MerahPutih.com - Rumor panas datang dari dunia bisnis hiburan, di mana senior eksekutif Disney disebut-sebut sedang mengintip peluang besar untuk membeli Epic Games secara penuh.
Kabar ini mencuat usai investasi miliaran dolar mereka di perusahaan game itu, justru di tengah tantangan berat yang dialami sang pengembang Fortnite.
Disney sudah punya saham senilai USD 1,5 miliar di Epic Games sejak Februari 2024, yang langsung dimanfaatkan untuk bangun universe hiburan terintegrasi di Fortnite.
Bayangkan karakter ikonik seperti Mickey Mouse, Star Wars, atau Marvel Avengers bertebaran di dunia virtual itu lengkap dengan fitur bermain, nonton film, hingga belanja digital yang terhubung ke Disney+.
Baca juga:
Daftar Tontonan Disney+ 1–8 April 2026, dari 'Pizza Movie' hingga 'Daredevil'
Eksekutif senior seperti Josh D'Amaro, CEO divisi experiences Disney, justru antusias mendorong kolaborasi ini sebagai cara jitu tarik audiens muda yang sulit digapai lewat film atau TV biasa.
Fortnite, meski sempat jadi raja live service gaming dengan jutaan pemain harian, kini hadapi penurunan engagement bahkan sampai kenaikan harga V-Bucks untuk tutup biaya operasional.
Kenapa Fortnite Cocok Banget untuk Disney?
Platform Epic Games ini ibarat kanvas kosong yang pas sekali untuk raksasa entertainment seperti Disney. Dengan Unreal Engine sebagai senjata utama teknologi yang sudah dipakai Disney untuk produksi The Mandalorian dan atraksi taman hiburan seperti Millennium Falcon ride akuisisi bakal jadi langkah cerdas ekspansi.
Baca juga:
Game Gratis Epic Games Store: Dead Island 2 dan Happy Game Tersedia Sekarang!
- Integrasi IP Disney (Frozen, Pixar, Avatar) ke Fortnite bisa ciptakan pengalaman persisten, di mana fans tak hanya main game tapi juga sosialisasi dan belanja merchandise virtual.
- Audiens Fortnite yang didominasi anak muda (sekitar 85 menit main per hari di masa jayanya) pas untuk bangun loyalitas jangka panjang, dari game ke taman hiburan hingga cruise line.
- Unreal Engine punya potensi gila di virtual production berbasis AI, hemat biaya syuting tanpa harus ke lokasi nyata seperti gurun Tunisia ala Star Wars klasik.
Tabel di bawah ini ringkas kecocokan kedua perusahaan:

Disney ingin tutup beberapa aplikasi seluler dan Smart TV. Foto: Unsplash/Thibault Penin
Meski Fortnite terlihat tak tergoyahkan, kenyataannya rapuh. Epic baru saja umumkan PHK massal hingga 1.000 karyawan gara-gara rekrutmen berlebih pas pandemi dan turunnya keterlibatan pemain bahkan Epic Games Store yang catat 295 juta pemain PC di 2024 masih strugel.
Jurnalis Alex Heath di podcast The Town with Matt Belloni ungkap strategi disney untuk caplok Epic Game.
"Saya tahu pasti ada senior eksekutif Disney yang nunggu momen tepat untuk beli Epic," kta Alex, dikutip dari latimes, Rabu (1/4/2026).
"Tapi, tak semuanya setuju, karena ada kubu yang anggap ide ini berisiko," terangnya.
Baca juga:
Dituduh Manipulasi, Epic Games Kembalikan 72 Juta Dolar AS ke Pemain Fortnite
"Tim Sweeney, pendiri Epic, pegang hak veto mayoritas, jadi akuisisi tergantung dia. Mantan eksek Disney Kevin Mayer pun sarankan ini langkah tepat, lihat hubungan erat mereka belakangan," paparnya lebih lanjut.
Sebagai catatan, Disney unggul berkat IP kuat dan investasi awal, tapi raksasa lain bisa ikut berebut. Apple atau Google pernah bentrok soal Fortnite, sementara Nike atau Lego sudah kolab nunjukin potensi metaverse Fortnite.
Berdasarkan prediksi yang sejauh ini beredar, Disney rumah paling alami untuk Epic, apalagi setelah investasi AI Sora dibatalkan Minggu lalu.

