Di Balik Kontroversi MV Baru 'Benang Sari, Putik, dan Kupu-Kupu Malam' Milik JKT48

Hendaru Tri HanggoroHendaru Tri Hanggoro - Rabu, 15 Maret 2023
Di Balik Kontroversi MV Baru 'Benang Sari, Putik, dan Kupu-Kupu Malam' Milik JKT48

‘Benang Sari, Putik, dan Kupu-Kupu Malam’ bertema Arabian Nights, dibalut kostum tarian perut lengkap dengan penutup wajah bak cadar. (Foto: YouTube/JKT48)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

“Oi! Oi! Oi!” Siapa yang tidak kenal fanchant legendaris ini? Ya, fanchant legendaris ini dilontarkan oleh Wota penggemar JKT48.

JKT48 merupakan saudari dari grup idola AKB48 yang berasal dari Jepang. JKT48 melakukan debut dengan Generasi I di Indonesia pada 2 November 2011. Saat ini sudah mencapai Generasi XI.

Pada 13 Maret kemarin, JKT48 merilis video musik barunya dengan tema New Era berjudul "JKT48 New Era Special Performance Video – Benang Sari, Putik, dan Kupu-Kupu Malam".

Penampilan spesial ini ditunjukkan oleh lima dari 24 member saat ini. Mereka Marsha Lenathea, Mutiara Azzahra, Kathrina Irene, Freya Jayawardhana, dan Adzana Shaliha.

Mereka menampilkan lagu "Benang Sari, Putik, dan Kupu-Kupu Malam" dengan tema Arabian Nights, dibalut kostum tarian perut lengkap dengan penutup wajah bak cadar.

Lagunya bercerita tentang seseorang yang menjalin hubungan secara diam-diam. Apa yang mereka lakukan agaknya terlarang dan hal ini membuat sang gadis labil serta khawatir.

Baca juga:

Hiroaki Kato Gandeng Eks Personel JKT48 di Single Terbaru 'Saa Ikou!'

jkt48
JKT48 dituduh melakukan queerbaiting dengan menampilkan adegan hampir berciuman sesama personel. (Foto: YouTube/JKT48)

Cinta itu 'kan selalu immoral
Hei (Hei)
Bibir yang mulai mendekat
Tidak boleh (Ah, boleh lah)
Jangan ah (Ih, lucunya)
Kita telah melewati
Batasnya dan saling mencinta
Sudah (Sudah)
Nafas pun menjadi panjang
Panas sekali (Insting ini)
Menakutkan (Menyerahlah)
Sari bunga dan kupu-kupu malam.”

Begitu penggalan liriknya.

Para Wota menyambut video musik ini dengan antusias lantaran tiap member-nya diberi panggung untuk menunjukkan talenta yang dimiliki. Namun, respons dari warganet yang bukan penggemar JKT48 berbanding terbalik. Alih-alih memuji, justru malah mengkritik.

Warganet merasa apa yang ditampilkan tidaklah pantas untuk usia yang masih belia. Video musik dan lirik lagunya terang-terangan menonjolkan kedewasaan, apalagi terdapat adegan-adegan hampir berciuman yang membuat warganet geram.

Beberapa dari member masih muda-belia Freya Jayawardhana dan Marsha Lenathea baru saja lepas usia 17 tahun. Bahkan Kathrina Irene masih berusia 16.

Kritik lain datang karena karena queerbaiting yang dilakukan JKT48. Queerbaiting mengacu pada praktik menyiratkan hubungan atau ketertarikan non-heteroseksual untuk menarik penonton LGBTQ atau membangkitkan minat penonton tanpa pernah benar-benar menggambarkan hubungan LGBTQ yang sesungguhnya.

Baca juga:

Nadila Wantari Eks JKT48 Beri Kado Penutup Akhir 2022



Queerbaiting biasanya dilakukan di dalam film, acara TV, dan sekarang sedang menjamur di industri idoling K-Pop. Misalnya kedua personel dari grup perempuan berinteraksi yang secara konsisten menunjukkan ketertarikan seksual atau hubungan seksual.

Namun, nyatanya personel tersebut tidak pernah benar-benar masuk ke dalam hubungan semacam itu atau bahkan secara seksualitas tidak pernah tertarik kepada sejenis sama sekali.

Meski sebagian orang menuduh JKT48 melakukan queerbaiting, beberapa orang justru menuduh mereka mempromosikan kampanye LGBTQ.

Sampai saat ini belum ada tanggapan dari personel-personel yang terlibat dalam pembuatan video musik "Benang Sari, Putik, dan Kupu-Kupu Malam" atau pun dari akun resmi JKT48. (kmp)

Baca juga:

Gibran Merasa Dirugikan Penyebutan Lokasi Dugaan Pelecehan Seksual Personel JKT48

#JKT48 #Musik #Single Baru
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Hendaru Tri Hanggoro

Berkarier sebagai jurnalis sejak 2010 dan bertungkus-lumus dengan tema budaya populer, sejarah Indonesia, serta gaya hidup. Menekuni jurnalisme naratif, in-depth, dan feature. Menjadi narasumber di beberapa seminar kesejarahan dan pelatihan jurnalistik yang diselenggarakan lembaga pemerintah dan swasta.
Show More

