Digitalisasi Teknologi Solusi Industri Farmasi

P Suryo RP Suryo R - Kamis, 25 Mei 2023
Digitalisasi Teknologi Solusi Industri Farmasi

Banyak operasional bisnis saat ini bisa dipersingkat dan lebih efisien karena adanya teknologi yang memadai. (freepik/rawpixels)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PERKEMBANGAN dan perubahan pada transformasi digital berlangsung dinamis. Ini sudah menjadi kebutuhan bagi dunia industri saat ini khususnya disektor farmasi.

Faktor utamanya karena pandemi COVID-19 mempercepat proses tersebut. Sehingga banyak operasional bisnis saat ini bisa dipersingkat dan lebih efisien karena adanya teknologi yang memadai.

Baca Juga:

Produk Tembakau Alternatif Konon dapat Kurangi Prevalensi Perokok

farmasi
Digitalisasi Teknologi sudah menjadi kebutuhan bagi dunia industri saat ini khususnya disektor farmasi. (Phapros)

Menurut Yudhi Arieffianto, General Manager IT PT Phapros Tbk, karakteristik industri farmasi berkaitan erat dengan regulasi-regulasi pemerintah, seperti tentang Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB), penggunaan bahan, pengolahan, infrastruktur hingga sistem komputerisasinya.

“Proses-proses bisnis ini membutuhkan adopsi teknologi, tidak saja di bagian produksi, tapi juga mencakup rantai pasokannya. Pemilihan teknologinya dipengaruhi oleh produk yang dipasarkan dan yang paling berkontribusi terhadap pertumbuhan,” paparnya dalam acara webinar Pemanfaatan Teknologi Digital dalam Industri Farmasi bersama Sahamology (23/5).

Yudhi mengatakan, digitalisasi teknologi bisa membantu tim operasional seperti melakukan pengecekan status produksi, kendala yang sedang dihadapi, titik kemacetan yang semuanya bisa divisualisasi. Sebelumnya, tim lapangan tidak punya akses untuk melihat product availability sehingga banyak yang luput untuk diawasi.

“Demikian juga dari sisi pengadaan. Ketika kita menerima terlalu banyak pesanan. Maka butuh sistem reminder agar tidak terlewat. Sistem monitoring untuk melihat apakah barangnya sudah datang atau belum, sudah ditempatkan atau belum, juga apakah sudah terdistribusi atau masih di pabrik,” ungkapnya.

Menurutnya, industri farmasi merupakan industri padat modal yang tidak saja membutuhkan investasi besar pada mesin, tapi juga kualifikasi ruangan serta persyaratan infrakstruktur. “Teknologi itu butuh investasi, saat kesenjangan proses sudah teridentifikasi, maka saat itu sudah bisa dicari teknologi yang sesuai dengan portofolio produk kita dan kebutuhan kita.”

Baca Juga:

Hal Kecil dalam Hidup Ternyata Bikin Lebih Bahagia

farmasi
Proses digitalisasi teknologi yang dilakukan oleh Phapros cukup kompleks, karena terkait dengan regulasi dari otoritas yang berwenang. (Phapros)

Yudhi mencoba menganalogikan pemanfaatan teknologi dari sisi penghematan.“Misalnya, kita memilih teknologi yang bisa menghemat waktu sekian jam dalam proses produksi atau manajemen. Lalu kita kalkulasikan menjadi nilai rupiah, anggap saja penghematannya senilai Rp100 juta, sedangkan harga teknologinya Rp500 juta. Artinya, dalam lima bulan modal sudah bisa kembali.”

Yudhi menambahkan bahwa proses digitalisasi teknologi yang dilakukan oleh Phapros cukup kompleks. Karena terkait dengan regulasi dari otoritas yang berwenang. “Misalnya, sebelumnya ada teknologi Laboratory Management System (LIMS) yang menjadi semacam teknologi mandatori bagi industri farmasi, tapi jika kita beli itu biayanya sangat mahal. Sedangkan, kalau dikembangkan sendiri secara kalkulasi bisa lebih efisien, kebutuhan user dan kewajiban terhadap regulator pun terpenuhi,” jelasnya.

Dari sisi operasional, Phapros sudah mengembangkan teknologi Business Supply Chain (BISCHAIN) untuk memonitor rantai pasok dan ketersediaan produk. Dari sisi manufacturing, Phapros sudah mengembangkan E-CPB, yakni Pencatatan Pengelolaan Bets secara Elektronik yang bisa mengurangi konsumsi kertas dan dipasang di dalam mobile device.

"Aktivitas pencatatan bets yang merupakan hal mandatori bagi industri farmasi bisa dilakukan secara real-time dan kewajiban terhadap regulator juga terpenuhi. Dari warehouse, teknologi barcode juga sudah diimplementasikan oleh Phapros. Sehingga bisa dengan cepat mengetahui kapan barang datang dan disimpan. Untuk terus meningkatkan kualitas dan meminimalisir barang retur, Phapros juga telah mengembangkan sistem Product Change Control (PCC) di Quality Operation,” tambahnya.

