Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Ekpresi Fesyen Jovi Adhiguna Hunter, Perjuangan Mengetengahkan Isu Gender

Yudi Anugrah NugrohoYudi Anugrah Nugroho - Minggu, 24 Oktober 2021
Ekpresi Fesyen Jovi Adhiguna Hunter, Perjuangan Mengetengahkan Isu Gender

Jovi Adhiguna jadi diri sendiri dengan gaya fesyennya. (Instagram @joviadhiguna)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KOLOM komentar kanal video YouTube Sarah Ayu, beauty vlogger, banjir pertanyaan dari subscribernya. Mereka keheranan dengan sosok seorang berambut torquise, bertubuh langsing, sering wara-wari di belakangnya.

"Kok abang? Ini gimana sih, konsep keluarganya?" kata salah seorang di kolom komentar ditirukan Jovi Adhiguna Hunter di dalam bukunya bertajuk Uncommon Way.

Sarah lantas menyuruh abangnya membuat video YouTube. Jovi sempat ragu sebab, ia dan adiknya sebenarnya sama-sama introvert. Ia bahkan mengaku di masa sekolah sampai kuliah selalu bergidik gemeteran ketika akan presentasi di depan kelas.

Baca Juga:

Pemuda, 'Healing' Tak Harus 'Travelling'

"Oh okelah cobain bikin video. Sekali-sekali ini. Dan lagi, enggak di depan orang banyak juga, kan, ngelakuinnya," kata Jovi mengingat kali pertama mencoba membuat video challenge Whats in My Mouth pada tahun 2015. Namun debut Jovi sejatinya di kanal Sarah Ayu berjudul Chubby Bunny Challenge.

Di video pertama di kanal YouTube miliknya, Jovi enggak berharap beroleh pujian lantaran sadar selain pemula, masih banyak orang belum memahami identitasnya. Meski begitu, video tersebut sukses membuat banyak orang senang, dan beberapa bahkan meminta membuat sesi khusus Questions and Answer (Q&A) di snapchat. Jovi meladeni dan terkumpul sebanyak 200 pertanyaan kebanyakan menyentuh ranah personal, bahkan tak sedikit memintanya membuat draw my life seperti banyak dilakukan para YouTubers di masa itu.

Ia tak langsung mengamini membuat draw my life, bukan karena enggak bisa menggambar. Jovi sedari kecil gemar menggambar karakter anime seperti Sailor Moon, lalu kuliah jurusan Fashion Design tentu hubungannya dengan gambar, lantas berkarir sebagai Fashion Designer. "Tapi, jadi masalah adalah 'my life'; hidup aku sendiri," akunya.

javi adhiguna
Jovi selalu mendapatkan dukungan dari keluarga untuk melakukan apa yang membuatnya nyaman. (Instagram @joviadhiguna)

Di balik penampilannya super meriah, pecicilan, ekspresif, ternyata Jovi menyimpan masa lalu traumatis. Ia tak ingin berharap orang begitu melihat draw my life berpikiran akan memihak kepada kehidupan masa lalunya dengan jernih.

Ia terlahir dengan nama Jovi Adhiguna Hendrawan. Anak kedua dari tiga bersaudara tersebut, tumbuh sebagai anak pemalu. Pada usia empat tahun, Jovi nan acap casciscus menggunakan bahasa Sunda, harus menghadapi kenyatan pahit penceraian orangtuanya.

Jovi enggak banyak punya kenangan dengan ayahnya karena pekerjaan di bidang pengeboran minyak mengharuskannya lebih banyak berada di laut lepas ketimbang di rumah. Sebaliknya, ia justru sangat dekat dengan ibunya meski bawel, blak-blakan, justru rasa sayangnya tak terbatas dan terpenting sangat terbuka.

Baca Juga:

Lika-Liku Pemuda Tangguh Pekerja Lepas

"Mungkin kalau mami dan papa enggak cerai, aku masih nyusu sampai SD, " katanya setengah kelakar.

Setelah orangtua bercerai, hak asih hatuh kepada ayahnya. Namun, Jovi dan kakaknya, lantaran ayahnya harus bekerja di laut lepas cukup lama, dititipkan di rumah pamannya. Masa kecilnya lebih banyak dihabiskan sendirian. "Kesepian sih pasti. Aku yakin sih". Hubungannya dengan orang paling dekat, ibunya, jadi terbatas lantaran perceraian mereka tidak baik-baik saja.

jovi adhiguna
Lewat unggahan di akun Instagramnya, Jovi mencoba untuk menjadi dirinya sendiri. (Instagram @joviadhiguna)

Di luar persentuhannya di dalam keluarga, Jovi beroleh pengalaman lain tumbuh sebagai anak dipandang berbeda dengan lainya sehingga acap menerima rundungan di sekolah sewaktu SD. Ia bahkan pernah dicium teman laki-lakinya persis di bagian pipi berkali-kali di depan umum karena dianggap telalu gemulai, dan menjengkelkannya lagi teman-teman lain tidak menggubris. Sampai pada akhirnya ada satu titik ia tak lagi sanggup menahan amarah sehingga berani melempar orang tersebut dengan kursi kayu.

