Film

Drama Perang '1917' Diprediksi Menang Banyak di Oscar 2020

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Senin, 27 Januari 2020
Drama Perang '1917' Diprediksi Menang Banyak di Oscar 2020

Fakta menarik film 1917 (Foto: Imdb)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SESUAI dengan judulnya, film ini menceritakan tentang Perang Dunia I yang terjadi pada 1917. Mengkisahkan dua orang pemuda prajurit Inggris bernama Schofield dan Blake. Keduanya diberi tugas untuk menyampaikan pesan agar tidak semakin banyak nyawa yang berguguran dalam perang itu. Tugas yang tak mudah. Mereka dituntut untuk melintasi wilayah musuh.

Baca juga:

Oscar 2020 akan Kembali Digelar Tanpa Pembawa Acara

Sam Mendes selaku Sutradara Film 1917 berhasil membuat para penonton terpukau dengan hasil karyanya. Tidak hanya berhasil membawa emosi dan rasa kagum para penonton, dilansir dari Cnbc, Mendes yang juga mendireksi film Skyfall ini berhasil memborong hampir semua nominasi penghargaan Oscar 2020.

Di antaranya termasuk Best Picture, Achievement in Directing, Best Original Screenplay, Achievement in Makeup and Hairstyling, Achievement in Visual Effects, Achievement in Cinematography, Achievement in Production Design, Achievement in Music Written for Motion Picture, Achievement in Sound Editing, dan Achievement in Sound Mixing.

Selain itu, Film 1917 juga berhasil memenangkan dua piala ajang bergengsi, Golden Globe Awards 2020 dengan kategori Drama Motion Picture dan Director of a Motion Picture. Berangkat dari kisah nyata yang diceritakan oleh kakek Sam Mendes, yakni Alfred Mendes, film ini memiliki beberapa fakta menarik yang perlu kamu ketahui.

1. Sembilan menit

Sam Mendes dan Penghargaan Golden Globes Awards 2020
Sam Mendes mendapatkan penghargaan Golden Globes Awards 2020 (Foto: Popculture)

Kamu mungkin tidak menyadari bahwa film ini memiliki adegan terpanjang yang diambil dalam satu shoot yaitu sekitar sembilan menit. Tentunya sembilan menit merupakan waktu yang lama dalam pengambilan gambar untuk satu adegan. Terutama jika mempertimbangkan bahwa begitu banyak bagian yang bergerak disetiap waktu.

2. Merasakan jam berdetak

Dalam film ini Sam Mendes ingin membuat para penonton juga merasakan dalam dua jam tersebut menjadi terasa lebih realistis yang akan membuat para penonton juga merasakan jam berdetak dan setiap detik seharusnya ketegangan para penonton akan meningkat dengan melihat adegan-adegan menegangkan dalam film 1917.

3. Film tersulit

Behind The Scene Film 1917
Behind the scene film 1917 (Foto: slashfilm)

Meskipun telah mendireksi film-film terbaik lainnya seperti Skyfall, Jarhead, Henry V, dan Spectre. Mendes mengaku film ini adalah film tersulit secara teknis sekaligus film terbaik yang pernah ia buat.

Baca juga:

Diumumkan, Nominasi Oscar 2020 Penuh Kejutan

4. Persiapan

Untuk mendapatkan hasil yang lebih baik, film ini melakukan persiapan yang sangat matang, seperti pemain yang terlibat dalam film 1917, dilatih secara intens selama enam bulan sebelum pembuatan film dalam harapan para pemain memiliki gambaran secara rinci dengan apa yang akan terjadi saat proses pembuatan film, sehingga minim dari kesalahan.

5. Tantangan terbesar bagi Sam Mendes

Sam Mendes Menggunakan Teknik One Shot
Sam Mendes menggunakan teknik one shot untuk film 1917 (Foto: BBC)

Tantangan yang diambil oleh Sam Mendes sebagai Sutradara adalah membuat film dengan konsep one shot yang pastinya akan sangat sulit ketika harus menggabungkan adegan intensif dan sensitif dalam satu bagian.

Memakai konsep one shot dalam pengambilan gambar tentunya menjadi tantangan terbesar bagi setiap sutradara. Kenapa? Karena dalam film ini konsep one take one shot yang diambil menempatkan kamera yang mengikuti aktor utama sepanjang film.

Hal lain yang membuat film ini sangat pantas untuk mendapatkan penghargaan adalah, sangat minim penggunaan CGI. Computer-Generated Imagery (CGI) adalah penggunaan grafik kompeter dalam memberikan efek spesial. CGI biasanya digunakan dalam pembuatan film, video games, dan lain-lain.

Jika dipikir-pikir akan terkesan mustahil mengingat konsep yang dipakai Sam Mendes adalah one shot dan minim penggunaan CGI. Mendes menyiasatinya dengan penggabungan shot dengan teknik editing yang tentunya tidak diragukan lagi.

