Diduga Menampilkan Ritual Satanic, Penampil Simbang Kulon Night Carnaval Minta Maaf

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Senin, 14 September 2026
Diduga Menampilkan Ritual Satanic, Penampil Simbang Kulon Night Carnaval Minta Maaf

Tangkapan layar penampilan performer yang diuga mengandung unsur satanik

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Tim penampil dalam Simbang Kulon Night Carnaval yang pertunjukannya diduga menampilkan ritual satanik akhirnya menyampaikan permohonan maaf kepada publik. Permintaan maaf tersebut disampaikan Muhammad Ahid dari performer Tim Simone setelah penampilan mereka viral di media sosial.

Simbang Kulon Night Carnaval merupakan kegiatan karnaval yang digelar di kawasan Simbang Kulon, Pekalongan, dengan menghadirkan sejumlah performer menggunakan kostum dan konsep pertunjukan yang beragam. Salah satu penampilan dalam acara tersebut kemudian menjadi sorotan setelah sejumlah warganet menilai visual dan adegannya memiliki kemiripan dengan simbol serta ritual satanik.

Ahid mengaku menyesali penampilan tersebut dan meminta maaf kepada pihak-pihak yang merasa tersinggung.

Kami mohon maaf. Kami menyesal. Kami kurang literasi. Kami menyesal. Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya, apabila ada pihak-pihak yang tersinggung atas perform kami di atas panggung,

kata Ahid dikutip Senin (14/9).

Baca juga:

Titik Strategis Buat Lihat Karnaval Hari Ulang Tahun ke-81 RI di Jakarta

Kostum Disebut Disewa dari Malang

Dalam keterangannya, Ahid menjelaskan bahwa kostum yang digunakan dalam pertunjukan tersebut bukan dibuat sendiri oleh tim. Mereka menyewanya dari Malang setelah melihat sejumlah kostum yang dianggap unik.

Kita menyewa dari Malang. Referensinya kita melihat kostum unik, kita sewa, kita tiru intinya. Kita menyewa dari Malang,

ujarnya.

Sementara untuk koreografi, Ahid mengatakan gerakan dalam pertunjukan merupakan hasil latihan bersama anggota tim. Mereka menggabungkan sejumlah referensi yang dilihat dari YouTube, termasuk pertunjukan karnaval dari Malang dan Magelang.

Kita melihat dari YouTube dari perform berbagai karnaval dari Malang Magelang. Gabungan dari itu,

katanya.

Ahid memberikan klarifikasi mengenai keberadaan kambing dalam pertunjukan yang kemudian menjadi salah satu bagian yang dipersoalkan warganet. Kambing tersebut memang disiapkan oleh tim untuk acara rahatan setelah pertunjukan selesai. Ia membantah adanya ritual tertentu dalam kegiatan tersebut.

Untuk kambing itu memang dari kami untuk acara rahatan setelah acara selesai. Seperti klarifikasi yang sudah kita sampaikan di sosmed. Tidak ada ritual apapun. Kambing murni untuk rahatan,

ujar Ahid.

Penampilan Viral di Media Sosial

Sebelumnya, sebuah video yang beredar di berbagai kanal media sosial memperlihatkan puluhan performer mengikuti karnaval dengan konsep visual yang dianggap menyeramkan.

Dalam unggahan akun Threads @al.imansyah, para performer terlihat mengenakan jubah putih menjuntai dengan penutup kepala berbentuk mengerucut. Mereka kemudian mengelilingi sebuah peti dalam suasana pertunjukan yang dibuat mencekam, lengkap dengan musik bernuansa gelap.

Adegan tersebut memunculkan dugaan di kalangan warganet bahwa terdapat prosesi penyembelihan hewan yang digunakan sebagai tumbal. Namun, dugaan tersebut telah dibantah oleh pihak performer yang menyatakan kambing tersebut disiapkan untuk acara rahatan dan bukan bagian dari ritual.

Penampilan lain juga memperlihatkan seorang cosplayer mengenakan kostum dengan bentuk tubuh dan kaki manusia, tetapi memiliki kepala menyerupai kambing. Visual tersebut kemudian dibandingkan sejumlah warganet dengan Baphomet.

Baphomet sendiri merupakan figur simbolis dalam sejarah okultisme yang kerap digambarkan sebagai sosok antropomorfik dengan kepala kambing. Dalam berbagai representasi modern, Baphomet memiliki makna dan penggunaan yang beragam, sehingga kemiripan sebuah kostum dengan figur tersebut tidak dengan sendirinya membuktikan adanya praktik ritual tertentu.

Selain itu, warganet juga menyoroti kemunculan simbol pentagram terbalik dalam pertunjukan. Simbol tersebut memang kerap diasosiasikan dengan satanisme modern, termasuk penggunaannya oleh Church of Satan, tetapi konteks penggunaan simbol dalam sebuah pertunjukan tetap perlu dilihat berdasarkan penjelasan pihak penyelenggara dan penampil.

