MerahPutih.com - Isyana Sarasvati kembali menghadirkan karya terbaru lewat album kelimanya berjudul EKLEKTIKO. Album ini menjadi sebuah proyek musikal yang merangkum perjalanan pribadi Isyana, baik sebagai musisi maupun individu, melalui pendekatan yang bebas, eksploratif, dan melampaui batasan genre.
“EKLEKTIKO” hadir sebagai proyek multichapter yang dirancang untuk menggambarkan berbagai fase kehidupan Isyana. Album ini dibagi menjadi empat chapter utama, yakni Lunora, MAMIU, Cecilia, dan ABADHI. Masing-masing chapter menawarkan karakter musikal, emosi, visual, hingga sudut pandang yang berbeda-beda.
Pada chapter Lunora, Isyana menonjolkan semangat kolaborasi serta keberagaman. Sementara MAMIU menjadi ruang eksplorasi imajinatif yang membawa pesan tentang kemurnian dan kebaikan.
Di sisi lain, Cecilia memperlihatkan karakter yang lebih matang, feminin, dan reflektif. Adapun ABADHI menjadi titik temu dari seluruh perjalanan tersebut, menghadirkan tema penerimaan, kekuatan, serta keseimbangan energi.
Baca juga:
Danilla Perkenalkan Album ‘Candramawa’ Lewat Sesi Dengar yang Intim dan Sunyi
Sebagai bagian dari perilisan album ini, lagu BURN yang masuk dalam chapter ABADHI dipilih sebagai focus track. Lagu tersebut disebut mewakili energi paling kuat dalam keseluruhan album. Dengan pendekatan rock yang dinamis dan ritmis, “BURN” juga menghadirkan elemen groove yang terasa intens dan kuat secara fisik.
BURN adalah salah satu track di album yang paling merepresentasikan makna EKLEKTIKO. Perpaduan antara pop, electronic, dan metal melahirkan warna baru yaitu Trance Metal (Dance Metal) yang jadi eksplorasi baru untukku,
ujar Isyana Sarasvati.
"Sebagai pribadi yang kinestetik, aku menciptakan lagu ini untuk menemani teman-teman beraktivitas, terutama saat berolahraga. Semoga ‘BURN’ bisa jadi pemicu semangat untuk menjalani hari."
Kekuatan lagu “BURN” juga diperluas lewat video musik berskala besar yang menampilkan Isyana bersama 60 penari. Video tersebut hadir dengan koreografi yang tertata rapi serta visual yang kuat, memperlihatkan bahwa “EKLEKTIKO” tidak hanya dirancang sebagai pengalaman audio, tetapi juga sebagai karya visual dan performatif yang utuh.
Selain “BURN”, album ini turut menghadirkan eksplorasi musik dengan warna berbeda melalui lagu Be Alright featuring Kamga yang dipilih sebagai second focus track. Lagu bernuansa R&B yang lebih ringan dan easy listening tersebut melengkapi chapter Lunora yang sebelumnya juga diisi kolaborasi bersama VIDI, Hindia, dan Afgan.
Baca juga:
Album ke-3 Bertajuk I’m Fine dari Maximillian Ceritakan Rasa Rapuh dan Tekanan Batin
Lebih dari sekadar album, “EKLEKTIKO” menjadi ruang eksplorasi yang menghadirkan beragam spektrum emosi dan dinamika di setiap fasenya. Album ini dirancang bukan hanya untuk didengarkan, tetapi juga untuk dirasakan bersama oleh para pendengar dan ISYANATION.
EKLEKTIKO adalah refleksiku tentang kehidupan manusia. Aku percaya kita hadir di dunia ini untuk belajar merasakan keberagaman, menjalani baik dan buruknya kehidupan, menemukan makna di setiap perjalanan, dan merayakan semuanya. Album ini adalah bentuk terima kasihku atas setiap proses itu,
pungkas Isyana Sarasvati. (far)

