Dua Nama Paling 'Terdepan' Gantikan Jenderal Idham Azis Versi Analis Intelijen UI

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Rabu, 16 Desember 2020
Dua Nama Paling 'Terdepan' Gantikan Jenderal Idham Azis Versi Analis Intelijen UI

Analis Intelijen dan Keamanan, Stanislaus Riyanta. Foto: Net

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Bursa calon Kapolri terus memanas jelang pensiunnya Jenderal Idham Azis Januari 2021. Terdapat beberapa aspek yang harus dimiliki calon Kapolri baru. Mulai dari pangkat yang mencapai bintang tiga hingga rekam jejak yang baik.

"Terus pertimbangkan juga aspek isu di masyarakat saat ini," ucap Analis Intelijen dan Keamanan Universitas Indonesia, Stanislaus Riyanta kepada wartawan, Rabu (16/12).

Baca Juga:

Jokowi Dinilai Bakal Pakai Faktor 'Kedekatan' Tunjuk Calon Kapolri Pengganti Idham Azis

Selain itu, permasalahan kubu-kubu yang ada di dalam internal Polri harus di kesampingkan. Atas beberapa keterangan yang disebutkan di atas, peluang Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono menjadi Kapolri terbuka lebar.

"Kemudian dia terhindar dari isu perkubuan, diterima di internal dan mempunyai pangkat yang cukup ya Wakapolri, Gatot," katanya.

Selain itu, Wakapolri Gatot memiliki masa dinas yang cukup, yakni 30 bulan. Dia pun pernah menjadi pemimpin di daerah-daerah strategis, seperti menjadi Kapolda Metro Jaya dan Wakapolda Sulawesi Selatan.

Selain Gatot, Stanislaus menyebut nama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Boy Rafli Amar bisa dimasukkan menjadi calon Kapolri alternatif.

RUU HIP
Pengamat intelijen Stanislaus Riyanta

Boy berpeluang menjadi suksesor Idham lantaran dia terbebas dari isu kubu-kubu tertentu. Menurutnya, sosok Boy memiliki track record yang cukup bagus.

"Komjen Boy sama seperti Wakapolri Komjen Gatot netral tidak masuk ke dalam geng-gengan internal Polri dan relatif bisa diterima semua," katanya

Ia menjelaskan, dari masa jabatan Konjen Boy sangat cukup karena masih 3 tahun lagi sebelum pensiun nanti dan terpenuh berbagai syarat lainnya. "Nilai tambah bagi Komjen Boy adalah pernah menjadi humas Polri,"jelasnya.

Baca Juga:

Jenderal Bintang Dua Berpeluang Gantikan Posisi Jenderal Idham Azis

Di tengah gejolak saat ini yang berlangsung Polri membutuhkan pola komunikasi yang jauh lebih baik dalam menyikapi berbagai persoalan. Nah, hal itu ada dalam diri Komjen Boy.

"Perlu komunikasi publik yang intens karena saat ini berhadapan dengan kelompok masa dengan propaganda kuat." jelasnya. (Knu)

#Kapolri #Calon Kapolri
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Kapolri Buru Pendana Jaringan Sabu 1,2 Ton di Aceh, Kembangkan Kasus hingga Medan
Penyidik masih mendalami keterkaitan kasus laboratorium gelap di Aceh dengan jaringan lain.
Dwi Astarini - Rabu, 28 Oktober 2026
Kapolri Buru Pendana Jaringan Sabu 1,2 Ton di Aceh, Kembangkan Kasus hingga Medan
Indonesia
Indonesia-China Bongkar Jaringan Narkoba Lintas Negara, Tangkap 18 Orang
Pertukaran informasi intelijen dan koordinasi antaraparat menjadi bagian penting dalam membongkar jaringan narkoba.
Dwi Astarini - Rabu, 28 Oktober 2026
Indonesia-China Bongkar Jaringan Narkoba Lintas Negara, Tangkap 18 Orang
Indonesia
Wacana Larangan Total Vape di Indonesia, DPR Soroti Bahaya Narkoba Cair
Komisi III DPR mendukung usulan Kapolri untuk melarang total vape di Indonesia. Hal itu terkait temuan narkoba dalam liquid vape.
Soffi Amira - Sabtu, 24 Oktober 2026
Wacana Larangan Total Vape di Indonesia, DPR Soroti Bahaya Narkoba Cair
Indonesia
Kapolri Bongkar Celah Narkotika dalam Vape, Polri dan BNN Sulit Membedakan Cairannya
Kapolri mengatakan cairan narkotika dapat dikemas dalam cartridge vape dengan tampilan dan aroma yang menyerupai produk biasa.
Dwi Astarini - Jumat, 23 Oktober 2026
Kapolri Bongkar Celah Narkotika dalam Vape, Polri dan BNN Sulit Membedakan Cairannya
Indonesia
Kapolri Dorong Larangan Total Vape, Sebut Jadi Pintu Masuk Narkotika
Perkembangan narkotika kini semakin mengkhawatirkan karena bentuknya telah berevolusi dari padat menjadi cair.
Dwi Astarini - Jumat, 23 Oktober 2026
Kapolri Dorong Larangan Total Vape, Sebut Jadi Pintu Masuk Narkotika
Indonesia
Kapal Berbendera Mongolia Tertangkap Angkut 1 Ton Ketamin di Perairan Sumut, Identitasnya Diduga Disamarkan
Pergerakannya telah dipantau aparat sejak Agustus 2026 setelah terdeteksi menunjukkan aktivitas tidak biasa di Selat Malaka.
Dwi Astarini - Jumat, 23 Oktober 2026
Kapal Berbendera Mongolia Tertangkap Angkut 1 Ton Ketamin di Perairan Sumut, Identitasnya Diduga Disamarkan
Indonesia
3 Perusahaan Asing Jadi Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan
Bareskrim Polri telah meningkatkan 98 laporan polisi (LP) mengenai korporasi terkait karhutla ke tingkat penyidikan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 22 Oktober 2026
3 Perusahaan Asing Jadi Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan
Indonesia
Propam Polri Turun Tangan Tangani Polisi Tembak Polisi
Tim penyidik telah selesai melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta menyita sejumlah barang bukti.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 21 Oktober 2026
Propam Polri Turun Tangan Tangani Polisi Tembak Polisi
Indonesia
Kapolri Usut 98 Kasus Karhutla, Ungkap Dugaan Keterlibatan Pihak Asing
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menyebut Polri mengusut 98 kasus karhutla dan mendalami dugaan keterlibatan pihak asing, termasuk dari negara tetangga.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
Kapolri Usut 98 Kasus Karhutla, Ungkap Dugaan Keterlibatan Pihak Asing
Indonesia
Kapolri Sebut Ada Dugaan Pidana Pasar Modal, Siap Ambil Tindakan Tegas
Ia berjanji akan mengusut dugaan pelanggaran maupun tindak pidana di pasar modal.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Kapolri Sebut Ada Dugaan Pidana Pasar Modal, Siap Ambil Tindakan Tegas
Bagikan