Tuai Kritik dari Warganet

Viralnya pertunjukan tersebut memicu beragam reaksi di media sosial. Sebagian warganet mempertanyakan alasan tim menggunakan kostum dan konsep yang dianggap memiliki simbolisme satanik tanpa memahami maknanya.

“Katanya kostum just sewa di Malang, kalau paradenya ngikut-ngikut karena heboh, sekelas karnaval sekolah aja gue dulu harus tahu tema, konsep apa yang diambil, dan pesan yang ingin disampaikan apa. Masa ini alasannya enggak tahu kalau itu apa, apalagi satanic? Ini antara bodoh atau cari alasan, eh kok gue jadi ikut nimbrung,” tulis akun @ausesilia, dikutip Senin (14/9).

Ada pula warganet yang menilai pertunjukan tersebut sebagai tindakan yang bertentangan dengan keyakinan Islam dan menyebutnya sebagai perbuatan syirik.

“Lomba dalam perbuatan dosa syirik, mereka pemenangnya naudzubillah. Ya Allah,” tulis seorang warganet. (Tka)

#Karnaval Budaya #Jakarta #Setan Jawa
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Berita Foto
BPS Catat Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,87 Persen pada Triwulan III 2026
Rangkaian kereta LRT Jabodebek melintas jalur layang di Kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat, Rabu (5/11/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 05 November 2026
BPS Catat Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,87 Persen pada Triwulan III 2026
Indonesia
Prakiraan Cuaca Jakarta Selasa 3 November 2026: Pagi Cerah, Sore Berubah Basah
Prakiraan cuaca Jakarta Selasa 3 November 2026 dari BMKG. Hujan ringan berpotensi mengguyur Jakarta Barat, Pusat, Selatan, dan Timur pada sore hari
Frengky Aruan - Selasa, 03 November 2026
Prakiraan Cuaca Jakarta Selasa 3 November 2026: Pagi Cerah, Sore Berubah Basah
Berita Foto
MAN 1 Sukabumi dan SMK Nusantara Jakarta Kampiun AXIS Nation Cup 2026
Direktur & Chief Commercial Officer XLSMART, David Arcelus Oses menyerahkan piala kepada Tim Futsal Putra SMK Nusantara Jakarta di Jakarta, Sabtu (31/10/2026).
Didik Setiawan - Sabtu, 31 Oktober 2026
MAN 1 Sukabumi dan SMK Nusantara Jakarta Kampiun AXIS Nation Cup 2026
Berita Foto
Perkuat Kolaborasi Nasional Dukung Transformasi Sistem Kesehatan
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menghadiri pembukaan forum nasional di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (30/10/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 30 Oktober 2026
Perkuat Kolaborasi Nasional Dukung Transformasi Sistem Kesehatan
Berita Foto
Pemerintah Siapkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2026, Penerima Dapat Rp900 Ribu
Aktivitas pekerja saat membersihkan kaca gedung apartemen di kawasan Sudirman-Thamrin, Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta, Jumat (30/10/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 30 Oktober 2026
Pemerintah Siapkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2026, Penerima Dapat Rp900 Ribu
Berita Foto
Pemprov DKI Tertibkan Bangunan Liar di Kembangan Utara Jakarta Barat
Petugas mengoperasikan alat berat saat pembongkaran bangunan liar di Kembangan Utara, Jakarta, Kamis (29/10/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 29 Oktober 2026
Pemprov DKI Tertibkan Bangunan Liar di Kembangan Utara Jakarta Barat
Berita Foto
Warga Mengais Sisa Barang Pascakebakaran di Permukiman Padat Menteng, Jakarta
Warga mencari barang berharga yang masih tersisa pascakebakaran di permukiman padat penduduk kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (28/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 28 Oktober 2026
Warga Mengais Sisa Barang Pascakebakaran di Permukiman Padat Menteng, Jakarta
Berita Foto
Menilik Aktivitas Pedagang Taman Puring di Tengah Rencana Pembangunan RTH Setara
Aktivitas pedagang sepatu ditengah isu relokasi di Pasar Taman Puring, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (28/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 28 Oktober 2026
Menilik Aktivitas Pedagang Taman Puring di Tengah Rencana Pembangunan RTH Setara
Berita Foto
Wacana Lahan Eks Pasar Taman Puring Disulap Jadi RTH Setara yang Ramah Disabilitas
Suasana lahan kosong eks Pasar Taman Puring yang akan dibangun Ruang Terbuka Hijau (RTH) Setara di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (27/10/2026).
Didik Setiawan - Selasa, 27 Oktober 2026
Wacana Lahan Eks Pasar Taman Puring Disulap Jadi RTH Setara yang Ramah Disabilitas
Berita Foto
RDPU Komisi III dengan Mahasiswa dan Advokat Bahas RUU Perampasan Aset
Ketua Komisi III DPR Habiburokhman (kanan) dan Anggota Komisi III DPR Soedeson Tandra memimpin RDPU di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (27/10/2026).
Didik Setiawan - Selasa, 27 Oktober 2026
RDPU Komisi III dengan Mahasiswa dan Advokat Bahas RUU Perampasan Aset
Bagikan