Di Solo, Jokowi Minta Pendukungnya Kubur Hoaks

Zaimul Haq Elfan HabibZaimul Haq Elfan Habib - Selasa, 09 April 2019
Di Solo, Jokowi Minta Pendukungnya Kubur Hoaks

Pendukung Jokowi di Solo. (MP/Ismail)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Calon presiden petahana, Joko Widodo meminta para pendukungnya untuk mengubur hoaks (berita bohong) mengenai dirinya dan calon wakil presiden pasangannya KH Ma'ruf Amin dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

"Solo dan sekitarnya jangan sampai tetangga-tetangga kita kaget kalau ada kabar hoaks, kabar fitnah, kita harus kubur yang namanya hoaks, yang setuju tunjuk jari," kata Jokowi seperti dilansir Antara, Selasa (9/4).

Jokowi melakukan kampanye akbar di stadion tersebut setelah sebelumnya diarak menggunakan kereta kencana dan iringan penari Topeng Iring mulai dari Loji Gandrung.

 Presiden Joko Widodo memaparkan sejumlah pencapaian dan rencana program kerja di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Rabu (12/8). (Foto Antara/Yudhi Mahatma)
Presiden Joko Widodo memaparkan sejumlah pencapaian dan rencana program kerja di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Rabu (12/8). (Foto Antara/Yudhi Mahatma)

"Jangan sampai kena isu fitnah. Ini banyak sekali hoaks dari pintu ke pintu di medsos. Lihat, nanti kalau Jokowi-Ma'ruf menang pendidikan agama akan dihapus, itu hoaks," tambah Jokowi.

Hoaks lain yang disebut Jokowi adalah melegalkan perkawinan sejenis dan pelarangan azan.

"Kalau Jokowi-Ma'ruf Amin menang, perkawinan sejenis diperbolehkan. Itu hoaks. Hati-hati, itu kabar bohong. Ketiga kalau Jokowi-Ma'ruf Amin menang azan akan dilarang, itu bohong, fitnah. Cawapresnya saja Ketua MUI, kita harus berani melawan hoaks, fitnah, kabar bohong. Harus diluruskan. Kalau tetangga kita ragu-ragu harus diluruskan," ungkap Jokowi.

Jokowi juga mengenalkan tiga kartu sakti yang rencananya akan dianggarkan pada 2020 yaitu Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah bagi lulusan SMA/SMK, Kartu Pra Kerja untuk mendapatkan pelatihan dan Kartu Sembako Murah sehingga masyarakat bisa membeli sembako dengan harga murah.

"Terakhir, 17 April tinggal 8 hari, marilah nanti ajak teman-teman kita, kawan-kawan kita, teman-teman sekampung untuk datang berbondong-bondong ke tempat pemungutan suara, berbondong-bondong pakai baju putih karena yang mau dicoblos bajunya putih," tambah Jokowi.

Namun bila pendukungnya tidak punya baju putih, Jokowi juga mempersilakan mereka mengenakan baju warna berbeda.

"Tapi kalau tidak punya baju putih, pakai baju lain tidak apa-apa, ini untuk mengingatkan yang mau dicoblos bajunya putih," ungkap Jokowi.

Selain Jokowi, hadir juga dalam kampanye akbar tersebut istri Jokowi, Iriana Joko Widodo, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, politikus PDIP Puan Maharani, Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Erick Thohir, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Anggota Dewan Pengarah TKN Pramono Anung, Yenni Wahid, Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen, dan ustaz Yusuf Mansur membacakan doa, serta tokoh lainnya. (*)