"Mukanya itu antara takut dan kaget gitu. Mungkin dia enggak nyangka kalau aku bakalan fight back," katanya menginat masa kali pertama berani 'membeli' setiap ada orang lain 'menjual'.

Teman SD, menurut pengakuannya, sangat memperlakukannya tidak baik hanya karena tampil berbeda. Jovi sedari kecil memang senang menggambar, mendesain ulang kostum superhero anime, bahkan setamat SD kegemarannya dengan busana semakin meninggi seiring lebih mudahnya mengakses informasi lewat internet. Di dunia maya, ia mengakses tren fesyen teraktual, dan segala hal tenang fesyen, dan sudah punya keinginan setelah lulus SMA akan melanjutkan studi di jurusan Fashion Designer.

"Sebenarnya aku penginnya lanjut kuliah di ESMOOD Jakarta, tapi jodoh aku ternyata di S-1 Kriya Tekstil dan Mode (KTM) Telkom University Bandung," selorohnya.

Jovi Adhiguna
Jovi nyaman dengan ekspresi gendernya. (Instagram @joviadhiguna)

Keahliannya menggambar dan mendesain busana diasah selama kuliah. Ia tumpahkan segala kecintaannya di dunia fesyen secara total. Dalam urusan membuat produk, sesungguhnya Jovi telah lakukan, malahan jadi lini usahanya sewaktu SMA dengan membuat costum sepatu, hingga sekolahnya terbengkalai.

Dari seorang usahawan costum sepatu, Jovi beranjak menjadi styling artis dengan kali pertama menangani Tantri Kotak, lalu terus ikut menjadi bagian di dalam video klip SMASH, Mytha Lestari, Novita Dewi X Factor, GAC, Denada, hingga ada artis asal Malaysia. Namun, kehidupannya berubah setelah tak lagi tampil di belakang, melainkan depan layar mengetengahkan konten fesyen di kanal YouTubenya.

Begitu ia tampil, baik di YouTube maupun di sosial media, tak ada identitas diri disembunyikan. "Sebagaimana kalian tahu, i am different," katanya. "First of all, aku bukan cuma memakai style perempuan aja, apa pun aku pakai, karena sebenarnya selera fashion aku itu enggak terbatas sama satu gender. Istilahnya, i am androgynous tapi aku sama sekali enggak ada niatan buat ubah kelamin aku".




Baca Juga:

Usaha Buket Uang Pemudi Negeri Aing Laris Manis Selama Pandemi

Tidak gampang mendeklarasi diri dengan identitas diri berbeda dari kebanyakan apalagi masih banyak orang di Indonesia belum memahami banyak varian dalam ekpresi gender. Ia sudah kenyang beroleh sindiran sampai hinaan baik secara langsung maupun komentar di sosial media.

Jovi mengaku dirinya memang masuk dalam kaum minoritas di dalam ekpresi gender di Indonesia. Namun, Jovi tak pernah ambil pusing. Ia telah mengetahui risiko akan diterimanya ketika secara tegas mendeklarasikan diri sebagai androgini, termasuk rundungan di sosial media. “By the way, menurut aku orang-orang yang menghina aku lah banci. Soalnya they hide behind their gadget dan hina-hina orang, atau biasanya mereka bilangnya itu cuma opini mereka,” ujarnya.

Ia mampu mengatasi segala rundungan, lantaran sedari kecil telah banyak mengalami masa-masa jatuh-bangun, dan terpenting memiliki supprot system terbaik. Ibunya mula-mula juga terkejut dengan perubahan di dalam mengekspresikan diri. Ia sampai dibawa ke psikiater di saat proses mencari jati diri. Namun, seiring kala akhrinya keluarganya mendukung setiap keputusan Jovi di dalam mengeksperisikan diri. Justru keterbukaan keluarga jadi kekuatannya menjalani hidup. "Selama mereka, of course my support system mendukung aku, aku enggak peduli lagi dan memilih tutup kuping dengan omongan orang".

