Dispar DIY Targetkan 465 Ribu Kunjungan Wisatawan Asing di 2018
Wajah baru Titik nol km di Malioboro. (MP/Teresa Ika)
DINAS Pariwisata DIY menargetkan kunjungan wisatawan asing selama 2018 sebanyak 465.000 orang. Sementara target wisatawan nusantara (Wisnus) dipatok 5 juta orang.
Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata DIY, Imam Pratanandi menjelaskan target Wisman naik 15-persen dibandingkan target tahun 2017. “Untuk Wisnus meningkat 20% dari 2017. Total target kunjungan wisatawan selama 2018 sebanyak 5.465.000 turus,” tutur Imam melalui sambungan telepon di Yogyakarta, Kamis 23 November 2017.
Untuk menggapai target tersebut, Pemda DIY bekerjasama dengan sejumlah pihak akan menyelenggarakan 15 event budaya dan seni berskala international. Selain itu lebih dari 60 event budaya lokal juga akan diadakan di seluruh wilayah DIY selama 2018.
Event international yang akan diadakan diantaranya Jogja International Heritage walk, Java Netpac Festival, Customfest, dan Asia Tri. Sementara event lokal yang akan berlangsung adalah Festival Kebudayaan Yogyakarta, Artjog, Bedog Art Festival, Festival Boneka, dan Festival Gamelan.
"Harapannya event budaya berskala international mampu menarik minat wisatawan asing untuk kembali datang ke Yogyakarta," kata dia.
Dispar juga menargetkan peningkatan lama tinggal (Leng of stay) 2018 selama 2,5 hari dari 2,3 di 2017. Atraksi pertunjukan dan event di malam hari akan diperbanyak guna meningkatlan leng of stay. Selain itu pelayanan di destinasi wisata akan lebih ditingkatkan untuk membuat turis betah tinggal lama di Yogyakarta.
Catatan Dinas Pariwisata DIY pada 2017 target kunjungan Wisatawan Nusantara sebanyak 4,2 juta dan 400ribu wisatawan Mancanegara. Sebelumnya pada 2016, Target Wisnus sebanyak 3,8 juta juta dan Wisman tercatat 360.000 wisatawan. (*)
Berita ini merupakan laporan Teresa Ika, kontributor Merahputih.com, untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.
Bagikan
Berita Terkait
Wisata Yogyakarta Populer, Ada 10 Rekomendasi Terbaik
Museum Wahanarata Resmi Dibuka, Terapkan Virtual Experience Sebagai Inovasi