Teknologi

Dua Dekade, Bluetooth masih belum 'Bersahabat'

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 12 Juli 2022
Dua Dekade, Bluetooth masih belum 'Bersahabat'

Pemrogram awal mengadopsi "Bluetooth" sebagai nama kode untuk teknologi nirkabel. (freepik/rawpixel.com)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

DALAM dua dekade sejak pertama kali disertakan dalam produk yang tersedia untuk masyarakat umum, Bluetooth telah digunakan begitu luas sehingga seluruh generasi konsumen mungkin tidak dapat mengingat waktu tanpanya.

ABI Research memperkirakan ada 5 miliar perangkat berkemampuan Bluetooth akan dikirimkan ke konsumen tahun ini. Angka itu diperkirakan akan meningkat menjadi 7 miliar pada 2026.

Bluetooth sekarang ada dalam segala hal mulai dari ponsel cerdas, lemari es hingga bola lampu, memungkinkan semakin banyak produk untuk terhubung satu sama lain dengan lancar, kadang-kadang.

BACA JUGA:

Emoji Bantu Kamu Berkomunikasi Lebih Jelas dan Cepat

Terlepas dari penyebarannya, teknologi ini masih rentan terhadap masalah yang merepotkan, apakah itu perjuangan dalam menyiapkan perangkat baru untuk terhubung, mengganti headphone antar perangkat, atau hanya terlalu jauh di luar jangkauan untuk terhubung.

bluetooth
Bluetooth sekarang ada dalam segala hal mulai dari ponsel cerdas hingga lemari es hingga bola lampu. (freepik/wirestock)

"Saya memiliki hubungan cinta-benci dengan Bluetooth, karena ketika berfungsi, itu luar biasa, dan ketika tidak, kamu ingin 'menarik rambut hingga copot'," kata profesor Interaksi Manusia-Komputer Chris Harrison di Carnegie Melon University, Pennsylvania, AS.

"Janjinya adalah membuat koneksi semulus dan semudah mungkin. Sayangnya, Bluetooth tidak pernah benar-benar mencapainya," dia menambahkan seperti diberitakan CNN (10/7). Alasan untuk kesulitan itu kembali ke dasar dari teknologi yang relatif murah.

Kemunculan bluetooth

bluetooth
Apple membuang port headphone biasanya dan memperkenalkan earbud nirkabel yang populer. (freepik/freepik)


Bluetooth dikatakan meminjam namanya dari raja Skandinavia abad kesembilan, Harald 'Bluetooth' Gormsson, yang dikenal karena gigi matinya yang berwarna abu-abu kebiruan. Dia berhasil menyatukan Denmark dan Norwegia pada 958 M.

Pemrogram awal mengadopsi 'Bluetooth' sebagai nama kode untuk teknologi nirkabel mereka yang menghubungkan perangkat lokal, dan akhirnya nama itu menempel.

Teknologi ini, kata Harrison, dibedakan dari wi-fi karena memerlukan jarak dekat secara inheren. Sinyal Bluetooth berjalan melalui gelombang udara yang tidak berlisensi, yang secara efektif terbuka untuk umum bagi siapa saja untuk digunakan. Berbeda dengan gelombang udara yang diprivatisasi yang dikendalikan oleh perusahaan seperti AT & T atau Verizon.

Hal ini mungkin telah memudahkan pengembangan dan adopsi yang lebih luas, tetapi hal tersebut memerlukan biaya. Bluetooth harus berbagi dan bersaing dengan banyak produk lain yang menggunakan pita spektrum tanpa izin, seperti monitor bayi, remote TV, dan lainnya. Hal ini dapat menimbulkan interferensi yang dapat mengganggu keefektifan Bluetooth.

Harrison menyebutkan, alasan lain mengapa bluetooth bisa sangat sulit digunakan, termasuk masalah keamanan siber yang dapat muncul saat mentransmisikan data secara nirkabel.

Jika memasang speaker bluetooth di gedung apartemen New York, misalnya, kamu tidak ingin sembarang orang dalam radius 15 meter dapat terhubung dengannya. Namun, kata Harison, pabrikan tidak pernah menyelesaikan proses discovery mode yang mulus.

BACA JUGA:

Google dan Youtube Rayakan Ultah ARMY

"Kadang-kadang perangkat akan mulai secara otomatis dan berada dalam mode ini, 'Saya siap untuk mode memasangkan'. Terkadang kamu harus mengklik semacam urutan alien untuk memasukkan perangkat ke mode khusus ini," dia menjelaskan.

Namun, pelaku bisnis dan konsumen terus merangkul bluetooth. Apple, mungkin yang paling menonjol. Mereka membuang port headphone biasanya dan memperkenalkan earbud nirkabel berkemampuan Bluetooth yang populer, AirPods. Perusahaan teknologi lain pun kemudian meluncurkan produk serupa.

Terlepas dari kekurangannya, Harrison tidak melihat permintaan untuk bluetooth berkurang dan mengakui bahwa dia sendiri menggunakannya dengan mulus, sekitar 70 persen dari seluruh penggunaan.