Bukan hanya itu, dalam proses pembuatan film ini juga terdapat unsur continuity agar film tersebut terlihat lebih realistis dan meyakinkan penonton. Sam Mendes ingin membuat penonton merasakan betapa sulitnya dibalik pembuatan film 1917 ini sama hal dengan apa yang dilalui orang-orang saat perang. (bel)

Baca juga:

11 Nominasi Piala Oscar untuk 'Joker'

#Film #Oscar #Film Perang #Academy Awards
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Film 'Ibuku' Tembus Kompetisi Utama BIFF 2026, Christine Hakim Jadi Ibu yang Berjuang Temui Anak
Film 'Ibuku' karya Eddie Cahyono masuk Kompetisi Utama Busan International Film Festival 2026, dibintangi Christine Hakim dan Ayushita.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 10 September 2026
Film 'Ibuku' Tembus Kompetisi Utama BIFF 2026, Christine Hakim Jadi Ibu yang Berjuang Temui Anak
ShowBiz
'Blue Road' Tayang di Netflix November 2026, Ungkap Misteri Pembunuhan Berantai di Korea-Jepang
Netflix menyiapkan film Blue Road. Film ini mengungkap misteri pembunuhan berantai. Film ini dibintangi Son Suk Ku dan Eita Nagayama.
Soffi Amira - Rabu, 09 September 2026
'Blue Road' Tayang di Netflix November 2026, Ungkap Misteri Pembunuhan Berantai di Korea-Jepang
ShowBiz
'Mononoke: The Curse of the Serpent' Jadi Penutup Trilogi, Tayang di Netflix 29 September
Mononoke: The Curse of the Serpent menjadi film ketiga sekaligus penutup trilogi Mononoke. Film ini tayang di Netflix 29 September 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 09 September 2026
'Mononoke: The Curse of the Serpent' Jadi Penutup Trilogi, Tayang di Netflix 29 September
ShowBiz
Liam dan Noel Gallagher Datang Telat ke Pemutara Perdana 'Oasis: Don’t Look Back in Anger' di London
Saat duo bersaudara tersebut tiba, karpet hitam sudah hampir kosong.
Dwi Astarini - Rabu, 09 September 2026
Liam dan Noel Gallagher Datang Telat ke Pemutara Perdana 'Oasis: Don’t Look Back in Anger' di London
ShowBiz
Film Dokumenter 'Musk' Siap Bongkar Ambisi, Kontroversi, dan Sisi Gelap Elon Musk
Trailer terbaru film dokumenter Musk karya Alex Gibney menyoroti sisi kontroversial Elon Musk, dari ambisi hingga berbagai penilaian keras terhadap karakternya.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 08 September 2026
Film Dokumenter 'Musk' Siap Bongkar Ambisi, Kontroversi, dan Sisi Gelap Elon Musk
ShowBiz
Bukan Sekadar Film Pemberontakan, Andrew Garfield Ungkap Pesan di 'The Uprising'
Andrew Garfield berharap film The Uprising yang tayang 11 September 2026, dapat menggugah masyarakat dan membuat para miliarder merasa ketakutan.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 08 September 2026
Bukan Sekadar Film Pemberontakan, Andrew Garfield Ungkap Pesan di 'The Uprising'
ShowBiz
'The Whisper Man' Ditonton 23,2 Juta Kali di Netflix, Langsung Masuk 10 Besar
The Whisper Man mencetak debut fantastis di Netflix. Film thriller psikologis itu sudah ditonton 23,2 juta kali.
Soffi Amira - Selasa, 08 September 2026
'The Whisper Man' Ditonton 23,2 Juta Kali di Netflix, Langsung Masuk 10 Besar
ShowBiz
Nathan Fielder Diam-Diam Bikin Dokumenter 'You Can See Everything', Ikuti Hidup Elizabeth Holmes hingga ke Penjara
Nathan Fielder membuat film dokumenter 'You Can See Everything' tentang Elizabeth Holmes. Film ini mengikuti kehidupan Holmes hingga ke penjara.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 08 September 2026
Nathan Fielder Diam-Diam Bikin Dokumenter 'You Can See Everything', Ikuti Hidup Elizabeth Holmes hingga ke Penjara
ShowBiz
Dari Toronto dan Busan, 'Empat Musim Pertiwi' Kini Melaju ke Tokyo International Film Festival
Film 'Empat Musim Pertiwi' karya Kamila Andini akan tayang di Tokyo International Film Festival setelah perjalanan internasionalnya dari Toronto dan Busan.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 08 September 2026
Dari Toronto dan Busan, 'Empat Musim Pertiwi' Kini Melaju ke Tokyo International Film Festival
ShowBiz
'Descendants of the Sun' Jadi Film Indonesia, Reza Rahadian dan Dian Sastrowardoyo Siap Bawa Kisah Yoo Shi-jin dan Kang Mo-yeon ke Layar Lebar
Film adaptasi Indonesia 'Descendants of the Sun' dibintangi Reza Rahadian dan Dian Sastrowardoyo, disutradarai Hanung Bramantyo.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 08 September 2026
'Descendants of the Sun' Jadi Film Indonesia, Reza Rahadian dan Dian Sastrowardoyo Siap Bawa Kisah Yoo Shi-jin dan Kang Mo-yeon ke Layar Lebar
Bagikan