'Don't Breathe 2' Tampilkan Sisi Manusiawi The Blind Man
Diperankan oleh Stephen Lang. (Foto: The New York Times)
BUAT kamu yang sudah nonton film Don't Breathe (2016), pasti tidak asing lagi dengan karakter The Blind Man yang bernama Norman Nordstrom (Stephen Lang). Sosok kakek tua ini digambarkan demikian kejam, sadis, sekaligus tangkas ketika membunuh orang meski ia sudah berusia senja dan buta.
Di film pertama itu pula, mungkin bagi penonton sulit rasanya untuk melabuhkan keberpihakan kepada para karakter selama adegan-adegan pertama berlangsung. Kadang-kadang kita jadi empati terhadap sosok Rocky (Jane Levy), latar belakang kehidupan keluarganya seolah-olah jadi 'pembenaran' atas aksi pencurian yang ia lakukan.
Baca juga:
Di sekuel kedua Don't Breathe, akan mengambil latar delapan tahun setelah film pertama dan menghadirkan Nordstrom sebagai sentral cerita. Banyak penonton berharap sosok Rocky bisa kembali dimunculkan dan bertanya-tanya seperti apa kehidupannya setelah ia berhasil lolos dari rumah Nordstrom.
Namun sutradara dan penulis skenario akhirnya sepakat menghadirkan semesta lain dengan menempatkan gadis kecil bernama Phoenix (Madelyn Grace) sebagai bagian dari kehidupan Nordstrom, alias tak ada jejak Rocky di sekuel kedua ini.
Jika di film pertama kita dibuat seolah kesal terhadap Nordstrom, Don't Breathe 2 justru lebih banyak memberi panggung untuk lebih mendekat lagi terhadap kehidupan sang veteran perang itu dengan berbagai sisi manusiawinya.
Sang sutradara Rodo Sayagues mengatakan, bagaimana pun Nordstrom tidak akan pernah bisa dijadikan sosok pahlawan namun para penggodok cerita di balik layar juga ingin menceritakan sebuah kisah dari sudut pandang karakter itu. Dengan menampilkan potongan masa lalu Nordstrom jauh sebelum peristiwa di film pertama, setidaknya dapat membantu penonton untuk membaca dari sudut pandangnya.
Apakah kebutaan dan kebrutalannya menjadi 'mesin pembunuh' merupaakn sisa-sisa trauma peperangan di masa lalu? Kenapa ia begitu terobsesi ingin mengasuh seorang anak? Seperti apa anak kandung yang ia sebut telah meninggal dalam peristiwa kecelakaan?
Baca juga:
Ini yang Membuat Film Horor Menjadi Seperti Nyata dan Menyeramkan
Jawaban dari pertanyaan itu hanya tampil setengah-setengah dalam sekuel kedua dan meninggalkan lubang dalam kepenuhan karakter yang menjadi sentral cerita.
"Kerusakan spiritual, emosional, dan mental, itulah dia. Dia sudah hidup dalam isolasi untuk waktu yang sangat lama. Dia tidak berguna bagi dunia pada umumnya dan dunia tidak memperlakukannya dengan baik. Seperti anjing yang terlempar, jika kamu mencoba mengelusnya, dia akan menggigit tanganmu," kata aktor itu.
Don't Breathe 2 sudah bisa disaksikan di bioskop Tanah Air sejak Jumat (15/10). Menonton film ini di medium audio dan layar besar tentu dapat menghadirkan sensasi tersendiri bagi penonton. (and)
Baca juga:
Bagikan
Andreas Pranatalta
Berita Terkait
Sinopsis Film Unexpected Family, Aksi Komedi Jackie Chan Berakting Emosional
Panic Carefully Film Baru Julia Roberts Bertema Psikologi Gelap Tayang Februari
Nik Dodani Bintangi The Charm Offensive, Adaptasi Novel Laris TikTok Bahas Cilok di Reality Show
The RIP Netflix: Kisah Polisi dan Uang Haram
HBO Max Manajakan Penonton dengan Film Blockbuster dan K-Drama Eksklusif, Cek Daftarnya
Aksi Laga Shah Rukh Khan di 'King' Masuk Daftar IMDb Film Paling Dinanti 2026
Fakta di Balik Film The Mummy 4, Kembalinya Kutukan Teror Setelah Hilang 2 Dekade
'Godzilla Minus Zero', Film Sekuel Pemenang Oscar Siap Guncang Bioskop November 2026
Netflix Garap Serial Live-Action 'Scooby-Doo', Hadir dengan Nuansa Lebih Gelap dan Dewasa
‘KPop Demon Hunters’ Sukses Dapat Sorotan di Golden Globe, Ahn Hyo-seop Kecipratan Ngetop di AS