Saat disinggung mengenai pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI), Yudhi mengatakan bahwa AI merupakan teknologi yang bisa memprediksi suatu pola. Di luar negeri, industri farmasi sudah ada yang mengembangkan kecerdasan buatan untuk memprediksi senyawa dalam penggunaan obat. Hal tersebut sangat memungkinkan karena di negara-negara maju database bahan farmasi sudah sangat lengkap.

“Di Indonesia, beberapa pelaku industri farmasi sudah mulai ke arah sana. Termasuk juga Phapros, meski tentu jalannya masih agak panjang. Salah satu yang menjadi tantangan penerapan AI adalah validitas, karena farmasi sangat bergantung pada validitas,” pungkas Yudhi. (dgs)

Baca Juga:

Peneliti Ungkap Kopi dan Teh dapat Turunkan Risiko Kematian dan Diabetes

#Teknologi #Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Tekno
Bocoran Spesifikasi OPPO Find X10 Ultra, Bawa Kamera 200MP dan Baterai 8.500mAh
OPPO Find X10 Ultra kemungkinan segera meluncur. Bocoran spesifikasinya kini mulai terungkap.
Soffi Amira - Senin, 26 Oktober 2026
Bocoran Spesifikasi OPPO Find X10 Ultra, Bawa Kamera 200MP dan Baterai 8.500mAh
Tekno
Vivo Y600 Resmi Meluncur, Jadi HP Baterai 10.000 mAh yang Raih Guinness World Records!
Vivo Y600 akhirnya resmi meluncur. HP dengan baterai 10.000mAh ini meraih Guinness World Records.
Soffi Amira - Senin, 26 Oktober 2026
Vivo Y600 Resmi Meluncur, Jadi HP Baterai 10.000 mAh yang Raih Guinness World Records!
Tekno
Hasil Uji Ketahanan iPhone Duo: Engsel Rentan Kotoran, Layar Bisa Rusak
iPhone Duo baru saja menjalani uji ekstrem. Hasilnya, engsel layar tersebut rusak saat ditekuk berlawanan.
Soffi Amira - Senin, 26 Oktober 2026
Hasil Uji Ketahanan iPhone Duo: Engsel Rentan Kotoran, Layar Bisa Rusak
Tekno
Harga iPhone Duo Turun, Apple Store di China Masih Kehabisan Stok
Harga iPhone Duo kini mulai turun di China. Kini, Apple Store kehabisan stok HP lipat pertama Apple tersebut.
Soffi Amira - Senin, 26 Oktober 2026
Harga iPhone Duo Turun, Apple Store di China Masih Kehabisan Stok
Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Tekno
Baru Meluncur, Sejumlah Pengguna iPhone Duo Laporkan Layar Retak di Bagian Lipatan
Layar iPhone Duo dilaporkan retak setelah dipakai beberapa jam. Hal ini diungkapkan langsung oleh beberapa pengguna.
Soffi Amira - Sabtu, 24 Oktober 2026
Baru Meluncur, Sejumlah Pengguna iPhone Duo Laporkan Layar Retak di Bagian Lipatan
Tekno
Daftar HP dan Tablet Samsung yang Dapat Update One UI 9, Ada Galaxy A57 hingga Tab A11
Samsung mengumumkan HP dan tablet yang kebagian update One UI 9. Berikut daftar lengkapnya.
Soffi Amira - Sabtu, 24 Oktober 2026
Daftar HP dan Tablet Samsung yang Dapat Update One UI 9, Ada Galaxy A57 hingga Tab A11
Tekno
Vivo S70 Siapkan Kamera Telefoto Periskop 64 MP, ini Bocoran Spesifikasinya
Vivo S70 dirumorkan membawa kamera periskop 64 MP dengan zoom optik 3x, layar OLED 1,5K, dan chipset Snapdragon 8s Gen 4.
Soffi Amira - Sabtu, 24 Oktober 2026
Vivo S70 Siapkan Kamera Telefoto Periskop 64 MP, ini Bocoran Spesifikasinya
Tekno
Harga Xiaomi 18 Pro dan 18 Pro Max Bocor, Varian Tertinggi Capai Rp 36,4 Juta!
Bocoran harga Xiaomi 18 Pro dan 18 Pro Max di Eropa mencapai Rp 36,4 juta. Simak perbedaan versi global dan Tiongkok di sini.
Soffi Amira - Sabtu, 24 Oktober 2026
Harga Xiaomi 18 Pro dan 18 Pro Max Bocor, Varian Tertinggi Capai Rp 36,4 Juta!
ShowBiz
JBL Hadirkan Pengalaman Audio Interaktif dalam Perayaan 80 Tahun di Jakarta
JBL menggelar showcase interaktif yang berlangsung di Main Atrium, East Mall Level 1, Grand Indonesia, pada 21–25 Oktober 2026.
Dwi Astarini - Jumat, 23 Oktober 2026
JBL Hadirkan Pengalaman Audio Interaktif dalam Perayaan 80 Tahun di Jakarta
Bagikan