Pemilu 2019

Dipastikan Lolos DPRD DKI, Pengamat Beberkan Alasan Warga Pilih PSI

Eddy FloEddy Flo - Jumat, 19 April 2019
 Dipastikan Lolos DPRD DKI, Pengamat Beberkan Alasan Warga Pilih PSI

Pengamat Politik, Maksimus Ramses Lalongkoe (Foto: Istimewa)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Beberapa lembaga survei telah memaparkan hasil hitung cepat. Hampir dipastikan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mendapatkan kursi DPRD DKI Jakarta dalam Pemilihan Legislatif (Legislatif) Pemilu 2019.

Berdasarkan hitungan cepat Indo Barometer Kamis dini hari mencatat bahwah PSI memperoleh suara 8,11 persen, setelah PDIP meraih 25,07 persen, PKS 17,49 persen, dan Gerindra 15,26 persen.

Direktur Eksekutif Lembaga Analisis Politik Indonesia Maksimus Ramses Lalongkoe membeberkan keberhasilan PSI merebut suara pencoblos di Pemilu 2019 dipengaruhi oleh berbagai faktor.

Menurut dia, masyarakat Jakarta mulai turun kepercayaan memilih pada partai politik yang sudah lama menduduki parlemen Kebon Sirih.

PSI saat pendaftaran di KPU beberapa waktu lalu
Ketum PSI, Garce Natalie, menyerahkan dokumen PSI kepada ketua KPU. Foto: @psi_id

Lanjut dia, publik juga ingin mencari tahu sepak terjang tokoh-tokoh PSI bila berhasil menjadi wakil rakyat di Kebon Sirih dalam mengambil kebijakan.

"Bisa jadi itu (karena menurunnya kepercayan kepada Parpol lama) menjadi salah satu faktor," kata Ramses saat dikonfirmasi, Jumat (19/4).

Menurut Ramses lagi, keberhasilan PSI merebut suara pemilih di DKI juga dipengaruhi oleh konsep kampanye yang memang membut publik penasaran dan ingin melihat kebijakan-kebijkan politik yang akan diambil PSI bila masuk DPRD nanti.

"Kita lihat pola komunikasi PSI kader PSI itu sendiri terutama bagaimana mereka mempengaruhi kelompok masyarakat dengan kampanye Mereka yang anti korupsI terus yang lain juga misalanya mereka menolak poligami," tuturnya.

Lebih lanjut Rames mengungkapkan penempatan kader di dalam tubuh PSI terutama calon legislatif yang ditempatkan di semua Daerah Pemilihan juga berkontribusi banyak dalam menggaet pemilih.

"Faktor lain jugakan soal bagaimana penempatan tokoh-tokoh yang menjadi caleg disetiap daerah. Artinya tokoh yang ada disitu bisa mempengaruhi masyarakat pemilih dengan gaya dan pola komunikasi politik mereka," pungkasnya.(Asp)

#PSI #DPRD DKI Jakarta #Pemilu 2019 #Pengamat Politik
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Pinjak Kepala Kerbau di Lampung Disalahartikan Injak Banteng, Jokowi: jangan Ditarik ke Ranah Politik
Mantan Wali Kota Solo ini meminta agar penghargaan ini tidak ditarik ke ranah politik. Karena jika ditarik ke ranah politik, itu bisa disalahartikan.
Dwi Astarini - Selasa, 07 Juli 2026
Pinjak Kepala Kerbau di Lampung Disalahartikan Injak Banteng, Jokowi: jangan Ditarik ke Ranah Politik
Indonesia
Anggota DPRD DKI Tak Setuju Usulan Tarif Jaklingko Rp 2.000, Nanti Warga Malah Naik Motor
Salah satu fungsi Mikrotrans adalah mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, termasuk motor.
Frengky Aruan - Senin, 06 Juli 2026
Anggota DPRD DKI Tak Setuju Usulan Tarif Jaklingko Rp 2.000, Nanti Warga Malah Naik Motor
Indonesia
Setelah Lampung, Jokowi Safari Politik di Kandang Banteng Jateng
Kesiapan organisasi hingga tingkat desa juga menjadi modal bagi partai untuk menyambut kunjungan Jokowi ke berbagai daerah.
Dwi Astarini - Jumat, 03 Juli 2026
Setelah Lampung, Jokowi Safari Politik di Kandang Banteng Jateng
Indonesia
Rencana Pramono Bangun Jembatan Gembok Cinta Kuningan Tuai Kritik Pedas PSI
Rencana Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membangun jembatan gembok cinta di Kuningan menuai kritik dari PSI. DPRD menilai proyek ini tidak menjawab kebutuhan mendesak warga.
Wisnu Cipto - Jumat, 03 Juli 2026
Rencana Pramono Bangun Jembatan Gembok Cinta Kuningan Tuai Kritik Pedas PSI
Indonesia
Pengamat: Pola Komunikasi Pemerintahan Prabowo Kini Makin Terpusat di Lingkaran Inti Presiden
Direktur Eksekutif Citra Institute Yusak Farchan menilai pola komunikasi pemerintahan Prabowo semakin terpusat pada figur-figur di lingkaran inti Presiden.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 01 Juli 2026
Pengamat: Pola Komunikasi Pemerintahan Prabowo Kini Makin Terpusat di Lingkaran Inti Presiden
Indonesia
PDIP Ogah Komentari soal Target Besar Jokowi untuk PSI, tak Mau Campuri Rumah Tangga Partai Lain
PDIP tidak akan ikut mengomentari ataupun mencampuri urusan internal partai politik lain.
Dwi Astarini - Senin, 29 Juni 2026
PDIP Ogah Komentari soal Target Besar Jokowi untuk PSI, tak Mau Campuri Rumah Tangga Partai Lain
Indonesia
Jokowi Minta PSI Kawal Prabowo-Gibran 2 Periode, Gerindra: Belum Kepikiran
Jokowi meminta PSI mengawal Prabowo-Gibran sampai dua periode. Gerindra pun langsung buka suara.
Soffi Amira - Sabtu, 27 Juni 2026
Jokowi Minta PSI Kawal Prabowo-Gibran 2 Periode, Gerindra: Belum Kepikiran
Indonesia
Jokowi Tiba di Lampung, ‘Turun Gunung’ Panaskan Mesin Politik PSI untuk Pemilu 2029
Ia dijadwalkan mengunjungi Kabupaten Mesuji dan Kabupaten Tulang Bawang sebelum melanjutkan rangkaian kegiatan di daerah lainnya.
Dwi Astarini - Jumat, 26 Juni 2026
Jokowi Tiba di Lampung, ‘Turun Gunung’ Panaskan Mesin Politik PSI untuk Pemilu 2029
Indonesia
Jokowi Berangkat ke Lampung, Perdana Pakai Atribut PSI demi Wujudkan Mesin Politik Besar
Jokowi mengatakan kedatangannya ke Lampung ada beberapa agenda pada Jumat-Minggu (26-28/6).
Dwi Astarini - Jumat, 26 Juni 2026
Jokowi Berangkat ke Lampung, Perdana Pakai Atribut PSI demi Wujudkan Mesin Politik Besar
Indonesia
Jokowi Beri Wejangan Kader PSI Jakarta: Harus Peka Kemauan Warga
Jokowi berpesan agar kader PSI semakin giat turun ke masyarakat untuk mendengarkan aspirasinya dan memperjuangkan kepentingan-kepentingannya.
Dwi Astarini - Selasa, 23 Juni 2026
Jokowi Beri Wejangan Kader PSI Jakarta: Harus Peka Kemauan Warga
Bagikan