Headline

Donald Trump Tawarkan Persenjataan Modern ke Negara-Negara NATO

Eddy FloEddy Flo - Jumat, 13 Juli 2018
Donald Trump Tawarkan Persenjataan Modern ke Negara-Negara NATO

Presiden Donald Trump berbicara pada Upacara Peringatan Pasukan Perdamaian (ANTARA FOTO/REUTERS/Kevin Lamarque)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memanfaatkan betul lawatan ke sejumlah negara di Eropa. Dalam kunjungannya ke markas NATO, Trump tawarkan persenjataan modern buatan AS negara-negara kecil anggota NATO.

Berbicara setelah pertemuan puncak NATO di Brussels, Kamis (12/7) waktu setempat, Trump mengatakan bahwa beberapa negara anggota yang kurang kaya telah meminta apakah Trump dapat membantu mereka membeli peralatan dan persenjataan dari AS.

Namun Trump tidak menyebutkan nama negara-negara yang dimaksud.

Ditanya tentang tekanan pada negara-negara dengan keuangan yang lebih lemah, dia berkata, "Kami memiliki banyak negara kaya di NATO, tetapi juga ada beberapa yang tidak begitu kaya dan mereka bertanya apakah mereka dapat membeli peralatan militer, dan dapatkah saya membantu mereka , dan kami akan membantu mereka sedikit, "katanya dalam konferensi pers.

Presiden AS Donald Trump
Presiden Amerika Serikat Donald Trump melihat ke arah fotografer di Gedung Putih, Washington (ANTARA FOTO/REUTERS/Carlos Barria)

"Kami tidak akan membiayai mereka, tetapi kami akan memastikan bahwa mereka dapat memperoleh pembayaran dan berbagai hal lain sehingga mereka bisa membeli, karena AS membuat peralatan militer terbaik di dunia seperi jet tempur, peluru kendali, senjata, terbaik segalanya." Trump mengklaim kemenangan pribadi pada pertemuan tersebut setelah meminta sekutu Eropanya untuk meningkatkan pengeluaran atau jika tidak maka kehilangan dukungan Washington.

Sebagaimana dilansir Antara dari Reuters Jumat (13/7), Gedung Putih telah mendorong inisiatif "Beli Produk Amerika" yang bertujuan untuk membantu menumbuhkan miliaran dolar lebih dalam bisnis senjata.

Inisiatif Trump tawarkan senjata tersebut telah menimbulkan kekhawatiran di Eropa, di mana sejumlah pihak melihat peningkatan penjualan senjata kepada NATO sebagai upaya untuk meningkatkan pengeluaran militer mereka.

Trump tidak menarik hubungan langsung antara penjualan senjata dan upayanya untuk membujuk negara NATO lainnya untuk memperbaiki kekurangan dalam pembelanjaan pertahanan di bawah target pakta, tetapi memamerkan manfaat peralatan pertahanan buatan AS.

"Semua orang ingin membeli peralatan kami. Jadi kami membantu beberapa dari negara-negara itu untuk mengantri dan membeli peralatan terbaik," katanya.

Trump mencantumkan pembuat senjata AS teratas, Lockheed Martin Corp, Boeing Co dan Northrop Grumman Corp.

Perusahaan AS lainnya yang memperoleh manfaat dari dorongan penjualan senjata antara lain pembuat rudal Raytheon Co, dan General Dynamics Corp, yang membangun kapal perang dan peralatan militer lainnya.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: HKTI Dukung Moeldoko Jadi Cawapres Jokowi di Pilpres 2019

#Donald Trump #Uni Eropa #Amerika Serikat
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Insiden Rollercoaster di Amerika Serikat, 1 Orang Tewas
Saksi mata memberi tahu media lokal bahwa mereka melihat seorang pria terlempar dari wahana tersebut.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Oktober 2026
Insiden Rollercoaster di Amerika Serikat, 1 Orang Tewas
Dunia
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Isak tangis haru berbaur rasa trauma membuncah di San Diego Bay, California, saat kapal induk raksasa Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, akhirnya resmi berlabuh
Wisnu Cipto - Sabtu, 10 Oktober 2026
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Dunia
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Nidal Malik Hasan divonis bersalah karena telah membunuh 13 rekannya sesama tentara AS di sebuah pangkalan militer di Texas pada 2009.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Indonesia
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
"Mereka juga telah melakukan PHK terhadap 6.000 pekerja Amerika dan menggantinya dengan 6.300 pekerja pemegang visa H-1B," kata Vance.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
Dunia
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Gubernur New York Kathy Hochul resmi menetapkan status darurat bencana akibat ledakan wabah campak hingga 4 November 2026. Simak peringatan penting ini!
Wisnu Cipto - Selasa, 06 Oktober 2026
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Dunia
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Donald Trump menyinggung kemungkinan Iran melancarkan serangan terhadap kota di AS.
Yusuf Abdillah - Selasa, 06 Oktober 2026
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Dunia
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Rektor Cornell University menggambarkan dugaan yang disampaikan perempuan tersebut, yang diidentifikasi sebagai Jane Doe, sebagai hal yang ‘sangat meresahkan’.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Dunia
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Korban mengklaim ia dicekoki ketamin, dianiaya, dan diperkosa tujuh anggota fraternity Chi Phi.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Dunia
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
Amerika Serikat (AS) dikabarkan tengah menyiapkan pengerahan tambahan pasukan dan pesawat militer ke Israel.
Yusuf Abdillah - Senin, 05 Oktober 2026
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
ShowBiz
Dari Brooklyn ke Fort Dix, Sean 'Diddy' Combs Tetap Jadi 'Raja' Meski Terjerat Kasus Prostitusi
Dugaan kepemilikan zat terlarang dan obat resep ilegal kembali mencoreng reputasi Sean 'Diddy' Combs di penjara.
Wisnu Cipto - Minggu, 04 Oktober 2026
Dari Brooklyn ke Fort Dix, Sean 'Diddy' Combs Tetap Jadi 'Raja' Meski Terjerat Kasus Prostitusi
Bagikan