ELEMENT dan Karin.Kemayu Hadirkan 'Book of Soundtrack: Bukan Sekadar Cinta', Sinergi Musik dan Sastra tentang Cinta yang Melampaui Batas

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Rabu, 12 November 2025
ELEMENT dan Karin.Kemayu Hadirkan 'Book of Soundtrack: Bukan Sekadar Cinta', Sinergi Musik dan Sastra tentang Cinta yang Melampaui Batas

Element rilis buku. (foto: dok/element)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Di tengah hiruk-pikuk industri hiburan yang sering menonjolkan sensasi, muncul sebuah kolaborasi lintas media yang menghadirkan kedalaman dan jiwa. Grup musik legendaris ELEMENT, yang telah lebih dari dua dekade berkiprah di belantika musik Indonesia, berkolaborasi dengan penulis fiksi Karin.Kemayu, pengusung genre soulburn-realism, dalam proyek bertajuk Book of Soundtrack: Bukan Sekadar Cinta.

Kolaborasi ini tidak sekadar menghasilkan novel atau album musik, melainkan menciptakan ruang artistik baru di mana cerita dan lagu tumbuh beriringan, saling menghidupkan satu sama lain.

Uniknya, lagu-lagu dalam proyek ini diciptakan bersamaan dengan penulisan kisahnya, bukan setelah naskah selesai. Hasilnya, terbentuk kesatuan emosi antara kata dan nada.

Dalam bab pertama trilogi Bukan Sekadar Cinta, ELEMENT—yang digawangi oleh Adhitya Pratama (gitar), Arya Prasetyo (gitar), Didi Riyadi (drum), Fajar Putra (keyboard), Ferdy Tahier (vokal), Ibank (bass), dan Lucky Widja (vokal)—merilis single berjudul Cinta Tak Berbatas. Lagu ini menjadi refleksi tentang cinta yang tak tunduk pada logika, namun tetap pantas diperjuangkan.

Baca juga:

Kembali ke Formasi Awal, ELEMENT Siapkan Album 'Magnificent Se7en'

Lebih dari sekadar musik pengiring, Cinta Tak Berbatas berperan sebagai jembatan emosional antara kisah dalam novel dan pengalaman batin pendengarnya. Sebuah pelukan musikal bagi mereka yang pernah merasa asing dalam cinta namun tetap percaya pada keajaibannya.

“Kami nggak sekadar bikin lagu. Waktu dengar ceritanya, rasanya seperti bercermin ke kehidupan sendiri. Musik jadi cara kami memeluk semuanya,” ujar Didi Riyadi, drummer ELEMENT.

View this post on Instagram

A post shared by Sabi Media (@bukusabi)

Baca juga:

Element Rilis Single Religi 'Aku MerinduMu (Ya Allah)' untuk Album Terbaru

Sementara itu, Karin.Kemayu memandang proyek ini sebagai bentuk literasi emosional yang bisa didengarkan. Ia menulis bukan untuk memberi nasihat, melainkan mengajak pembaca merenungkan banyak hal — mulai dari stigma sosial, tubuh, keluarga, hingga bentuk-bentuk cinta yang tak biasa.

“Setiap lagu adalah bab yang bernyanyi, bukan sekadar pelengkap cerita, tapi denyut yang menyatu dengan alurnya,” jelas Karin.

Novel pertama trilogi ini mengangkat tema yang jarang dieksplorasi: kisah cinta yang tumbuh antara seorang pria dan calon anak sambungnya — seorang remaja laki-laki dengan autisme dan mental retardation.

Ini bukan sekadar kisah cinta dua orang dewasa, melainkan perjalanan emosional seorang calon ayah yang belajar mencintai tanpa ikatan darah dan tanpa status hukum.

Baca juga:

Vokalis Element Lucky Widja Lepas Single 'Mencintaimu Merelakanmu'

Tema besar “true love is not only by blood” menjadi inti dari kisah ini.

Sepanjang trilogi, Bukan Sekadar Cinta mengajak pembaca untuk tidak hanya merasakan cinta, tetapi juga memikirkan ulang maknanya. Novel ini menyinggung isu-isu sosial yang kerap diabaikan: pernikahan siri, surrogacy, status anak di luar nikah, cinta beda usia, hingga dinamika hormonal perempuan menjelang menopause.

Semua diuraikan dengan bahasa yang lembut namun berani, menyentuh spiritualitas Bali dan konsep reinkarnasi sebagai bagian dari perjalanan batin manusia.

