MerahPutih.com - Tim penampil dalam Simbang Kulon Night Carnaval yang pertunjukannya diduga menampilkan ritual satanik akhirnya menyampaikan permohonan maaf kepada publik. Permintaan maaf tersebut disampaikan Muhammad Ahid dari performer Tim Simone setelah penampilan mereka viral di media sosial.
Simbang Kulon Night Carnaval merupakan kegiatan karnaval yang digelar di kawasan Simbang Kulon, Pekalongan, dengan menghadirkan sejumlah performer menggunakan kostum dan konsep pertunjukan yang beragam. Salah satu penampilan dalam acara tersebut kemudian menjadi sorotan setelah sejumlah warganet menilai visual dan adegannya memiliki kemiripan dengan simbol serta ritual satanik.
Ahid mengaku menyesali penampilan tersebut dan meminta maaf kepada pihak-pihak yang merasa tersinggung.
Kami mohon maaf. Kami menyesal. Kami kurang literasi. Kami menyesal. Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya, apabila ada pihak-pihak yang tersinggung atas perform kami di atas panggung,
kata Ahid dikutip Senin (14/9).
Baca juga:
Titik Strategis Buat Lihat Karnaval Hari Ulang Tahun ke-81 RI di Jakarta
Kostum Disebut Disewa dari Malang
Dalam keterangannya, Ahid menjelaskan bahwa kostum yang digunakan dalam pertunjukan tersebut bukan dibuat sendiri oleh tim. Mereka menyewanya dari Malang setelah melihat sejumlah kostum yang dianggap unik.
Kita menyewa dari Malang. Referensinya kita melihat kostum unik, kita sewa, kita tiru intinya. Kita menyewa dari Malang,
ujarnya.
Sementara untuk koreografi, Ahid mengatakan gerakan dalam pertunjukan merupakan hasil latihan bersama anggota tim. Mereka menggabungkan sejumlah referensi yang dilihat dari YouTube, termasuk pertunjukan karnaval dari Malang dan Magelang.
Kita melihat dari YouTube dari perform berbagai karnaval dari Malang Magelang. Gabungan dari itu,
katanya.
Ahid memberikan klarifikasi mengenai keberadaan kambing dalam pertunjukan yang kemudian menjadi salah satu bagian yang dipersoalkan warganet. Kambing tersebut memang disiapkan oleh tim untuk acara rahatan setelah pertunjukan selesai. Ia membantah adanya ritual tertentu dalam kegiatan tersebut.
Untuk kambing itu memang dari kami untuk acara rahatan setelah acara selesai. Seperti klarifikasi yang sudah kita sampaikan di sosmed. Tidak ada ritual apapun. Kambing murni untuk rahatan,
ujar Ahid.
Penampilan Viral di Media Sosial
Sebelumnya, sebuah video yang beredar di berbagai kanal media sosial memperlihatkan puluhan performer mengikuti karnaval dengan konsep visual yang dianggap menyeramkan.
Dalam unggahan akun Threads @al.imansyah, para performer terlihat mengenakan jubah putih menjuntai dengan penutup kepala berbentuk mengerucut. Mereka kemudian mengelilingi sebuah peti dalam suasana pertunjukan yang dibuat mencekam, lengkap dengan musik bernuansa gelap.
Adegan tersebut memunculkan dugaan di kalangan warganet bahwa terdapat prosesi penyembelihan hewan yang digunakan sebagai tumbal. Namun, dugaan tersebut telah dibantah oleh pihak performer yang menyatakan kambing tersebut disiapkan untuk acara rahatan dan bukan bagian dari ritual.
Penampilan lain juga memperlihatkan seorang cosplayer mengenakan kostum dengan bentuk tubuh dan kaki manusia, tetapi memiliki kepala menyerupai kambing. Visual tersebut kemudian dibandingkan sejumlah warganet dengan Baphomet.
Baphomet sendiri merupakan figur simbolis dalam sejarah okultisme yang kerap digambarkan sebagai sosok antropomorfik dengan kepala kambing. Dalam berbagai representasi modern, Baphomet memiliki makna dan penggunaan yang beragam, sehingga kemiripan sebuah kostum dengan figur tersebut tidak dengan sendirinya membuktikan adanya praktik ritual tertentu.
Selain itu, warganet juga menyoroti kemunculan simbol pentagram terbalik dalam pertunjukan. Simbol tersebut memang kerap diasosiasikan dengan satanisme modern, termasuk penggunaannya oleh Church of Satan, tetapi konteks penggunaan simbol dalam sebuah pertunjukan tetap perlu dilihat berdasarkan penjelasan pihak penyelenggara dan penampil.
Tuai Kritik dari Warganet
Viralnya pertunjukan tersebut memicu beragam reaksi di media sosial. Sebagian warganet mempertanyakan alasan tim menggunakan kostum dan konsep yang dianggap memiliki simbolisme satanik tanpa memahami maknanya.
“Katanya kostum just sewa di Malang, kalau paradenya ngikut-ngikut karena heboh, sekelas karnaval sekolah aja gue dulu harus tahu tema, konsep apa yang diambil, dan pesan yang ingin disampaikan apa. Masa ini alasannya enggak tahu kalau itu apa, apalagi satanic? Ini antara bodoh atau cari alasan, eh kok gue jadi ikut nimbrung,” tulis akun @ausesilia, dikutip Senin (14/9).
Ada pula warganet yang menilai pertunjukan tersebut sebagai tindakan yang bertentangan dengan keyakinan Islam dan menyebutnya sebagai perbuatan syirik.
“Lomba dalam perbuatan dosa syirik, mereka pemenangnya naudzubillah. Ya Allah,” tulis seorang warganet. (Tka)