terlalu dramatis bukanlah sesuatu yang harus disembunyikan justru bisa menjadi bagian paling berharga dari diri seseorang.(Far)

Baca juga:

“Maria”, Lagu Baru Aku Jeje tentang Cinta yang Tak Bertahan Lama

#Musik #Lagu Baru #Album Baru
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
'Antara Angkara', Dokumentasi Lima Tahun Temarram Bertumbuh dan Bereksplorasi
Perjalanan menuju Antara Angkara sebenarnya tidak diawali dengan sebuah keputusan besar bahwa album harus lahir pada tahun tertentu.
Dwi Astarini - Senin, 12 Oktober 2026
'Antara Angkara', Dokumentasi Lima Tahun Temarram Bertumbuh dan Bereksplorasi
ShowBiz
Ifan Keluar dari GOVINDA setelah 18 Tahun Bersama, ini Alasannya
Terhitung sejak 5 Oktober 2026, Muhammad Irfan, yang selama ini dikenal sebagai Ifan, resmi mengundurkan diri dari GOVINDA.
Dwi Astarini - Senin, 12 Oktober 2026
Ifan Keluar dari GOVINDA setelah 18 Tahun Bersama, ini Alasannya
ShowBiz
'Na Para Bang', Lagu Mariah Deborah tentang Perasaan yang Tumbuh Diam-Diam
Lagu ini mengangkat kisah sederhana tentang seseorang yang diam-diam mulai memiliki perasaan romantis kepada sahabatnya.
Dwi Astarini - Senin, 12 Oktober 2026
'Na Para Bang', Lagu Mariah Deborah tentang Perasaan yang Tumbuh Diam-Diam
ShowBiz
BLACKPINK Cetak Rekor Baru, MV 'BOOMBAYAH' Tembus 1,9 Miliar Views di YouTube
BLACKPINK kini mencatatkan rekor baru. Video musik BOOMBAYAH meraih 1,9 miliar views di YouTube.
Soffi Amira - Senin, 12 Oktober 2026
BLACKPINK Cetak Rekor Baru, MV 'BOOMBAYAH' Tembus 1,9 Miliar Views di YouTube
ShowBiz
Morgan Wallen Hadirkan Kehangatan dan Empati lewat 'Last Thing You Need'
Alih-alih menawarkan jawaban atas persoalan yang dihadapi, lagu ini lebih banyak berbicara tentang kehadiran.
Dwi Astarini - Senin, 12 Oktober 2026
Morgan Wallen Hadirkan Kehangatan dan Empati lewat 'Last Thing You Need'
ShowBiz
Charlie Lim Bawa Album 'DAYDREAM' ke Jakarta, Gelar Listening Party Eksklusif 29 Oktober 2026
Charlie Lim akan memperkenalkan album DAYDREAM lewat listening party eksklusif di Jakarta pada 29 Oktober. Simak konsep, kolaborator, dan makna lagunya.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 12 Oktober 2026
Charlie Lim Bawa Album 'DAYDREAM' ke Jakarta, Gelar Listening Party Eksklusif 29 Oktober 2026
ShowBiz
Lagu 'Upside Down' Diana Ross Viral Lagi di TikTok, Ini Makna di Balik Liriknya
Lagu Upside Down milik Diana Ross kembali viral di TikTok sebagai backsound video transisi. Simak makna lagu tentang cinta dan ketidaksetiaan.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 12 Oktober 2026
Lagu 'Upside Down' Diana Ross Viral Lagi di TikTok, Ini Makna di Balik Liriknya
ShowBiz
Viral di TikTok, Lagu 'Stop The Wedding!' dari Ashe Punya Pesan Kuat untuk Perempuan
Lirik lagu Stop the Wedding! dari Ashe kini viral di TikTok. Ada makna khusus di balik liriknya soal perempuan.
Soffi Amira - Senin, 12 Oktober 2026
Viral di TikTok, Lagu 'Stop The Wedding!' dari Ashe Punya Pesan Kuat untuk Perempuan
ShowBiz
Vacations Rilis Album 'Pursuit of Anything', Cerita Pergulatan Cinta, Ambisi, dan Pencarian Kebahagiaan
Vacations merilis album 'Pursuit of Anything' melalui Nettwerk, menghadirkan lagu 'Lucky, Forever' yang terinspirasi dari pernikahan dua personel band.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 12 Oktober 2026
Vacations Rilis Album 'Pursuit of Anything', Cerita Pergulatan Cinta, Ambisi, dan Pencarian Kebahagiaan
ShowBiz
Tiket Ludes Kurang dari Satu Jam, Konser 'Twilite Orchestra Presents The Beatles & Queen' Siap Hibur Penonton 1 November 2026
Tiket konser Twilite Orchestra Presents The Beatles & Queen ludes dalam kurang dari satu jam. Konser digelar 1 November 2026 bersama Ello dan Sandhy Sondoro.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 12 Oktober 2026
Tiket Ludes Kurang dari Satu Jam, Konser 'Twilite Orchestra Presents The Beatles & Queen' Siap Hibur Penonton 1 November 2026
Bagikan