Usahanya di media sosial memberanikan diri tampil menjadi diri sendiri ternyata berdampak baik bagi beberapa orang dengan problema hampir mirip dengannya berani mengekpresikan diri. Tak sedikit orang kemudian jadi lebih sensitif terhadap ekspresi gender seseorang. (Cit)

aca Juga:

Aku Berjuang Melawan Demam Panggung saat Bertanding

#Oktober Pemuda Jagoan Negeri Aing #Tren Fesyen #Fashion
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Fashion
Lakon Indonesia Hadirkan Koleksi HARSA, Rayakan Kebahagiaan dalam Setiap Proses Berkarya
Dari batik hingga bordir buatan tangan, Lakon Indonesia menghadirkan HARSA sebagai koleksi terbaru yang merayakan proses, craftsmanship, dan kebahagiaan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 16 Juli 2026
Lakon Indonesia Hadirkan Koleksi HARSA, Rayakan Kebahagiaan dalam Setiap Proses Berkarya
ShowBiz
Supple Rilis 'In A Mess', Angkat Keresahan Hidup Lewat Musik dan Pameran Seni Bersama BOOspace
Band alternatif Supple merilis single 'In A Mess' sebagai pembuka album terbaru sekaligus berkolaborasi dengan BOOspace lewat I AM BOOCLOTH EXHIBITION.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 06 Juli 2026
Supple Rilis 'In A Mess', Angkat Keresahan Hidup Lewat Musik dan Pameran Seni Bersama BOOspace
Fashion
JF3 Fashion Festival 2026 Bawa Optimisme Memperkuat Masa Depan Ekosistem Fesyen Indonesia
Tahun ini, JF3 membawa tema 'Recrafted: Shaping the Future'.
Dwi Astarini - Sabtu, 04 Juli 2026
JF3 Fashion Festival 2026 Bawa Optimisme Memperkuat Masa Depan Ekosistem Fesyen Indonesia
Fashion
Indonesia Fashion Week 2026 Hadirkan Pengalaman Multisensori, Gandeng Dahlia Teh Keraton sebagai Signature Scent
BTN Indonesia Fashion Week 2026 menghadirkan inovasi baru lewat kolaborasi dengan Dahlia Teh Keraton sebagai Signature Scent.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 02 Juli 2026
Indonesia Fashion Week 2026 Hadirkan Pengalaman Multisensori, Gandeng Dahlia Teh Keraton sebagai Signature Scent
Fashion
ASICS Gandeng Isa Boulder Hadirkan HYPERSYNC dengan Sentuhan Craftsmanship Bali
Isa Boulder dikenal sebagai label fesyen yang mengedepankan eksplorasi material, teknik tekstil eksperimental, serta pendekatan body-conscious silhouette.
Dwi Astarini - Rabu, 01 Juli 2026
ASICS Gandeng Isa Boulder Hadirkan HYPERSYNC dengan Sentuhan Craftsmanship Bali
Fashion
Indonesia Fashion Week 2026 Perkuat Kolaborasi Indonesia-Italia untuk Industri Mode
BTN Indonesia Fashion Week 2026 memperkuat kolaborasi Indonesia dan Italia melalui Italian Trade Agency dan ASSOMAC untuk mendorong inovasi industri mode nasional.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 01 Juli 2026
Indonesia Fashion Week 2026 Perkuat Kolaborasi Indonesia-Italia untuk Industri Mode
Fashion
Adidas Rilis Koleksi SS26 Summer Glow, Terinspirasi Iklim Tropis dan Kekayaan Artistik Indonesia
Koleksi ini terdiri dari atasan kemeja, tee, kaus lengan panjang, celana panjang dan pendek, celana bermuda, serta dua sepatu spesial.
Dwi Astarini - Jumat, 26 Juni 2026
Adidas Rilis Koleksi SS26 Summer Glow, Terinspirasi Iklim Tropis dan Kekayaan Artistik Indonesia
Fashion
Mahasiswa ESMOD Jakarta Bersinar dalam Trunk Show di BeautyFest Asia
ESMOD Jakarta memberikan panggung bagi para mahasiswa untuk memamerkan kemampuan mereka dalam menerjemahkan ide kreatif menjadi rancangan busana.
Dwi Astarini - Rabu, 24 Juni 2026
Mahasiswa ESMOD Jakarta Bersinar dalam Trunk Show di BeautyFest Asia
Fashion
Fenomena Unik Piala Dunia 2026: Banyak Pemain Pakai Sepatu Pink, Ternyata ini Alasannya!
Fenomena sepatu pink di Piala Dunia 2026 menjadi sorotan. Ternyata, ada beberapa alasan mengapa warna pink mendominasi ajang bergengsi tersebut.
Soffi Amira - Selasa, 16 Juni 2026
Fenomena Unik Piala Dunia 2026: Banyak Pemain Pakai Sepatu Pink, Ternyata ini Alasannya!
Fashion
Sewindu Perjalanan LAKON Indonesia, Bertumbuh Bersama Industri Fashion Tanah Air
Sejak awal didirikan, LAKON hadir dengan cita-cita melestarikan budaya supaya perajin Indonesia naik kelas.
Dwi Astarini - Selasa, 09 Juni 2026
Sewindu Perjalanan LAKON Indonesia, Bertumbuh Bersama Industri Fashion Tanah Air
Bagikan