Baca Juga: Didampingi Emil, KH Ma'ruf Amin Janjikan Sekolah Gratis Sampai Kuliah

#Joko Widodo #Pilpres 2019 #Kampanye Akbar
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Jokowi Minta PSI Kawal Prabowo-Gibran 2 Periode, Gerindra: Belum Kepikiran
Jokowi meminta PSI mengawal Prabowo-Gibran sampai dua periode. Gerindra pun langsung buka suara.
Soffi Amira - Sabtu, 27 Juni 2026
Jokowi Minta PSI Kawal Prabowo-Gibran 2 Periode, Gerindra: Belum Kepikiran
Indonesia
Tampilkan Sketsa, Begini Ucapan Presiden Prabowo untuk Hari Ulang Tahun Jokowi
Sejumlah ucapan hadir untuk Jokowi, termasuk dari Presiden Prabowo.
Frengky Aruan - Minggu, 21 Juni 2026
Tampilkan Sketsa, Begini Ucapan Presiden Prabowo untuk Hari Ulang Tahun Jokowi
Indonesia
Daya Magis Jokowi Sukses Dongkrak Citra Positif PSI, Partai Anak Muda Tapi Rasa Mantan Presiden
Hasil studi mengonfirmasi bahwa arus perpindahan sentimen positif dari figur personal menuju institusi partai, khususnya Partai Solidaritas Indonesia (PSI)
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 20 Juni 2026
Daya Magis Jokowi Sukses Dongkrak Citra Positif PSI, Partai Anak Muda Tapi Rasa Mantan Presiden
Indonesia
Roy Suryo dan dr Tifa Ditahan Polda Metro Jaya, Jokowi: Kita Ikuti Proses Hukum
Jokowi menanggapi penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa dalam kasus dugaan fitnah ijazah UGM. Ia menegaskan akan mengikuti proses hukum yang berjalan.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 19 Juni 2026
Roy Suryo dan dr Tifa Ditahan Polda Metro Jaya, Jokowi: Kita Ikuti Proses Hukum
Indonesia
Sekjen PDIP: Tantangan Pemerintahan Prabowo Warisan Era Jokowi
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menilai tantangan yang dihadapi Presiden Prabowo Subianto merupakan warisan dari pemerintahan Jokowi.
Wisnu Cipto - Senin, 01 Juni 2026
Sekjen PDIP: Tantangan Pemerintahan Prabowo Warisan Era Jokowi
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Dinobatkan Jadi Alumni Terbaik UGM
Beredar informasi yang menyebut Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, dinobatkan sebagai lulusan terbaik UGM. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 27 Mei 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Dinobatkan Jadi Alumni Terbaik UGM
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pembuat Ijazah Jokowi Buat Pengakuan soal Adanya Modifikasi
Beredar informasi yang menyebut, pembuat ijazah Jokowi muncul ke publik dan membuat pengakuan.
Frengky Aruan - Sabtu, 09 Mei 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Pembuat Ijazah Jokowi Buat Pengakuan soal Adanya Modifikasi
Indonesia
Kabar Jokowi 'Caplok' Partai NasDem, Jubir PSI Bestari: Tidak Benar, Coba Bentuk Opini Publik Negatif
Jubir PSI yang merupakan mantan kader NasDem heran Jokowi selalu disebut-sebut.
Frengky Aruan - Senin, 13 April 2026
Kabar Jokowi 'Caplok' Partai NasDem, Jubir PSI Bestari: Tidak Benar, Coba Bentuk Opini Publik Negatif
Indonesia
Bantah Isu Ambil Alih NasDem, Jokowi: Jangan Menuduh yang Tidak Benar
Jokowi membantah isu ingin mengambil alih Partai NasDem dan NasDem Tower. Ia menegaskan tudingan tersebut tidak benar dan tidak masuk akal.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 13 April 2026
Bantah Isu Ambil Alih NasDem, Jokowi: Jangan Menuduh yang Tidak Benar
Indonesia
Rismon Sianipar Harus Memohon Langsung ke Jokowi, Restorative Justice-nya Masih Dikaji
Polda Metro Jaya mengungkapkan syarat utama yang harus dipenuhi oleh kedua belah pihak, sehingga restorative justice Rismon Sianipar bisa terpenuhi
Frengky Aruan - Minggu, 12 April 2026
Rismon Sianipar Harus Memohon Langsung ke Jokowi, Restorative Justice-nya Masih Dikaji
Bagikan