Kolaborasi antara ELEMENT dan Karin.Kemayu ini bukan sekadar tentang musik dan cerita, melainkan tentang keberanian untuk mencintai tanpa batas, melampaui norma sosial. Sebuah kisah tentang menjadi rumah bagi satu sama lain — bahkan ketika dunia berkata sebaliknya. (Far)

#Musik #Musik Indonesia #Musisi Indonesia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Stevan Pasaribu Gandeng Andi Rianto, Ungkap Sisi Lain Sebuah Hubungan lewat Single 'Siapa yang Tahan'
Stevan Pasaribu menggandeng Andi Rianto dan Kamga dalam lagu “Siapa yang Tahan”, yang mengangkat kisah hubungan penuh luka dan batas kesabaran.
Ananda Dimas Prasetya - 2 jam, 54 menit lalu
Stevan Pasaribu Gandeng Andi Rianto, Ungkap Sisi Lain Sebuah Hubungan lewat Single 'Siapa yang Tahan'
ShowBiz
Lirik dan Makna Lagu 'Out of Time' The Weeknd tentang Hubungan yang Kian Menjauh
Makna lagu Out of Time The Weeknd mengisahkan penyesalan karena terlambat menyadari kesalahan dalam mempertahankan sebuah hubungan.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Oktober 2026
Lirik dan Makna Lagu 'Out of Time' The Weeknd tentang Hubungan yang Kian Menjauh
ShowBiz
Float Bicara tentang Luka, Kecemasan, dan Kekuatan untuk Bangkit di Lagu 'Yang Kembali Pulih'
Float merilis EP 'Constant Changes' bersama single 'Yang Kembali Pulih' yang membawa pesan tentang luka, keraguan, dan keberanian untuk bangkit.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Oktober 2026
Float Bicara tentang Luka, Kecemasan, dan Kekuatan untuk Bangkit di Lagu 'Yang Kembali Pulih'
ShowBiz
KickFlip Rilis Single 'Puzzle Piece', Lirik Lagunya Bicara tentang Proses Menemukan Jati Diri
KickFlip merilis 'Puzzle Piece' sebagai pembuka mini album KICK OFF THE WALL Pt. 1. Lagu ini mengangkat kecemasan, jati diri, dan ketidaksempurnaan.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Oktober 2026
KickFlip Rilis Single 'Puzzle Piece', Lirik Lagunya Bicara tentang Proses Menemukan Jati Diri
ShowBiz
Ada Kesepian hingga Keputusasaan, Ini Makna Lagu 'Dreams Come True' Park Eun Bin
Park Eun Bin merayakan 30 tahun perjalanan debut lewat album spesial. Lagu 'Dreams Come True' mengisahkan perjuangan mengejar dan mewujudkan impian.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Oktober 2026
Ada Kesepian hingga Keputusasaan, Ini Makna Lagu 'Dreams Come True' Park Eun Bin
ShowBiz
Rendy Orthodoxy Chants Terjemahkan Kegelisahan Lewat 'Raging Cult' dan 'False Hope Archipelago'
Rendy Orthodoxy Chants menghadirkan dua sisi berbeda di 'Raging Cult' dan 'False Hope Archipelago', ledakan amarah hingga kegelisahan menghadapi ketidakpastian.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Oktober 2026
Rendy Orthodoxy Chants Terjemahkan Kegelisahan Lewat 'Raging Cult' dan 'False Hope Archipelago'
ShowBiz
Ikuti Langkah BTS, Stray Kids Boikot Grammy
Billboard sebelumnya sempat menyebut Stray Kids sebagai salah satu kandidat kuat untuk kategori baru 'Best Asian Pop Music Performance'.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Ikuti Langkah BTS, Stray Kids Boikot Grammy
ShowBiz
Jasmine Yen Tampil Misterius di 'SWEAT', Single yang Bawa Pendengar ke Sisi Gelap
Jasmine Yen membuka era baru lewat single dark pop 'SWEAT' yang mengeksplorasi hasrat, obsesi, dan sensasi kehilangan kendali.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 05 Oktober 2026
Jasmine Yen Tampil Misterius di 'SWEAT', Single yang Bawa Pendengar ke Sisi Gelap
ShowBiz
Ade Govinda Gandeng Dinda Kirana dan Theo Supple untuk Hidupkan Kisah 'Timpang'
Dinda Kirana dan Theo Supple menjadi pasangan suami istri dalam video klip 'Timpang' Ade Govinda yang mengangkat kisah kehilangan, trauma, dan penyesalan.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 05 Oktober 2026
Ade Govinda Gandeng Dinda Kirana dan Theo Supple untuk Hidupkan Kisah 'Timpang'
ShowBiz
Aziz Hedra Kembali dengan 'Backseat', Lagu Personal tentang Proses Pendewasaan
Aziz Hedra merilis single 'Backseat' yang mengangkat cerita personal tentang pendewasaan, kehidupan sebagai perantau, dan mimpi masa kecil.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 05 Oktober 2026
Aziz Hedra Kembali dengan 'Backseat', Lagu Personal tentang Proses Pendewasaan
Bagikan