Berita Terkait

ShowBiz
WRONGLIFE Debut Lewat EP 'False Majority', Suarakan Kritik Sosial dan Isu Lingkungan
Lewat 'False Majority', mereka menyoroti bagaimana kebijakan yang lahir dari segelintir pihak kerap membawa dampak luas bagi kehidupan masyarakat.
Dwi Astarini - Jumat, 03 Juli 2026
WRONGLIFE Debut Lewat EP 'False Majority', Suarakan Kritik Sosial dan Isu Lingkungan
ShowBiz
Mila dan Valen DA7 Hadirkan 'Meleleh Bahagia', Lagu Romantis tentang Manisnya Fase Awal Jatuh Cinta
Mila dan Valen merilis single terbaru 'Meleleh Bahagia', lagu romantis tentang dua anak muda yang saling menyimpan perasaan di fase awal jatuh cinta.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 03 Juli 2026
Mila dan Valen DA7 Hadirkan 'Meleleh Bahagia', Lagu Romantis tentang Manisnya Fase Awal Jatuh Cinta
ShowBiz
Rol3ert Rilis Video Musik 'Aftertaste' feat. REJAY, Lengkapi Perjalanan EP 'Kodoku'
Rol3ert merilis video musik 'Aftertaste' setelah meluncurkan EP Kodoku, tampil di Golden Melody Awards Showcase Taiwan, dan mencatat prestasi baru di industri musik Jepang.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 02 Juli 2026
Rol3ert Rilis Video Musik 'Aftertaste' feat. REJAY, Lengkapi Perjalanan EP 'Kodoku'
ShowBiz
Terinspirasi Dinamika Isu Perpajakan, Heruwa Shaggydog dan Ole Rilis Lagu Satir 'Dipajak!'
Heruwa Shaggydog bersama Ole merilis single 'Dipajak!', lagu ini terinspirasi dinamika isu perpajakan dan dikemas dengan humor serta kritik sosial.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 02 Juli 2026
Terinspirasi Dinamika Isu Perpajakan, Heruwa Shaggydog dan Ole Rilis Lagu Satir 'Dipajak!'
ShowBiz
Ruth Garcia Rilis 'Tak Ingin Salahkan Cinta', Angkat Kisah Empati di Tengah Konflik Percintaan
Ruth Garcia merilis single 'Tak Ingin Salahkan Cinta' yang mengangkat kisah empati di tengah konflik percintaan. Lagu ini menjadi bagian dari rangkaian EP terbarunya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 02 Juli 2026
Ruth Garcia Rilis 'Tak Ingin Salahkan Cinta', Angkat Kisah Empati di Tengah Konflik Percintaan
ShowBiz
Roni Joni, Rycko Ria, dan Naomi Ivo Rilis 'Dopamine (Bukan Haluuu)', Angkat Kisah Jatuh Cinta dalam Balutan HipDut
Kolaborasi Roni Joni, Rycko Ria, dan Naomi Ivo melahirkan Dopamine (Bukan Haluuu), lagu HipDut yang mengangkat euforia jatuh cinta.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 02 Juli 2026
Roni Joni, Rycko Ria, dan Naomi Ivo Rilis 'Dopamine (Bukan Haluuu)', Angkat Kisah Jatuh Cinta dalam Balutan HipDut
ShowBiz
Dongker Umumkan Album Kedua, Kolaborasi dengan Cholil Mahmud Jadi Kejutan
Dongker mengumumkan album keduanya di Localfest 2026. Album tersebut akan berisi 11 lagu.
Soffi Amira - Kamis, 02 Juli 2026
Dongker Umumkan Album Kedua, Kolaborasi dengan Cholil Mahmud Jadi Kejutan
ShowBiz
Lirik Lagu 'Peluk Aku Sekarang!' Bernadya feat Perunggu, Kisah Mencari Tenang di Tengah Lelah
Simak makna lagu 'Peluk Aku Sekarang!' dari Bernadya feat Perunggu yang menjadi bagian dari album Semoga Hanya di Mimpi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 02 Juli 2026
Lirik Lagu 'Peluk Aku Sekarang!' Bernadya feat Perunggu, Kisah Mencari Tenang di Tengah Lelah
Lifestyle
Arti Lagu 'Dua Pilihan' yang Dipopulerkan Yunita Ababil, Sarat Perasaan Kecewa
Melalui liriknya, lagu ini menggambarkan perasaan seseorang yang mencintai pasangannya dengan sepenuh hati, tetapi tidak pernah memperoleh balasan.
Dwi Astarini - Kamis, 02 Juli 2026
Arti Lagu 'Dua Pilihan' yang Dipopulerkan Yunita Ababil, Sarat Perasaan Kecewa
ShowBiz
Sony Music dan Sun Eater Group Luncurkan LUNAR, Label Musik Baru untuk Musisi Indonesia
Sony Music Entertainment Indonesia dan Sun Eater Group meluncurkan LUNAR, label musik baru yang menghadirkan Kecoud, Alee, dan Nandoshi sebagai roster perdana.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 01 Juli 2026
Sony Music dan Sun Eater Group Luncurkan LUNAR, Label Musik Baru untuk Musisi Indonesia
Bagikan