Eksklusif: Gita Gutawa Bicara Soal Gita Puja Indonesia

Muchammad YaniMuchammad Yani - Minggu, 26 Maret 2017
Eksklusif: Gita Gutawa Bicara Soal Gita Puja Indonesia

(Merahputih.com / Rizki Fitrianto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Sebagai seorang musisi Gita Gutawa memang cukup idealis. Rasa kecintaannya yang begitu tinggi kepada tanah air membuat putri dari komponis Erwin Gutawa ini selalu menanamkan nilai nasionalisme di hampir seluruh project musik yang dijalani.

Salah satunya adalah project di tahun 2017 yang bernama Gita Puja Indonesia. Mau tahu apa itu Gita Puja Indonesia? Yuks, simak wawancara merahputih.com bersama gadis kelahiran Jakarta, 11 Agustus 1993 ini.

Apa sih Gita Puja Indonesia itu?

Selama kemarin belajar aku menyadari kalau sayang banget lagu Indonesia kita tidak diangkat dan aku juga melihat fenomena yang lucu. Kita punya banyak banget lagu nasional, kalau aku melihat di Inggris itu tidak banyak. Aku pengen menonjolkan itu sih, makanya di situ aku pikir pengen lagi ngerekam lagu nasional dan tidak berhenti di situ saja. Jadi caranya selalu sambil merayakan hari nasional.

Kenapa Anda memilih nama Gita Puja Indonesia?

Sebenarnya memilih tema Gita Puja Indonesia itu bukan gara-gara nama aku Gita. Ini lucu saja bisa namanya Gita juga. Tapi gita itu arti kata lain dari hymne, jadi yang aku pilih itu lagu-lagi hymnenya Indonesia

Nantinya akan dibuat album?

Kemungkinan besar sih akan ada kompilasi albumnya. Tapi kalau sekarang karena pecahannya hari besar aku masih ngeluarin digital saja tiap lagu.

(Merahputih.com / Rizki Fitrianto)

Ada berapa lagu di Gita Puja Indonesia?

Ada banyak, hahaha. Cuma aku masih pilih dulu. Kebetulan kalau Gita Puja Indonesia sebenernya project aku sama papah.

Apa ingin menggaet musisi lain di project ini?

Hmm, belum kepikiran sih. Tapi so far masih sendiri, paling sama papah. Ada beberapa orkestra yang direkam di Praha dan di Bulgaria juga.

Kenapa Anda selalu membuat project yang membangkitkan semangat nasionalisme?

Memang setelah aku kuliah aku merasa kayaknya aku enggak bisa memikirkan yang komersil saja, mungkin agak idealis. Saat ini memang pikirannya bukan jualan tapi aku consern. Waktu itu aku membaca artikel kalau lagu kebangsaan kita sebenarnya sangat berpengaruh pada era kebangkitan untuk membantu menyebarkan paham nasionalisme, menyebarkan bahasa Indonesia.

Apa karena diajarkan orang tua juga?

Mungkin ada sedikit, tapi lama-lama memang passion sendiri sih. Semakin lama aku juga punya sudut pandang sendiri dan background aku juga berpengaruh sih.

Untuk mengikuti berita lainnya Anda bisa baca artikel Lagu-Lagu Populer Ibu Soed Yang Sudah Mulai 'Sayup' Terdengar.

