MerahPutih.com - Presiden AS, Donald Trump mengungkapkan, bahwa timnas Iran "dipersilakan" untuk berkompetisi di Piala Dunia 2026. Namun, ia menyarankan Iran untuk tidak berpartisipasi demi keselamatan dan keamanan mereka sendiri.
"Timnas Iran dipersilakan untuk berkompetisi di Piala Dunia 2026, tetapi saya benar-benar tidak percaya bahwa pantas bagi mereka untuk berada di sana, demi keselamatan dan keamanan mereka sendiri. Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini! Presiden DONALD J. TRUMP," tulisnya Truth Social.
Kemudian, Iran menanggapi unggahan Trump di media sosial dengan mengatakan, bahwa tidak ada individu yang dapat mengecualikan suatu negara dari Piala Dunia 2026.
Baca juga:
Iran Putuskan Mundur dari Piala Dunia 2026, FIFA Pusing Harus Cari Penggantinya
Iran Sebut AS tak Bisa Lindungi Negara yang Ikut Piala Dunia 2026
Lalu, mereka juga menyarankan AS tidak mampu memberikan keamanan yang diperlukan bagi tim yang berpartisipasi dalam turnamen musim panas ini.
"Piala Dunia adalah ajang bersejarah dan internasional, dan badan pengaturnya adalah FIFA, bukan negara mana pun. Timnas Iran, dengan kekuatan dan serangkaian kemenangan penting yang diraih oleh putra-putra pemberani Iran, termasuk di antara tim pertama yang lolos ke turnamen besar ini," demikian pernyataan tersebut.
"Tentu saja tidak ada yang dapat mengecualikan timnas dari Piala Dunia. Satu-satunya negara yang dapat dikecualikan adalah negara yang hanya menyandang gelar "tuan rumah", tetapi tidak memiliki kemampuan untuk memberikan keamanan bagi tim-tim yang berpartisipasi dalam ajang global ini."
Iran menjadi salah satu dari 48 tim yang akan berkompetisi di turnamen tersebut. Mereka dijadwalkan melawan Selandia Baru di Inglewood, California, pada 15 Juni dan Belgia pada 21 Juni, sebelum menyelesaikan pertandingan grup di Seattle melawan Mesir pada 26 Juni 2026.
Baca juga:
5 Negara yang Pernah Mundur dari Piala Dunia, Iran Diisukan Absen Tahun ini
Sementara itu, Menteri Olahraga Iran, Ahmad Donyamali mengatakan, bahwa negaranya tidak dapat berpartisipasi dalam Piala Dunia 2026 menyusul serangan udara yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel.
"Mengingat bahwa pemerintah korup ini telah membunuh pemimpin kita, dalam keadaan apa pun kita tidak dapat berpartisipasi dalam Piala Dunia," kata Donyamali kepada televisi pemerintah Iran.
Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, tewas pada hari pertama serangan. Ia pun digantikan oleh putranya, Mojtaba Khamenei.
Lalu, Trump kembali mengunggah pesan di media sosial tentang Piala Dunia 2026.
"Amerika Serikat sangat menantikan untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA. Penjualan tiket sangat laris!" Ini akan menjadi Acara Olahraga Terbesar dan Teraman dalam Sejarah Amerika. Semua Pemain, Ofisial, dan Penggemar akan diperlakukan seperti 'BINTANG' yang memang pantas mereka dapatkan!" ujarnya.
Baca juga:
Spotify Camp Nou dan Bernabeu Berebut Jadi Tuan Rumah Final Piala Dunia 2030
Iran Dikenai Larangan Perjalanan ke Amerika Serikat sejak 2025
Seorang pejabat Gedung Putih, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya, telah mengonfirmasi pesan Trump kepada Presiden FIFA, Gianni Infantino, tentang partisipasi Iran.
Gedung Putih tidak segera mengklarifikasi apa yang dimaksud Trump dengan "nyawa dan keselamatan mereka sendiri," seperti apakah ia mengantisipasi ancaman terhadap mereka saat berada di Amerika Serikat setelah serangan AS dan Israel terhadap Iran yang dimulai pada 28 Februari 2026 lalu.
AS menjadi tuan rumah turnamen tersebut bersama Kanada dan Meksiko mulai 11 Juni hingga 19 Juli 2026.
Sejak Juni 2025, Iran telah dikenai larangan perjalanan ke AS sebagai bagian dari penindakan imigrasi pemerintahan Trump. Namun, atlet dan pelatih dari negara-negara sasaran dikecualikan, yang berarti Iran akan diizinkan masuk ke AS. (sof)