ELON Musk telah menemukan kepala eksekutif baru untuk memimpin Twitter. Ia menyampaikan langsung hal tersebut lewat akun Twitternya.
Musk tidak menyebutkan nama bos baru situs tersebut tetapi mengatakan sosok pemimpin baru ini akan mulai bekerja dalam enam minggu mendatang. Figur yang kemungkinan besar seorang perempuan ini akan membuat Musk menduduki posisi sebagai ketua eksekutif dan chief technology officer.
Baca Juga:
Melansir BBC, penunjukan pemimpin baru ini kemungkinan besar didasari fakta Musk terus berada di bawah tekanan untuk menunjuk orang lain untuk memimpin Twitter dan tekanan yang menyuruhnya berfokus pada bisnisnya yang lain.
Tahun lalu, setelah para pengguna Twitter mendukungnya untuk mengundurkan diri dalam jajak pendapat online, Musk mengatakan banyak orang yang menginginkan pekerjaan di media sosial tersebut. "Tidak ada yang menginginkan pekerjaan yang benar-benar dapat membuat Twitter tetap hidup."
Namun, meskipun Musk mengatakan dia akan menyerahkan kendali pada sosok pemimpin baru itu, masih belum jelas kapan atau bahkan apakah itu akan benar-benar terjadi.
Musk mengatakan pada Desember bahwa dia akan mundur sebagai CEO begitu dia menemukan seseorang yang cukup 'gila' untuk mengambil pekerjaan itu. Dia juga akan menjalankan tim perangkat lunak dan server Twitter.
Baca Juga:
Menariknya, saham Tesla naik setelah pengumuman tersebut diunggah. Musk sebelumnya telah dituduh meninggalkan Tesla oleh para pemegang saham setelah pengambilalihan Twitter dan merusak merek perusahaan mobil tersebut.
"Kami pada akhirnya melihat ini sebagai langkah maju yang besar dengan Musk akhirnya membaca ruang yang telah ada di sekitar mimpi buruk Twitter ini," kata Dan Ives dari perusahaan investasi Wedbush Securities.
"Mencoba menyeimbangkan Twitter, Tesla, dan SpaceX sebagai CEO (adalah) tugas mustahil yang perlu diubah," tambah Ives.
Menurut dua laporan media AS, The Wall Street Journal dan Variety, kepala periklanan NBC Universal Linda Yaccarino sedang dalam pembicaraan untuk menggantikan Musk menjadi kepala eksekutif Twitter.
Namun baik Twitter maupun NBC Universal tidak berkomentar apapun soal laporan tersebut. (dsh)
Baca Juga:
Jika Membatalkan Perjanjian, Elon Musk Harus Bayar USD 1 Miliar ke Twitter