MerahPutih.com- Mantan anggota Komite Normalisasi (KN) FX Hadi Rudyatmo angkat bicara terkait semakin banyaknya pemain asing yang dinaturalisasi.
Bahkan, pria yang akrab disapa Rudy ini menilai hal ini salah satu wujud kemunduran sepakbola Indonesia.
“Itu bentuk kemunduran sistem pembinaan persepakbolaan di tanah air,” tegas Rudy saat ditemui wartawan, Jumat (16/3) siang.
Rudy yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum Persis Solo ini menilai, kemunduran ini tidak hanya pada sepak bola saja, namun juga pada cabang olahraga (cabor) lainnya. Bahkan, Rudy membandingkan persepak bolaan di tahun 1980-an dengan saat ini.
“Kalau tahun 1980an masa depannya terjamin, lha kalau sekarang tidak, masa tuanya tak terjamin. Dahulu, jika berprestasi bisa menjadi seorang PNS, jadi ada jaminan hari tua, kalau sekarang tidak,” terang Rudy.
Rudy juga menilai, jika hal ini tak segera di ubah, sepak bola di Indonesia sampai kapan pun tak kan pernah mengalami kemajuan. Selain itu, Rudy juga mempertanyakan terkait adanya proses naturalisasi pemain asing, Indonesia mengeluarkan uang atau tidak.
“Kalau proses naturalisasi kita mengeluarkan uang, jelas kita dirugikan,” tegasnya lagi.
Dalam setahun, Indonesia telah melakukan naturalisasi empat pemain yakni Ezra Walian, Ilija Spasojevic, Ok John, Guy Junior, Alberto Goncalves, dan terakhir Esteban Vizcarra.
Sayangnya, sejumlah para pemain yang memilih menjadi WNI sudah tergolong uzur. Mereka dinaturalisasi demi kepentingan klub semata agar bisa merekrut pemain asing.
Berita ini merupakan laporan Win, kontributor merahputih.com, untuk wilayah Solo dan sekitarnya. Baca juga artikel terkait di: Bagaimana Jika Starting XI Timnas Indonesia Diisi Pemain Naturalisasi? Begini Gambarannya