#Gita Gutawa #Musik Indonesia #Lagu Kebangsaan
Bagikan
Ditulis Oleh

Muchammad Yani

Lebih baik keliling Indonesia daripada keliling hati kamu

Berita Terkait

ShowBiz
Cakra Khan Hidupkan Kembali Lagu Legendaris Chrisye 'Ketika Tangan dan Kaki Berkata'
Lagu legendaris Chrisye 'Ketika Tangan dan Kaki Berkata' kembali hadir pada 2026 melalui kolaborasi Cakra Khan dan Chrisye.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 05 Februari 2026
Cakra Khan Hidupkan Kembali Lagu Legendaris Chrisye 'Ketika Tangan dan Kaki Berkata'
Lifestyle
Timurnesia, Genre Baru Musik Indonesia Timur Resmi Digaungkan Pemerintah
Kementerian Kebudayaan memperkenalkan Timurnesia sebagai genre musik baru Indonesia Timur untuk memperkuat identitas, ekosistem, dan pengakuan nasional.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 04 Februari 2026
Timurnesia, Genre Baru Musik Indonesia Timur Resmi Digaungkan Pemerintah
ShowBiz
Album 'Awal Masa' Jadi Ruang Paling Personal Raissa Faranda lewat Proyek GUNGS
GUNGS, proyek solo Raissa Faranda, merilis album debut 'Awal Masa' yang mengeksplorasi trauma, ingatan, dan ketakutan akan kehilangan makna hidup.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 04 Februari 2026
Album 'Awal Masa' Jadi Ruang Paling Personal Raissa Faranda lewat Proyek GUNGS
Indonesia
Single 'Nol' Jadi Cara Monkey To Millionaire Lepas Energi Kolektif
Monkey To Millionaire merilis single 'Nol' sebagai penanda konsistensi mereka setelah lebih dari dua dekade berkarya dan empat album yang telah dilepas.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 04 Februari 2026
Single 'Nol' Jadi Cara Monkey To Millionaire Lepas Energi Kolektif
ShowBiz
Fresly Nikijuluw Rilis 'Manyasal Pakai Hati', Lagu tentang Penyesalan dalam Cinta
Penyanyi Fresly Nikijuluw merilis single terbaru berjudul 'Manyasal Pakai Hati'. Lagu ini mengangkat kisah penyesalan dan ketulusan dalam percintaan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 04 Februari 2026
Fresly Nikijuluw Rilis 'Manyasal Pakai Hati', Lagu tentang Penyesalan dalam Cinta
ShowBiz
Palm Trees Rilis 'Gojod Bae', Lagu Kritik Sosial yang Ajak Generasi Muda untuk Bergerak
Band alternatif reggae Palm Trees merilis single terbaru 'Gojod Bae' bersama Tebsky. Suarakan kritik sosial generasi muda yang terjebak zona nyaman
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 04 Februari 2026
Palm Trees Rilis 'Gojod Bae', Lagu Kritik Sosial yang Ajak Generasi Muda untuk Bergerak
ShowBiz
SANTASANTAP Rilis EP 'RUN', Catatan Refleksi Diri dalam Balutan Reggae Soul
Unit reggae soul SANTASANTAP merilis EP kedua 'RUN' berisi refleksi ego dan kegelisahan, dengan single utama 'Ego Jatuh Berserakan'.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 03 Februari 2026
SANTASANTAP Rilis EP 'RUN', Catatan Refleksi Diri dalam Balutan Reggae Soul
ShowBiz
Dewi Gita Rilis Single 'Jalir Janji', Soundtrack Film Horor 'Lastri: Arwah Kembang Desa'
Dewi Gita merilis lagu Jalur Janji sebagai soundtrack film horor Lastri: Arwah Kembang Desa. Lagu pop etnik ini menghadirkan nuansa sendu dan mistis.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 02 Februari 2026
Dewi Gita Rilis Single 'Jalir Janji', Soundtrack Film Horor 'Lastri: Arwah Kembang Desa'
ShowBiz
'Favorite Dinner Guest': Album Debut Ricecooker tentang Cinta, Kesepian, dan Healing
Ricecooker merilis album perdana Favorite Dinner Guest yang mengangkat tema kesepian, cinta, dan koneksi emosional generasi masa kini. Simak kisah dan maknanya.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 02 Februari 2026
'Favorite Dinner Guest': Album Debut Ricecooker tentang Cinta, Kesepian, dan Healing
ShowBiz
Gledeg Rilis Album Kedua 'Buat Semua Umur', Hardcore Punk untuk Segala Usia
Band hardcore punk Jakarta, Gledeg, mengumumkan album kedua bertajuk 'Buat Semua Umur' yang akan dirilis 30 Januari 2026 dengan 10 lagu cepat dan energik.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 02 Februari 2026
Gledeg Rilis Album Kedua 'Buat Semua Umur', Hardcore Punk untuk Segala Usia
Bagikan