"Bluetooth belum mencapai puncaknya. Bluetooth akan menjadi perekat yang menghubungkan semua itu bersama," kata Harrison. Di memprediksi adopsi luas internet of things, atau perangkat pintar, bekerja sama dalam jarak dekat hanya akan menambah pertumbuhannya di kemudian hari.(aru)

BACA JUGA:

Menakjubkan, Gambar Galaksi Tangkapan Teleskop Webb

#Teknologi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Tekno
Bocoran OPPO Find X10 Ultra: Kamera 200MP, Zoom Optik 10x, Baterai hingga 8.500 mAh
OPPO Find X10 Ultra akan membawa spesifikasi spesial. HP ini akan menggunakan kamera telefoto periskop 200MP.
Soffi Amira - Jumat, 03 Juli 2026
Bocoran OPPO Find X10 Ultra: Kamera 200MP, Zoom Optik 10x, Baterai hingga 8.500 mAh
Tekno
iPhone 18 Pro Max Kabarnya Pakai Baterai Lebih Besar, Saingi Samsung Galaxy S27 Ultra
iPhone 18 Pro Max akan membawa baterai lebih besar. Namun, baterai versi Eropa/global dan AS akan berbeda.
Soffi Amira - Jumat, 03 Juli 2026
iPhone 18 Pro Max Kabarnya Pakai Baterai Lebih Besar, Saingi Samsung Galaxy S27 Ultra
Lifestyle
City Vision Resmikan Iconic Thamrin, Media Digital 3D 8K Terbesar Hadir di Jakarta
City Vision meluncurkan Iconic Thamrin, yakni platform media digital premium di Jakarta.
Soffi Amira - Kamis, 02 Juli 2026
City Vision Resmikan Iconic Thamrin, Media Digital 3D 8K Terbesar Hadir di Jakarta
Tekno
OPPO Bubble Kini Bisa Dipakai di iPhone, Aksesori Kamera Unik Seharga Rp 1,3 Juta
OPPO Bubble kini sudah bisa digunakan di iPhone. Pengguna pun bisa pakai kamera belakang lebih mudah.
Soffi Amira - Kamis, 02 Juli 2026
OPPO Bubble Kini Bisa Dipakai di iPhone, Aksesori Kamera Unik Seharga Rp 1,3 Juta
Tekno
Kamera Vivo X500 Pro Max Bocor, Sensor Sony LOFIC 50MP dan Periskop 200MP Jadi Senjata Baru
Vivo X500 Pro Max kini siap naik kelas lewat kameranya. HP ini akan membawa kamera periskop 200MP.
Soffi Amira - Rabu, 01 Juli 2026
Kamera Vivo X500 Pro Max Bocor, Sensor Sony LOFIC 50MP dan Periskop 200MP Jadi Senjata Baru
Tekno
Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra Bocor, Kamera Ultra-Wide Naik Jadi 50MP
Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra akan membawa kamera ganda. Kabarnya, kamera ultra-wide akan beresolusi 50MP.
Soffi Amira - Rabu, 01 Juli 2026
Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra Bocor, Kamera Ultra-Wide Naik Jadi 50MP
Tekno
Nothing Phone (4b) Siap Meluncur 7 Juli 2026, Hadir dengan Desain Transparan Khas dan Dibekali Chipset Snapdragon
Nothing Phone (4b) dipastikan memakai chipset Snapdragon. Jelang peluncuran 7 Juli 2026, bocoran spesifikasi, desain transparan, hingga kamera 50 MP mulai terungkap.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 30 Juni 2026
Nothing Phone (4b) Siap Meluncur 7 Juli 2026, Hadir dengan Desain Transparan Khas dan Dibekali Chipset Snapdragon
Tekno
Bocoran iPhone 2027 Mulai Terungkap, Apple Siapkan iPhone 18, Air 2, hingga 19 Pro!
iPhone 2027 siap memberikan kejutan. Kabarnya, iPhone 19 Pro dan iPhone lipat kedua sudah masuk tahap pengujian.
Soffi Amira - Selasa, 30 Juni 2026
Bocoran iPhone 2027 Mulai Terungkap, Apple Siapkan iPhone 18, Air 2, hingga 19 Pro!
Tekno
Harga iPhone 18 Pro Diprediksi Naik Rp 3,5 Juta, Sudah Siap Rogoh Kocek Lebih Dalam?
Harga iPhone 18 Pro diprediksi naik hingga Rp 3,5 juta. Pembeli pun harus merogoh kocek lebih dalam.
Soffi Amira - Selasa, 30 Juni 2026
Harga iPhone 18 Pro Diprediksi Naik Rp 3,5 Juta, Sudah Siap Rogoh Kocek Lebih Dalam?
Tekno
Spesifikasi Vivo X500 Pro Max Bocor, Siap Bawa Kamera 200MP hingga Baterai Jumbo 8.000mAh
Vivo X500 Pro Max dikabarkan akan membawa kamera 200MP hingga baterai 8.000mAh. Seri tersebut kemungkinan akan hadir dalam banyak model.
Soffi Amira - Senin, 29 Juni 2026
Spesifikasi Vivo X500 Pro Max Bocor, Siap Bawa Kamera 200MP hingga Baterai Jumbo 8.000mAh
Bagikan